Senin, 27 Maret 2017

BE PART OF US!

Komunitas Tabrak Warna Malang

Dipublish pada: Sabtu, 31 Oktober 2015

Komunitas Tabrak Warna (TW) Chapter Malang memang baru berumur satu bulan hadir di kota Malang, namun sebelum TW hadir di Malang, komunitas TW lebih dulu berkembang di Jakarta pada Juni 2015. TW diinisiasi oleh Khalezza Hidayah dan Tria Nurchayati, kedua founder ini adalah penyusun buku mewarna untuk orang dewasa pertama di Indonesia, dengan bertajuk "My Own World". Khalezza dan Tria meluncurkan buku tersebut bersamaan dengan dibentuknya Komunitas Tabrak Warna.

Anggota komunitas TW ini sudah tersebar di seantero Indonesia, karena mereka disatukan dalam media sosial guna memposting karya-karya coloring-nya dalam My Own World. Dalam waktu singkat, keasyikan mewarna mewabah. Terlihat dari follower Instagram tabrak warna pusat nyaris tembus 2000 dalam waktu singkat saja Ngalamers. Berbagai karya yang super indah, muncul dalam instagram. Ada yang bermain kombinasi warna sesuai aturan, ada juga yang asal tabrak tapi hasilnya menakjubkan.  
 
Kenapa Komunitas TW begitu cepat populer? Ini karena adanya dorongan dari popularitas buku mewarna dewasa itu sendiri. Buku mewarna untuk dewasa tengah happening secara global. Johanna Basford salah satu illustrator dari Inggris, lewat karya ilustrasinya yang keren dan menakjubkan membuat coloring book for adults menjadi booming. Buku-buku karyanya, seperti Secret Garden dan Enchanted Forest menempati penjualan buku online nomor satu amazon.com. Lebih dari 1 juta kopi terjual, dan telah diterjemahkan dalam 14 bahasa. Nah, Fenomena inilah yang membuat meningkatnya kebutuhan orang dewasa berelaksasi.

Coloring adalah aktivitas relaksasi, terapi anti stress, dan mendorong kreativitas. Orang dewasa cenderung mengoptimalkan otak kiri, dengan mewarna, otak kanan jadi bekerja. Mereka yang mewarna pun, seolah menemukan dunia yang hilang. Terakhir mungkin orang dewasa mewarna saat masih SD.  

Nah Ngalamers dalam komunitas TW ini, orang dewasa bebas mengekspresikan keinginannya untuk bermain-main dengan warna, dengan hasil yang 'saya banget'. Kebebasan mewarna ini mengabaikan aturan komposisi warna, mendorong Ngalamers berpikir keluar, bahwa daun tak harus hijau, bunga tak selalu merah atau kuning, atau angsa tak selalu putih. Apa saja dicampur di kertas itu. Bagus atau jelek, tidak ada yang menilai, karena itu ekspresi emosi untuk relaksasi. Di komunitas TW, menyebut bahwa bagus atau jelek, adalah urusan kita sendiri dengan Tuhan. Gambar-gambar yang disajikan pun berbeda dengan gambar di buku mewarna anak-anak.

Di komunitas TW ini, template mewarna dipenuhi ruang-ruang kecil untuk mewarna, sementara pada buku anak-anak adalah ruang besar. Gambar-gambarnya pun bervariasi, seperti tema animal, flora, doodle, zentangle, mandala, dan lain-lain.
 
Komunitas TW Chapter Malang baru berdiri 2 Oktober 2015, yang diawali dari Komunitas TW pusat yang menggelar meet up pertama di Bogor, dan yang di Malang tergerak menggelar meet up sendiri. Untuk di Malang, Hesti Kristanti dan Chintya Corin yang bertemu di instagram komunitas TW pusat, sepakat membikin komunitas TW Chapter Malang. Berdasarkan kesukaan yang sama untuk mewarna, dan berniat membagikan cara baru relaksasi yang murah dengan mewarna. Dari hanya hanya 2 orang tersebut, kini komunitas TW ini berkembang menjadi puluhan. Follower di Instagram tembus 100 lebih hanya dalam sebulan ini.  Sementara untuk yang aktif dalam kegiatan Meet Up sekitar 15 orang.

Dalam satu bulan, komunitas TW ini lebih kepada kegiatan sosialisasi (coloring campaign) dua hal : yakni sosilasi apa itu mewarna untuk orang dewasa, dan apa itu tabrak warna. Karena ini adalah komunitas baru, dengan aktivitas yang masih belum banyak orang paham.
 
Dengan anggota aktif sekitar 15 orang, komunitas TW menyosialisasikan pentingnya mewarna untuk orang dewasa dan memahami merwarna. Yang biasanya mewarna adalah domain anak-anak, padahal tidak demikian. Kampanye  
ini dilakukan dengan cara dua hal:  

  1. Di dunia maya, dengan membuat akun medsos khusus TW Malang, di instagram, facebook, dan twitter.  
  2. Di dunia nyata dengan menggeber kegiatan di car free day (CFD) Jalan Ijen Malang, on air radio dan juga televisi lokal Malang.

Komunitas TW Malang selalu berada di CFD tiap hari Minggu dengan membuka lapak dan mengajak siapa saja untuk mewarna dengan template gambar yang diberikan gratis. Awalnya kampanye di CFD menjadi tantangan karena banyak yang belum mengenal apa itu komunitas TW. Namun, komunitas TW Malang mulai dilirik dan makin banyak yang suka mewarnai di sana. Orang dewasa mulai merasakan manfaat relaksasi pasca mewarna.

Dalam kampanye di CFD, TW Malang juga turut serta dalam kegiatan donasi darurat asap untuk Riau. TW Malang untuk Divisi Event, menyediakan gantungan kunci kayu yang bisa diwarnai, dan keuntungan hasil penjualan  
gantungan kayu tersebut didonasikan untuk korban asap Riau. Membuka lapak di CFD akan terus menjadi agenda rutin TW Malang Ngalamers.
 
Untuk menjadi anggota komunitas TW Malang Ngalamers, belum ada syarat khusus. Mengingat komunitas ini baru berdiri, siapa saja boleh gabung dengan mengisi biodata keanggotaan dan iuran rutin bulanan. Tapi yang terpenting, anggota harus meng-share karya-karya mewarnanya di akun medsos komunitas TW Malang. Dengan membubuhkan #tabrakwarna_mlg untuk direpost kembali oleh admin komunitas TW Malang. Ini bertujuan untuk apel mewarna bersama, sekaligus berbagi ilmu dalam bahan dan teknik mewarnai. Anggota yang memiliki waktu luang, tentu diharapkan terlibat dalam kegiatan-kegiatan nyata dengan menjadi anggota aktif. Meski demikian, bagi mereka yang hanya bisa beraktivitas share karya di sosmed, akan mendapatkan informasi seputar kegiatan TW Malang.
 
Komunitas tabrak warna malang   
Nomor Telepon     : 0856.4649.9066
Instagram    : tabrakwarna_mlg
Twitter         : @tabrakwarnamlg
Facebook    : Tabrak Warna Malang      

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

BEAUTY AND THE BEAST    
12:30  15:05  17:40  20:15
    
POWER RANGERS    
13:00  15:35  18:10  20:45    


KOMENTAR

PARTNERS