Selasa, 23 Mei 2017

BE PART OF US!

Aturan Liga 1 Buat Arema Bisa Berhemat Anggaran

Dipublish pada: Senin, 03 April 2017

Berbagai aturan baru di Liga 1 yang diterapkan PSSI tahun ini sempat jadi pro dan kontra di kalangan klub dan pemain. Mulai pembatasan usia pemain senior, pemain muda hingga marquee player, Ngalamers.

Tetapi, Arema FC menyikapi regulasi itu dengan positif. Terutama aturan pemain muda minimal harus ada lima pemain sehingga Arema bisa berhemat dari segi anggaran.

General Manager Arema, Ruddy Widodo, menegaskan jika kebutuan dana klubnya musim ini tidak sampai 20 miliar rupiah. Tidak berbeda jauh dengan dana yang dikeluarkan saat Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by 2016. "Yang terasa berkurang karena ada beberapa pemain hengkang dan yang masuk mayoritas pemain muda. Itu membuat anggaran tahun ini tidak terlalu tinggi," kata Ruddy.

Berbeda dengan era Los Galaticos pada 2013. Waktu itu manajemen Arema ditaksir menghabiskan dana hingga 40 miliar rupiah sebagai imbas mendatangkan pemain bertabur bintang. Mulai pelatih kenamaan Rahmad Darmawan hingga pemain sekelas Greg Nwokolo, Kayamba Gumbs, Victor Igbonefo, Beto Goncalves, dan sejumlah nama lainnya. "Tapi, kami juga akan melihat homebase beberapa tim lain dulu. Salah satunya yang terjauh Perseru Serui. Kalau mereka pindah homebase tentu bisa mengurangi biaya operasional," lanjutnya.

Dari total 20 miliar dana yang dibutuhkan Arema, sebagian sudah tertutupi dengan subsidi dari penyelenggara sebanyak 7,5 miliar. Artinya sisa 12,5 miliar bagi tim sekelas Arema tentu tidak terlalu berat karena itu bisa tertutupi dari sponsor, pemasukan tiket, dan hak siar. Artinya finansial Arema akan lebih sehat pada tahun ini.

Dari komposisi pemain Arema saat ini, banderol kontrak pemain memang tidak terlalu besar. Kabarnya hanya beberapa pemain seperti Cristian Gonzales, Kurnia Meiga, dan pemain timnas senior lainnya yang dapat kontrak paling tinggi (di atas satu miliar rupiah).

Sedangkan para pemain muda dikontrak Arema dengan harga standar. Tetapi, hal itu terbukti efektif karena perpaduan pemain muda dan senior sudah bisa menghasilkan dua gelar pada tahun ini, yakni Trofeo Bhayangkara dan Piala Presiden 2017, Ngalamers.

Sumber : Bola

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

CRITICAL ELEVEN    
13:00  15:40  18:20  21:00
    
BEFORE I FALL    
13:00  15:00
    
THE DISAPPOINTMENTS ROOM    
17:00  19:00  21:00    


KOMENTAR

PARTNERS