Jumat, 28 April 2017

BE PART OF US!

Dipersatukan Oleh Alam: Krakatau Reunion Kembali ke Malang Dengan 'Chapter One'

Dipublish pada: Jumat, 13 Januari 2017

Reuni dengan Keluarga Krakatau (sebutan fans) di area UB Forest, Karangploso - Malang. Krakatau Reunion perkenalkan album pertama mereka 'Chapter One' yang berisi 11 lagu. Jumat, 06/01/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Ngalamers, seolah seperti letupan gunung di Selat Sunda pada 1883 yang menginspirasi namanya, Krakatau Band juga pernah mengguncang jagad musik tanah air dengan fusion jazz di era 80 an dan world-fusion pada 90 - awal 2000an.

Empat album dalam kurun 5 tahun (1986 - 1990), dengan total penjualan sekitar 5 juta kaset. Album 'Kembali Satu' (1990) terjual 2 juta kaset. 'Kau Datang', 'Gemilang', atau 'Suasana' tentu saja Ngalamers yang besar di era 80an pasti hafal. Mini album berisi empat lagu (tanpa instrumental) bertajuk 'Top Hits Single' terjual sejuta kaset, disebut-sebut mini album terlaris di Indonesia sepanjang masa. Tampil ke berbagai negara di Eropa, Amerika, dan Asia.

Di masa ketenarannya tersebut, Krakatau adalah Superfusionband. Catatan prestasi yang sangat bernilai, dikarenakan mereka adalah grup jazz/fusion yang pada masanya sangat asing di telinga pasar musik tanah air yang 'dikuasai' genre rock.

Indra Lesmana dan Dwiki Dharmawan, membawa penonton larut dalam nunsa jazz-worldfusion di tengah dinginnya lereng Arjuno. Jumat, 06/01/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Kini setelah kembali bersatu pada 2013 dengan nama 'Krakatau Reunion', Dwiki Dharmawan (Keyboard), Indra Lesmana (Keyboard), Gilang Ramadhan (Drum), Donny Suhendra (Gitar), Pra Dharma (Bass) dan Trie Utami (Vocal), mereka menelorkan sebuah karya bertajuk 'Chapter One': album baru yang berisi 10 lagu baru dan 1 lagu lama yang diaransemen ulang.

"Dan Malang menjadi tempat pertama Krakatau Reunion manggung di alam terbuka. Di UB Forest Gunung Arjuno. Ini juga pengalaman pertama Krakatau di gunung," ujar Indra Lesmana saat temu media, Jumat (06/01/2017) di Universitas Brawijaya (UB).

Prasadja Budi Dharma atau yang lebih dikenal Pra Dharma, adalah salah satu pembentuk Kratau Band pada 1985 bersama Dwiki Dharmawan, Donny Suhendra, dan Budi Haryono (drum). Jumat, 06/01/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Konser Krakatau Reunion di Malang kali ini merupakan puncak dari rangkaian Artjuno Festival, memeriahkan Dies Natalis UB ke-54. Ini adalah kali pertama kali konser musik jazz digelar di kawasan penghasil Kopi Arabika (satu-satunya) di Kabupaten Malang tersebut.

"Universitas Brawijaya bukanlah tempat asing bagai Krakatau. Kita terakhir tampil di Samanta Kridha tahun 1988. Ini mengulang sejarah lama. Terima kasih untuk Keluarga Kratau yang masih setia menemani perjalanan kami," sapa Trie Utami kepada penonton di UB Forest.

Trie Utami dan Donny Suhendra. Tema lingkungan dan humaniora memang dekat dengan lirik-lirik lagu Krakatau, seperti dalam lagu 'Hanya Dapat Melihat' di album Chapter One. Jumat, 06/01/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Nuansa hutan, pegunungan, dan alam yang masih asri rupanya cocok dengan lagu-lagu yang diusung Krakatau Reunion.

"Memang tidak semuanya, tapi sebagian besar bertemakan lingkungan dan humaniora. Seperti album-album Krakatau sebelumnya. Kita juga konsen pada pendidikan budaya dan penyelamatan lingkungan. Jangan sampai anak cucu kita melihat hutan hanya dari gambar," sambung I'ie, sapaan Trie Utami. Pesan tersebut jelas tersirat dalam lirik 'Hanya Dapat Melihat' yang ditulis Donny Suhendra.

Meski tak lagi muda, performa seluruh personil sangat terjaga. Gilang Ramadhan bahkan sempat ber-solo-drum cukup panjang selama personil lain istirahat. Applause panjang dari penonton. Jumat, 06/01/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Kita juga menyisihkan 10 persen hasil penjualan CD untuk kegiatan donasi. Termasuk menyumbangkan 50 persen honor untuk lingkungan hidup," pungkas Donny Hardono, Produser Krakatau Reunion.

Kerinduan mereka untuk berkarya, kembali bertemu dengan fans dituangkan dalam lagu 'Aku Kamu Kita'. Tiga lagu lain dinyanyikan dalam lirik bahasa Inggris (Family, Let My Heart Free, dan Lingers On My Mind). Plus karya instrumental 'Moon Stone'yang menurut Indra sangat erat dengan sebuah tempat di Bali bernama Batu Bulan. Satu lagu lama yang diaransemen ulang dalam album Chapter One adalah 'Seraut Wajah'.

Untuk Krakatau Reunion, tak ada istilah siapa paling menonjol. Semuanya berkelas. Jumat, 06/01/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Setelah lebih dari 25 tahun, setiap personil masih menonjol merata. Tak sekadar reuni, atau bernostalgia dengan fans, Krakatau Reunion  tetap menebarkan energi positif lewat karya musik yang mereka sebut lebih dewasa, namun dengan spirit kekinian.

[WA]

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2    
12:45  15:30  18:15  21:00
    
FAST & FURIOUS 8    
13:00  15:45  18:30  21:15    


KOMENTAR

PARTNERS