Senin, 01 Mei 2017

BE PART OF US!

Kampung Sinau: Semangat Adik - adiklah Kekuatan Terbesar Kami

Dipublish pada: Rabu, 05 April 2017

Hujan tak surutkan minat penonton maupun partisipan Pelangi Nusantara #2 Kampung Sinau. Jumat, 29/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Hujan belum juga reda, beberapa masih terlihat sibuk menata booth sederhana di emperan rumah warga, salah satunya Komunitas Kukuk Beluk Ngalam.

"Om namanya siapa?" begitu sapa seorang anak menghampiri halomalang. "Saya bisa bikin burung kertas. Juga topeng (dari bubur kertas) loh. Gampang," sambungnya. Kemudian ia pamit beranjak, bersama puluhan rekan seusianya mengerumuni Burung Hantu yang dibawa Kukuk Beluk Ngalam.

Sandy, kelas 5 SDN Cemorokandang 1 begitu ia memperkenalkan diri. Ia adalah salah satu anak-anak yang belajar di Kampung Sinau yang didirikan pemuda setempat bernama Muhammad Toha Mansur. Komunitas literasi ini berada di lingkungan RT/RW 04/04 Jl. Untung Sudiro Cemorokandang Kota Malang. Dan kebetulan, ketika halomalang berkunjung, Kampung Sinau tengah menggelar event tahunan 'Pelangi Nusantara #2: Ireng - irenge Manggis'.

Anak-anak Kampung Sinau di Jl. Untung Sudiro RT/RW 04 Cemorokandang tampak antusias lebih dekat dengan burung hantu yang dibawa Komunitas Kukuk Beluk Ngalam. Jumat, 29/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Ada 45 lebih komunitas seni, edukasi, hingga pecinta satwa yang dilibatkan dalam tiga hari gelaran (27 - 29 Januari). "Banyak delegasi mahasiswa dari Malang. Ada dari ISI Jogja, Bali, Surabaya dan tentu saja Malang. Mereka sangat antusias untuk berbagi apa keahliannya di sini," ujar Mansur ketika ditemui halomalang di sela-sela event, Jumat (27/01/2017) malam.

Satu persatu ia memperlihatkan beberapa karya yang dipamerkan di perpustakaan, sekaligus ruang aktivitas Kampung Sinau. Beragam mural berukuran besar, lukisan cat minyak, karya desain grafis, instalasi kertas, hingga origami berbentuk burung warna-warni dipajang di ruangan berbentuk L yang menyatu dengan bangunan mushola. Di tembok luar tampak jelas tertulis 'Bermimpilah Biar Keren'.

"Dulu ini tempat ngaji, terus sekarang (yang ngaji) sudah dibuatin tempat sendiri di depan. Kita punya 5000 lebih koleksi buku lho, semua jenis," imbuhnya bangga, "Ada banyak perubahan anak-anak sini. Nilai raport di sekolah bagus. Juga perilaku kesehariannya,"

Goedhang Acitya, Singosari adalah salah satu komunitas yang ikut meramaikan Pelangi Nusantara #2. Jumat, 29/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Mansur melanjutkan cerita ketika ia memulai Kampung Sinau pada 28 Maret 2015 lalu. Berangkat dari keprihatinan kondisi sosial lingkungan. Mulai dari kenakalan remaja, hingga rendahnya kemampuan literasi secara umum.

"Tahun kedua ini adalah transisi ke yang lebih baik, sesuai temanya Ireng-irenge Manggis. Dari dulu kita pindah-pindah, tidak tertata hingga sekarang punya perpus," ujar alumnus SMK Muhammadiyah 1 ini. "Capaian kami baru sekitar 70 persen dari tujuan awal,"

Di Kampung Sinau, setiap harinya anak-anak (usia SD - SMP) di sekitaran Jl. Untung Sudiro ini mendapat bimbingan belajar dan kelas seni. Gratis. Pengajarnya dari para relawan yang kebanyakan para mahasiswa. "Kita rekrut volunteer. Ini sudah yang ke-7. Terima kasih untuk rekan-rekan komunitas. Mungkin di tahun ketiga (pengajarnya melibatkan warga sekitar). Semangat adik-adiklah kekuatan terbesar kami,"

Karya mural dan ankea jenis kerajinan maupun lukisan yang dipamerkan di perpustakaan Kampung Sinau Cemorokandang. Jumat, 29/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Selama wawancara, Mansur terlihat sibuk menyambut rekan-rekannya yang datang atau pulang. Acara dimulai sejak pukul 13.00 - 22.00 WIB. Dalam hal kreasi, hari pertama Pelangi Nusantara #2 diadakan belajar membuat Topeng Malangan dari bubur kertas oleh Komunitas Gubuk Baca Lenter Negeri (GBLN), hari kedua ada live mural di tembok rumah warga oleh Serikat Mural Surabaya dan mewarnai Topeng Kertas oleh XGO Surabaya. Dan di hari terakhir, Sandy dkk diajak membuat Cetak Kolase oleh seniman muda Malang Indra Setiawan.

"Seni banyak positifnya ke anak-anak. Sosialnya kini lebih tinggi,"

Salah satu karya lukis yang dipamerkan di Pelangi Nusantara #2. Jumat, 29/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Partisipasi masyarakat (sekitar/luar Kampung Sinau) di Pelangi Nusantara #2 kali ini sungguh diluar dugaan Mansyur. Saat pembukaan bahkan dihadiri 1000 orang lebih, terutama para pelajar SD/SMP/ SMK di Malang. Selain mewarna bersama, peserta juga mendapat arahan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Malang.

Di bulan Mei 2017 nanti rencananya akan digelar pameran khusus karya anak-anak Kampung Sinau.

UKM Blero Universitas Negeri Malang hibur warga sekitar Kampung Sinau dengan musik mereka yang unik. Jumat, 29/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

[WA]

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2    
12:45  15:30  18:15  21:00
    
FAST & FURIOUS 8    
13:00  15:45  18:30  21:15    


KOMENTAR

PARTNERS