Rabu, 26 Juli 2017

BE PART OF US!

Kolagen dari Ikan Gabus Karya Dosen UB

Dipublish pada: Senin, 03 April 2017

Dosen Jurusan Biologi Universitas Brawijaya Widodo, PhD.Med.Sc menciptakan kolagen dengan bahan baku dari sisik ikan gabus yang diberi nama Natural Collagen Spray (NCS), Ngalamers.

Widodo yang juga Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) itu di Malang mengatakan, produksi NCS menggunakan teknologi sangat sederhana, yakni ekstraksi fisis sisik ikan gabus menjadi kolagen dalam bentuk cairan. "Ekstraksi tanpa menggunakan bahan kimia akan lebih aman untuk kulit. Dengan menggunakan hasil samping pengolahan ikan gabus, kolagen ini merupakan produk ramah lingkungan yang diharapkannya mampu menembus pasar internasional," kata Widodo belum lama ini.

Penggunaan ikan gabus, lanjutnya, juga menjadi alternatif produksi kolagen yang selama ini tidak jelas kehalalannya. Dalam penelitian ini, Widodo berharap UB bisa memfasilitasi produksi massal NCS hingga komersialisasinya. Fasilitasi tersebut menurutnya bisa memanfaatkan technopark UB yang saat ini sedang dalam pembahasan.

Lebih lanjut, Widodo mengatakan pihaknya tidak berkeinginan untuk mematenkan produk maupun proses produksi NCS. "Produksinya hanya menggunakan teknologi sederhana saja, sehingga tidak perlu dipatenkan," ucapnya.

Ia mengaku lebih memilih menggunakan rahasia dagang untuk menghadapi persaingan pasar daripada mematenkan produk atau hasil temuannya. Sebab, sudah banyak produsen kolagen di pasaran dengan teknologi produksi massal yang telah mapan disertai rantai distribusi yang bagus.

Widodo hanya berharap produk ini bisa menjadi lisensi UB. Jadi tidak ada niatan untuk melepas ke perusahaan maupun UMKM. Apalagi, produk kolagen (NCS) yemuannya itu dijual dengan harga terjangkau, yakni sekitar Rp50 ribu per kemasan.

Dalam pengembangan NCS ini, lanjutnya, Widodo berencana melakukan diversifikasi bahan baku menggunakan sisik ikan kakap. Jika saat ini masih dalam bentuk spray, ke depan kolagen ini akan dikemas dalam bentuk kapsul dan menjadi super healthy agent untuk mengatasi penyakit degenerative seperti jantung dan penyakit hati atau liver.

Selain itu, kolagen juga berfungsi untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak dengan efek anti-aging. Penelitian yang berhasil menciptakan kolagen dari sisik ikan gabus temuan Widodo itu merupakan tindak lanjut dari lolosnya proposal tersebut dalam seleksi Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti Kemristekdikti, Ngalamers.

Sumber : Okkezone

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

THE CRUCIFIXION    
12:30  14:30  16:30
    
DUNKIRK    
18:30  20:45
    
WAR FOR THE PLANET OF THE APES    
12:30  15:15  18:00  20:45    


KOMENTAR

PARTNERS