Selasa, 28 Februari 2017

BE PART OF US!

Lebih Dekat Dengan UB Forest dan Kearifan Lokal Warga Lereng Arjuno

Dipublish pada: Sabtu, 21 Januari 2017

Pawai Budaya dari beragam kelompok kesenian warga Malang Raya dan UB mengawali Artjuno Festival. Jumat, 06/01/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Lereng Gunung Arjuno memiliki sejarah yang panjang. Awal berdirinya nusantara juga tak lepas dari wilayah situ. Kerajaan Singosari berada tak jauh. Ada petilasan Gunung Mujur yang merupakan peninggalan Singosari. Kerajaan tersebut kalau dirunut (sejarahnya) kemudian muncul Majapahit, kemudian lahirlah Raja Brawijaya,"

Profesor Eko Ganis Sukoharsono, Kepala Pengelola laboratorium hidup UB Forest, Universitas Brawijaya menjelaskan singkat keterkaitan harmoni alam-budaya-sejarah-pendidikan, hingga Artjuno Festival 2017 digelar di kawasan Gunung Mujur, lereng Gunung Arjuno, Karangploso.

Artjuno Festival (06/01/2017) merupakan rangkaian event besar Dies Natalis ke-54 Universitas Brawijaya. Tema yang diusung adalah "Pesta Obor Suasana Hutan dan Gemerlap Lampu Spektakuler di Hutan Pinus". Ini adalah momen memperkenalkan UB Forest kepada masyarakat luas, sivitas akademika, dan alumni UB .

Seorang anak warga Sumbersari menonton pawai budaya Artjuno Festival dari depan rumahnya yang sederhana. Beberapa rumah bahkan masih berdinding bambu. Masyarakat di sini sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani kopi. (Jumat, 06/01/2017)

"UB Forest adalah sarana, laboratorium pendidikan. Upayanya terus mendukung visi misi Universitas Brawijaya. Tapi yang penting adalah pelestarian. Hutan kita masih hutan. Hutan produksi dan lindung. Dimana ada masyarakat Sumbersari dan Sumberwangi yang tinggal di sekitarnya," sambung Prof. Ganis.

UB Forest adalah kawasan hutan seluas 554 Ha yang dikelola Universitas Brawijaya, diresmikan pada 19 September 2016 lalu Ngalamers. Pintu masuknya adalah dari Dusun Sumbersari, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Selain tanaman Pinus, kawasan Gunung Mujur adalah penghasil kopi (Arabika, Robusta) berkualitas di Malang Raya. Kopi Karlos dan Kopi Gunung Mujur adalah produk warga sekitar yang cukup terkenal. 

Kopi adalah produk unggulan kawasan Sumbersari dan Sumberwangi, Karangploso. Pernah mencicip Kopi Karlos, Ngalamers?.

"Diharapkan mampu menjadi laboratorium hidup dalam melahirkan peneliti-peneliti unggul yang mampu menghasilkan publikasi internasional," pungkasnya.

Plasa berupa tanah lapang di samping pintu masuk UB Forest menjadi arena utama Artjuno Festival 2017. Rangkaian acara dimulai oleh pawai budaya dari seniman UB dan Malang Raya, Arak Tumpeng Ageng Arjuno, market festival, orasi budaya, pameran kuliner, dan ditutup dengan konser band jazz-world fusion legendaris Krakatau Reunion.

"Sivitas Akademika Universitas Brawijaya berterima kasih kepada masyarakat (Sumbersari) di sekitar UB Forest ini yang berkenan menggelar pawai budaya. Kita sangat mendukung kegiatan yang mengusung kearifan lokal seperti ini," sambut Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS, Rektor Universitas Brawijaya.

Rektor UB, Mohammad Bisri (tiga dari kiri) mendampingi Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono (tengah) seusai penandatanganan plakat 'Tandon Air Kehidupan UB Forest'. (Jumat, 06/01/2017).

Prof. Bisri juga berkeinginan event Artjuno Festival ini bisa digelar setiap tahun. Prosesi puncak Tumpeng Agung Arjuno adalah ruwatan dan doa oleh dua budayawan, yakni Dr. Riyanto (UB), dan Ki Iswandi (Padepokan Gunung Wukir).

Di akhir pawai budaya, juga dilakukan penandataganan plakat 'Tandon Air Kehidupan UB Forest' oleh Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM., Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

[Teks & Foto: W.Arief/Halomalang]

Menanjak. Tumpeng Agung Arjuno diarak dari ujung dusun menuju plasa UB Forest. (Jumat, 06/01/2017)

Sanggar Kirana Kampung Cempluk, Sumberjo - Dau yang terkenal dengan Angklung-nya juga mengikuti kirab. (Jumat, 06/01/2017)

Peserta pawai budaya dari Desa Gondowangi, Wagir yang terkenal dengan kesenian Wayang Krucil. (Jumat, 06/01/2017)

Pertama kali digelar. Warga tampak antusias menonton dari depan rumah. Beberapa lain membuka lapak dagangan untuk pengunjung. Peluang ekonomi baru. "Semoga akses jalan ke sini segera diperbaiki. Cukup sulit ketika hujan," ujar Ferry, penonton asal Kota Malang. (Jumat, 06/01/2017)

Kereta yang diusung Padepokan Seni Gunung Wukir Batu ini harus bekerja keras untuk sampai di Plasa UB Forest. Jalanan berbatu cukup licin pasca diguyur hujan. "Alhamdulillah hujan reda ketika acara dimulai. Semoga ini pertanda bagus untuk niat baik kita di sini," ujar Moh. Bisri, Rektor UB. ( Jumat, 06/01/2017)

Bantengan -tentu saja- inilah kesenian Malangan yang besar dari kawasan Pegunungan Arjuno.( Jumat, 06/01/2017)

Seusai doa, penonton menyerbu Tumpeng Agung Arjuno. (Jumat, 06/01/2017)

'Ondel-ondel' dengan kostum pengantin Jawa ini adalah salah satu yang menarik perhatian. (Jumat, 06/01/2017)

Leang leong Naga Sakti, Pandan Ladung. Tiap-tiap pengusung bergantian memainkan kepala Naga yang tentunya paling berat. (Jumat, 06/01/2017)

Universitas Brawijaya juga memiliki kelompok kesenian Reog Ponorogo. Mereka tampil di Artjuno Festival kali ini. (Jumat, 06/01/2017)

Hankestra, grup musik asal Kota Malang dengan musik puisi-nya yang khas. (Jumat, 06/01/2017)

Superfusion band Krakatau Reunion menutup Artjuno Festival dengan lagu 'Gemilang'. Di event ini, Dwiki Dharmawan dkk memperkenalkan album terbaru mereka 'Chapter One'. (Jumat, 06/01/2017)

[WA]

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

RINGS    
12:15  14:25  16:35  18:45  21:00
    
SPLIT    
13:00  15:30
    
JOHN WICK: CHAPTER 2    
18:00  20:30 


KOMENTAR

PARTNERS