Jumat, 28 Juli 2017

BE PART OF US!

Mahasiswa UM Buat Wesbsite Untuk Permudah Pendaftaran Administrasi Pernikahan

Dipublish pada: Jumat, 14 Juli 2017

Seiring dengan berkembangnya dunia IT yang begitu pesat dan juga problematika yang terjadi di masyarakat. Salah satu problematika yang terjadi di masyarakat yakni masalah administrasi pernikahan. Melihat zaman globlalisasi saat ini, setiap orang semakin disibukkan dengan aktivitasnya. Banyak orang yang mengalami kendala dalam pengurusan administrasi pernikahan, salah satu permasalahan yang ada yaitu calon pengantin merasa kesulitan mengurus berkas administrasi pernikahan karena jarak rumah mereka jauh dari tempat mereka akan melakukan akad nikah, sehingga mereka harus bolak – balik ke kampung halaman, dan hal ini memerlukan waktu yang cukup lama dan kurang efisien. Maka dari itu, penulis membuat suatu sistem informasi untuk membantu calon mempelai yaitu Layanan Terpadu Pernikahan (LATERPEK).

Layanan Terpadu Pernikahan (LATERPEK) merupakan suatu sistem informasi yang dibuat sebagai suatu sistem informasi yang potensial untuk membantu proses pendaftaran administrasi pernikahan dalam bentuk website. Di Indonesia sebenarnya sudah ada SIMKAH di bawah naungan Kementerian Agama namun hanya di gunakan di Kantor Urusan Agama saja. Sedangkan pada LATERPEK ini, penulis membuat sistem informasi dimana proses pendaftaran adminitrasinya di lakukan secara online oleh calon pengantin. Dengan berkembangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di era globalisasi ini, sehingga kemungkinan besar sistem informasi ini dapat diterapkan dikalangan masyarakat.

Alur pendaftaran pada LATERPEK ini cukup mudah di pahami, seperti halnya dalam melakukan pendaftaran PTN secara online bisa di akses dimanapun dan kapanpun. Setelah melakukan pendaftaran, tahap selanjutnya yaitu menginputkan data yang telah ditetapkan seperti syarat-syarat yang memang harus dipenuhi untuk proses pernikahan. Setelah semua proses itu selesai, akan muncul nomor pendaftaran. Sehingga nantinya akan di permudah dalam proses pendaftaran saja, kemudian calon pengantin ke KUA untuk melakukan validasi data dan selanjutnya calon pengantin dapat melaksanakan akad nikah. Untuk para calon mempelai yang masuk dalam kategori gaptek, bisa ke KUA langsung agar data yang dapat di inputkan oleh petugas.

Dalam proses pengerjaan LATERPEK menggunakan metode waterfall yang terdapat 5 tahapan yaitu: 1) Requirement analisis, 2) Sistem design, 3) Impelementasi, 4) Integration and testing, 5) Operation dan maintance. Pada tahap 2-5 dapat dilakukan beberapa kali sesuai dengan kebutuhan, sehingga setiap hasil akan dilakukan evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan dan
sebagai tahap perbaikan sebelum diujikan secara langsung.

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

DUNKIRK    
12:15  14:25  16:35  18:45  21:00
    
WAR FOR THE PLANET OF THE APES    
12:30  15:15  18:00  20:45    


KOMENTAR

PARTNERS