Kamis, 27 April 2017

BE PART OF US!

Optimalkan Pengolahan Susu, HIMATETA UB Adakan Milk Academy

Dipublish pada: Kamis, 06 November 2014

Untuk memberdayakan potensi masyarakat yang hidup dari hasil peternakan, khususnya sapi perah, Himpunan Mahasiswa Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (HIMATETA FTP UB) menggelar program Hibah Bina Desa (PHBD) 2014 di desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Melalui program yang mendapat bantuan dari Dikti sebesar Rp.40 juta ini, HIMATETA mendirikan 'Milk Academy' atau sekolah pengolahan susu.

“Pada program ini kami mengajak masyarakat untuk memulai usaha sendiri karena potensi susu yang melimpah. Makanya kami melakukan inovasi pada pada jenis produk yang dihasilkan serta teknologi yang digunakan. Masyarakat akan kami ajari bahwa susu tidak hanya bisa dikonsumsi begitu saja tetapi dapat diolah dalam bentuk lain seperti yogurt." kata Akbar Setyo Pambudi (TEP 2012) ketua HIMATETA, seperti dikutip dari laman prasetya online, Selasa (04/11).

Saat ini, sekitar 80% warga Desa Argosari bergantung dari usaha peternakan sapi perah dan sektor pertanian. Dengan populasi sekitar 1500 ekor sapi, setiap harinya per kepala keluarga mampu memproduksi  20-30 liter susu segar.

Meski cukup produktif Ngalamers, namun dengan hanya menjualnya dalam bentuk susu segar ke Koperasi Unit Desa (KUD) hasil yang didapat kurang maksimal. Selain dan cepat busuk, harganya pun cukup murah (sekitar Rp.3.000,00/ liter) dan tak semua susu diterima pihak KUD.

Melalui sekolah pengolahan susu tersebut, masyarakat diberi pembinaan tentang kewirausahaan hingga mereka kreatif menjual produk susu mereka sendiri tanpa bergantung pada koperasi.

Selain itu, masyarakat yang ikut Milk Academy juga mendapat pengetahuan tentang Hot Pasteurization High Voltage (HPHV), serta pemanfaatan teknologi yang mendukung pemasaran produk (Techno Preneur Program).

“Untuk tahap awal, kami juga akan bantu untuk memperluas pasar ke kota Malang Harapannya dalam dua atau tiga bulan kedepan masyarakat peserta Milk Academy sudah mampu untuk berdikari dan mulai beroperasi secara penuh” pungkasnya

Dengan mengusung empat program unggulan, seperti Enterpeuner Program, Tecnology Program, Technoprenur Program & Follow Up Program, Milk Academy saat ini diikuti 30 orang peserta pelatihan yang merupakan seleksi bersama dengan pemerintah setempat.

Sumber: prasetya
Foto Ilustrasi: malangkab

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2    
12:45  15:30  18:15  21:00
    
FAST & FURIOUS 8    
13:00  15:45  18:30  21:15    


KOMENTAR

PARTNERS