Tuesday, 22 August 2017
halomalang.com

BPJS Kesehatan Malang Bikin Care Center 1500-400

16-May-2017 [14:00]

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengembangkan strategi baru untuk mendongkrak jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - Kartu Indonesia Sehat (KIS), Ngalamers.

Caranya berupa pendaftaran calon peserta melalui telepon yang disebut BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. "Kini calon peserta tidak perlu antre lama, bagi yang tidak ingin, atau jauh ke kantor BPJS. Silakan daftar melalui telepon care center 1500-400. Tetapi sebelum telepon pastikan kesiapan data-data berupa nomor kartu keluarga, nomor induk kependudukan, nomor rekening tabungan, nomor ponsel, alamat domisili, dan alamat email," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hendry Wahjuni, dalam sosialisasi layanan BPJS Kesehatan Care Center.

Mereka yang mendaftar melalui telepon akan mendapatkan virtual account (VA), yang dikirim melalui ponsel atau email. Setelah mendapatkan VA, peserta wajib membayar iuran paling cepat 14 hari, dan paling lama 30 hari setelah VA diterbitkan.

Hendry mengakui, kanal ini dipakai untuk mendongkrak kepesertaan JKN-KIS di Indonesia, termasuk Malang. Lembaga yang dipimpin Hendry, menargetkan kepesertaan JKN-KIS tahun 2017 mencapai 2.163.130 jiwa (baik peserta mandiri maupun badan usaha/BU). Dari target itu, sampai April lalu tercapai 1.818.132 jiwa (83 persen).

Hendry mengakui kekurangan 17 persen bukanlah hal yang mudah. "tetap membutuhkan usaha keras, sehingga kami lakukan sejumlah cara. Selain cara terbaru melalui kanal telepon ini, kami juga sudah berkoordinasi dengan mall Lippo Grup sebagai lokasi pendaftaran juga," tegas Hendry.

Ada sejumlah kendala kenapa masyarakat masih enggan mendaftar sebagai peserta JKN-KIS. Dari kelompok peserta mandiri, penyebabnya antara lain malas antre dan lokasi pendaftaran jauh dari rumah.

Sedangkan dari kelompok badan usaha, beralasan karyawan BU diikutkan ke asuransi lain, masih harus konfirmasi ke atasan (biasanya kantor pusat jika BU ada di daerah), karyawan masih dibayar di bawah UMK, dan BU beralasan karyawannya adalah karyawan kontrak, Ngalamers. "Dengan adanya kanal baru, pendaftaran melalui telepon ini kami harapkan mampu menyumbang 25 persen kepesertaan baru di Kota Malang," pungkas Hendry.

Sumber : Tribunnews


BACA JUGA