Tuesday, 22 August 2017
halomalang.com

Kota Malang Masih Darurat Demam Berdarah

12-May-2017 [09:00]

Warga di 57 kelurahan di Kota Malang harus mewaspadai penyakit demam berdarah (DB). Sebab tidak ada kelurahan di Kota Malang yang bebas dari sebaran DB, Ngalamers.

"Tidak ada kelurahan di Kota Malang yang bebas dari DB, di 57 kelurahan, termasuk endemis. Salah satu penyakit di masyarakat urban memang DB. Namun kami terus berupaya menekan kasus DB," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif.

Pihaknya kini mewaspadai siklus puncak DB setiap tiga tahunan. Sejak tahun 2013, jumlah terbanyak kasus DB ada di tahun 2013 mencapai sekitar 500-an kasus. Angka ini terus menurun di tahun 2014, dan 2015. Lantas di tahun 2016 terjadi 446 kasus DB, dengan angka kematian 2 kasus.

Husnul menegaskan cara paling ampuh menurunkan angka DB adalah partisipasi masyarakat di rumah dan lingkungan masing-masing. "Melalui gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) untuk pemberantasan sarang nyamuk. Itu paling efektif," tegas Husnul.

Kawasan yang paling diwaspadai merupakan kawasan padat penduduk, dan kawasan yang banyak dihuni anak kos dan rumah kontrakan. Selain itu, penyakit ini juga bisa ditularkan oleh warga yang mobilitasnya tinggi. "Bisa jadi digigitnya di daerah lain, terus sakitnya di Kota Malang," lanjut Husnul.

Karenanya, Husnul meminta warga yang demamnya naik turun agar waspada. Jika menemui kondisi seperti ini sebaiknya segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau dokter. Menurut Husnul ada pemeriksaan sederhana dan cepat untuk mengetahui seseorang terkena DB atau tidak.

57 kelurahan di Kota Malang ini tersebar di lima kecamatan yakni Klojen, Sukun, Lowokwaru, Kedungkandang, dan Blimbing. Kota Malang merupakan salah satu kota dengan kepadatan penduduk tinggi di Jawa Timur, Ngalamers.

Sumber : Tribunnews


BACA JUGA