Tuesday, 22 August 2017
halomalang.com

Gazebo Perpustakaan Lengkapi Kampung Budaya Polowijen

13-Jun-2017 [14:00]

Wakil Walikota Malang, Sutiaji (kiri) didampingi Rektor Univ. Widyagama Malang Prof. Iwan Nugroho melihat koleksi buku di Perpustakaan Kampung Budaya Polowijen. Sabtu, 10/06/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Saat meresmikan Perpustakaan di Kapung Budaya Polowijen, Sabtu (10/06/2017) Sutiaji Wakil Walikota Malang menyampaikan bahwa kemampuan literasi masyarakat di Indonesia masih rendah.

"Selama ini kebiasaan kita hanya mendengar. Literasi di Indonesia masih rendah. Kini, mulaliah membaca. Karena akan mereaksi pikiran, gampang mengingat, tidak mudah pikun,"  ujarnya.

Yang ia maksud adalah membaca buku, Ngalamers. "Di sini, malah budaya membaca WA (WhatsApp) dan ngerumpi-nya yang tinggi," sambungnya berseloroh.

Pegial literasi Malang & juga pustakawan di Perpustakaan Anak Bangsa, Eko Cahyono (kanan) juga hadir di KBP. Sabtu, 10/06/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Ia mengapresiasai peran banyak pihak untuk mewujudkan perpustakaan di Kampung Budaya Polowijen (KBP) tersebut, salah satunya pihak Universitas Widyagama Malang. Prof. Iwan Nugroho, Rektor Univ. Widyagama juga datang langsung mendampingi para mahasiswa Jurusan Akuntansi yang menjadi motor utama.

"Semoga menjadi manfaat yang besar untuk masyarakat dan KBP. Tak hanya potensi seni budayanya saja, saran saya, di sini perlu guide wisatawan yang dididik bagus. Dibimbing yang baik agar semuanya terlibat. Terutama peran warga," tutur Iwan.

Jika semuanya terkoneksi bagus dan dikenal, wisata budaya di KBP akan menjadi destinasi unggulan di Kota Malang. Terlebih di sekitar KBP terdapat situs, di antaranya petilasan Sumur Windu Ken Dedes dan Mandala Empu Purwa, petilasan Joko Lulo, Makam Mbah Reni penemu Topeng Malangan, dan Mbok Gundari penari Topeng Malangan.

Salah satu tarian topeng yang diperankan para pegiat di Kampung Budaya Polowijen. Sabtu, 10/06/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Gazebo berukuran 3x3 meter yang digunakan sebagai perpustakaan ini  adalah bantuan dari HMJA Univ. Widyagama Malang, termasuk dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Komisariat Malang Raya, serta Bank Indonesia. Untuk koleksi buku, para mahasiswa HMJ Akuntansi mulai menggelar Gerakan 1000 Buku pada 28 Mei - 11 Juni 2017.

Aulia, perwakilan mahasiswa HMJA menyampaikan jika awal tercetus kegiatan ini karena antusiasme anak-anak yang belajar menari, melukis, atau membuat topeng di KPB. Menurutnya, hal ini harus direspon dengan hal positif. Juga membuat mereka betah di KBP. Saat ini ada 1135 buku yang dikoleksi perpustakaan KBP.

Isa Wahyudi, penggagas Kampung Budaya Polowijen. Sabtu, 10/06/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Membangun budaya dan mengembangakan pendidikan sejak awal menjadi tujuan pendirian KBP. Di sini semuanya sudah komplit. Mulai dari guru menari, guru lukis, membatik hingga pengajar mocopat sudah ada," terang Isa Wahyudi, penggagas Kampung Budaya Polowijen di kesempatan yang sama.

Pria yang akrab disapa Ki Demang ini juga menyebut jika beberapa sekolah di Polowijen, Kec. Blimbing sudah mengajukan diri untuk bekerjasama dengan KPB dalam hal Ekskul, yakni membatik. "Bahkan satu sekolah malah merelakan gedungnya untuk kami lapisi dengan Gedhek (dinding bambu). Ini apa nggak salah," sambungnya tertawa.

Selain berada di tepian sungai dan sawah, di dekat KBP juga terdapat beberapa situs, salah satunya Sumur Windu Ken Dedes. Sabtu, 10/06/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Respon positif dari berbagai pihak ini dirasa Isa cukup menggembirakan. Dan tentu saja dampak dorongan di bidang ekonomi warga sekitar menjadi harapan besar.

Kampung Budaya Polowijen diresmikan pada (02/04/2017) lalu oleh Wali Kota Malang, Moch. Anton. Berada di perumahan Cakalang Kavling Auri RT 3 RW 2 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, KBP tak hanya mengajarkan tari topeng, tapi juga beragam keterampilan seperti membatik, melukis hingga tembang Jawa.

Masih butuh tambahan koleksi buku. Seorang anak tengah membaca komik di perpustakaan KBP. Sabtu, 10/06/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

[WA]


BACA JUGA