Tuesday, 22 August 2017
halomalang.com

Malam Ramadhan 2017, Jangan Lewatkan Peristiwa Langit Berikut!

15-Jun-2017 [14:00]

Kenampakan Galaksi Bimasakti atau Milky way dari kawasan Cangar, Kota Batu pada 24/05/2017 lalu. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Sejak pekan awal Juni 2017, tagar #milkyway menghiasi jagad instagram, khususnya postingan para pecinta astrofotografi.

Mulai dari puncak gunung, hingga kawasan 0 mdpl dengan latar lautan yang membentang. Asalkan lokasi tersebut tidak terpapar polusi cahaya 'Jalur Susu' akan jelas.

Tapi kali ini kita tidak sedang membahas sang Bimasakti, Ngalamers. Namun beberapa peristiwa langit yang sayang untuk dilewatkan di bulan Juni ini. Seperti dirilis infoastronomy.org Kamis, (01/06/201) sepanjang bulan ini ada beberapa peristiwa yang akan menemani malam Ramadhan kalian:

Galaksi Bimasakti (Sepanjang Juni 2017).

Tengah tahun, awal kemarau, adalah momen yang tepat untuk menyaksikan bentang jalur susu yang terkenal ini. Halomalang mencoba peruntungan dengan pengamatan di kawasan Cangar, Kota Batu sejak (24/05/2017) lalu.

Gunung Welirang-Arjuno dengan Bimasakti di atasnya, 24/05/2017. (Foto: Putri Windari/Halomalang)

Dan benar, mulai tengah malam hingga dini hari pemandangan cantik ini nampak jelas. Kawasan ini kami pilih karena terbilang cukup jauh dari pencahayaan kota yang terang vertikal.

Sudut Tertinggi Elongasi Venus (03 Juni).

Planet yang muncul di kala senja atau menjelang matahari terbit ini sangat ikonik. Seringkali terlihat sendiri. Pada tanggal tersebut, posisi Venus berada di sudut elongasi tertinggi, sehingga ia akan mucul dalam waktu relatif lama. Venus bersinar terang pada magnitudo -4.3. Terbit sekitar 3 jam 8 menit sebelum matahari menyingsing.

Planet kedua dari matahari ini akan mencapai ketinggian 41 Derajat dari cakrawala timur sebelum memudar saat fajar menyingsing (05.42) waktu setempat. Venus akan sangat terang, ia akan menjadi objek terang ketiga setelah matahari dan bulan.

Konjungsi Bulan dengan Jupiter (04 Juni).

Planet terbesar di Tata Surya kita ini akan berdekatan dengan bulan mulai tengah malam 04 Juni 2017. Saat tengah malam di tanggal tersebut, bulan dan jupiter berada di langit barat (siap terbenam). Pada sore hari menjelang malam, keduanya berada 61 Derajat dari Cakrawala timur.

Tanpa teleskop, Jupiter hanya akan tampak seperti bintang kuning terang di dekat bulan.

Minimoon/Purnama Terkecil Tahun Ini (09 Juni).

Ini adalah kebalikan dari Supermoon. Bulan purnama 09 Juni akan menjadi purnama terkecil tahun ini Ngalamers. 'Terkecil' ini merujuk pada kenampakannya yang 7% lebih kecil dari kalender bulan purnama biasa. Atau 14% lebih kecil dibanding Supermoon. Ini sebenarnya adalah posisi bulan berada di titik orbit terjauh (apoge) ketika melintasi bumi. Jalur lintasannya cenderung oval.

Bulan menjelang #minimoon difoto pada Rabu pagi, 06/06/2017. (Foto: W. Arief/Halomalang)

Di waktu tersebut jarak antara bumi dan satelit alamnya sekitar 406.000 Km. Untuk pengamatan, carilah bulan di langit timur selepas sunset. Bulan akan bergerak perlahan ke barat, dan mencapai titik tertinggi pada tengah malam.

Jika cuaca cerah, minimoon bisa diamati tanpa teleskop di seluruh wilayah Indonesia. Saturnus akan menemani pergerakannya.

Oposisi Saturnus (15 Juni).

Pada pukul 17.00 WIB di tanggal tersebut, kita dapat melihat Saturnus terbit di ufuk timur-berbarengan momen matahari tenggelam. Titik oposisi yang dimaksud adalah Matahari-Bumi-Saturnus akan berada satu garis lurus di bidang edar Tata Surya. Artinya, Saturnus berada di jarak (skala kosmis) terdekat dengan bumi-dan akan sangat terang (amati dengan teleskop).

Saturnus akan terlihat sepanjang malam. Tanpa teleskop, Ngalamers akan melihatnya seperti bintik terang tak berkedip di rasi Ofiukus. Di Indonesia, Saturnus akan mencapai titik tertinggi di langit saat pukul 23.51 waktu setempat.

Fase Bulan Kuartal Akhir (17 Juni).

Sepekan sebelum Idul Fitri, berarti bulan masuk kuartal akhir. Sebagian permukaannya akan setengah lingkaran, namun bagian yang tampak dari bumi ini adalah kebalikan dari kuartal awal.

Bulan akan terbit 6 jam lebih awal daripada Matahari (Dari timur sekitar pukul 00.00) tepat berada di tengah lagit pada sekitar sunrise. Dan akan tenggelam di ufuk barat pada pukul 12.00 waktu setempat.

Solstis Musim Panas (21 Juni).

Seringkali disebut peristiwa titik balik matahari. Momen ini adalah matahari berada titik terjauh di utara maupun selatan khatulistiwa. Di tanggal tersebut, matahari akan mencapai titik paling utara dan Kutub Utara Bumi akan miring ke arah matahari sekitar 23,4 derajat. Di Indonesia, peristiwa ini hampir tak berdampak.

Matahari hanya akan terlihat terbit tidak tepat dari Timur, melainkan sedikit ke Timur laut. Ini menjadi tanda awal musim panas/musim kemarau.

Fase Bulan Baru (24 Juni).

Fase bulan baru akan terjadi pada pukul 09.32 WIB. Biasanya, hilal atau bulan sabit muda akan tempak beberapa jam setelah fase ini. Sehingga bisa ditetapkan 01 Syawal 1438H atau Hari Raya Idul Fitri.

Fase ini terjadi saat Bulan berkonjungsi dengan matahari (sudut elongasi terhadap matahari 0 Derajat). Pada momen ini Bulan takkan terlihat di langit bumi.

Semoga cuaca cerah!

Sumber: infoastronomy


BACA JUGA