Tuesday, 22 August 2017
halomalang.com

Pantai Clungup

Konservasi Mangrove. Sisi Timur Pantai Clungup di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. 29/10/2015. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Dari sisi jumlah maupun jenisnya, Malang Raya memang pantas disebut sebagai salah satu 'surga' nya wisata alam di Jawa Timur. Selain gunung, dan air terjun, pantai adalah tujuan yang tak boleh Ngalamers lewatkan. Salah satunya adalah Pantai Clungup yang terletak di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Lokasi pantai ini berada di area Jalur Lintas Selatan Malang, pertigaan ke kanan arah Pantai Goa China jika Ngalamers menuju Sendang Biru. Setelahnya ikuti penanda arah Pantai Clungup di pertigaan pertama. Sampai depan BRI Cabang Sumbermanjing Wetan ada jalan kecil ke arah kanan masuk permukiman warga. Itulah salah satu jalur yang harus dilalui.

Ketika Surut. Karena mirip sebuah teluk, Pantai Clungup memiliki ombak yang cukup tenang dan air yang dangkal. 29/10/2015. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Pantai yang terletak di sisi barat Pantai Sendang Biru ini tak hanya menawarkan panorama bagus plus ombak yang tenang, tapi juga sebagai wahana edukasi pelestarian Mangrove.

Untuk masuk kawasan konservasi Clungup yang mejadi perlindungan dan rehabilitasi Mangrove di Malang Selatan ini, pengunjung harus menaati beberapa peraturan. Berbeda dengan pantai-pantai lainnya, Ngalamers. Terlebih dahulu harus melapor kepada pengelola kawasan, dalam hal ini adalah 'Bhakti Alam Sendang Biru' yang berada pos masuk sebelum parkir. Kemudian membayar tiket masuk Rp.5000,- yang bercap Perhutani. Setelah konfirmasi tujuan, barang bawaan wisatawan akan dicek oleh petugas. Terutama barang bawaan berupa minuman botol, gelas plastik, kaleng, mie/kertas minyak, peralatan mandi, plastik sampah, snack, rokok, hingga tempat makanan.

Jumlah ketika masuk dan pulang harus sama Ngalamers, jika berkurang akan dikenakan denda Rp.100.000,- per item.

Gerbang masuk Clungup Mangrove Conservation. Akses menuju Pantai Gatra, Mbangsong, maupun Tiga Warna harus melalui pintu gerbang ini. 29/10/2015. (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Check list ini diterapkan untuk menjaga kondisi lingkungan tetap asri. Karena kawasan ini sudah ditetapkan sebagai area konservasi," kata Eko, petugas dari Bhakti Alam Sendang Biru ketika ditemui halomalang, 29 Oktober 2015 lalu. "Bahkan dulu ada pengunjung yang lupa membawa pulang satu bungkus permennya, ya karena takut denda akhirnya ia harus balik mencari," sambungnya.

Selain chek list barang, total ada 12 peraturan yang harus ditaati, contohnya: Dilarang berburu, dilarang membawa miras dan narkoba, dilarang mengambil/merusak terumbu karang dan pasir, dilarang berbuat zina, dll.

Karena merupakan wilayah konservasi, diberlakukan prosedur yang ketat terhadap pengunjung yang datang. 29/10/2015. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Setelah pos perijinan, Ngalamers bisa memarkirkan kendaraan roda dua di halaman setelah pintu masuk. Tiket parkir Rp.5000,- per kendaraan (roda 2). Kendaraan roda empat harus parkir agak jauh (sekitar 500m) di dekat permukiman warga. Tak sampai 10 menit berjalan kaki dari area parkir Ngalamers akan melihat hamparan hutan Bakau/Mangrove yang cukup luas di sisi Selatan jalan setapak.

Ada beberapa jenis Mangrove yang ditanam, salah satunya adalah Mentigi. Kawasan ini membentang sedikit ke barat hingga ke bibir pantai Clungup. Tapi masih dalam satu kawasan sisi timur pantai Clungup.

Ditandai. Salah satu jenis Mangrove yang tumbuh di area Pantai Clungup. Pepohonan ini memiliki banyak fungsi, selain sebagai pencegah abrasi, juga sebagai tempat hidup berbagai satwa. 29/10/2015. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Pantai Clungup sendiri (ketika air normal) memiliki ombak yang sangat tenang, dan air yang dangkal. Karena lokasinya memang mirip teluk. Menyatu dengan Pantai Gatra dengan karang-karang yang unik di sebelah selatan. Ketika surut Ngalamers bisa menuju Pantai Gatra melewati 'lautan' pasir Clungup. 'Lautan pasir' inilah yang menjadi batas antara Clungup sisi barat dan timur.

Untuk menuju Clungup sisi barat yang menuju arah Pantai Mbangsong dan Tiga Warna, pengunjung harus seijin dan didampingi petugas. Karena terdapat area konservasi lainnya: Penyu dan Terumbu Karang. Area camping hanya diperbolehkan di sekitar Clungup dan Pantai Gatra.

Hutan Mangrove di sisi timur Pantai Clungup yang tumbuh dengan baik. 29/10/2015. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Nah yang perlu diperhatikan adalah, pada setiap Kamis (mulai September 2015) area konservasi Clungup mengadakan libur kunjungan. Pada hari tersebut aka dilakukan pembersihan kawasan pantai maupun penanaman mangrove.

Ngalamers yang ingin berkunjung dalam jumlah rombongan terutama untuk menuju pantai Tiga Warna, bisa menghubungi/reservasi nomor: 081233339889 (Phone) dan 081232677713 (SMS)

 [WA]


BACA JUGA