Kamis, 29 Juni 2017

BE PART OF US!

Penjaga Kenangan Masa Kecil [1]: Pak Toha, Puluhan Tahun Bergelut Dengan Pesawat Mainan

Dipublish pada: Senin, 02 Januari 2017

 

Hampir setiap hari Pak Toha berjualan pesawat mainan dari kayu di sekitaran Jl. Ijen.

Jika Ngalamers melintasi kawasan Jl. Ijen Kota Malang (area Simpang Balapan - Bakorwil) pasti sering melihat seorang bapak yang asyik dengan beberapa pesawat mainan yang berdiri acak di atas karung putih. Baling-balingnya berputar tertiup angin. Ada yang polos dan warna-warni. Dijual antara Rp.30 ribu - 50 ribu sesuai warnanya.

"Seringkali ada yang menawar Rp.10 ribu mas, biasanya anak muda. Masih saya anggap wajar. Kalau orang (tua) mbeliin cucu atau anaknya malah nawar lebih murah, ada yang Rp.2500 - 5000." kata bapak berpeci ini kepada halomalang.

"Bahkan pernah cuma ditawar 5 sen, mungkin karena harga mainan di jaman bapak (pembeli) tersebut segitu. Kulo namung mesem (saya cuma tersenyum)." imbuhnya dengan ramah.

Mainan berbahan kayu randu yang dijual Pak Toha tak setiap hari laku terjual. "Jualan sampai malam, bahkan pernah tak laku sama sekali mas, akhirnya ya nginep". katanya. Bagi Pak Toha, pantang untuk pulang sebelum membawa hasil. Termasuk untuk berangkat dari rumahnya di kawasan Kecamatan. Jabung, Kabupaten Malang.

Beliau sering berjalan kaki untuk sampai di kawasan Jl.Ijen. Dari pusat Kota Malang jaraknya lebih dari 20 Km, jarak yang cukup jauh. Ongkos untuk angkutan umum baginya terlalu mahal, hal tersebut telah dijalaninya selama 3 tahun dan bukan masalah.

Ngalamers, Pak Toha telah membuat mainan dari kayu dan berjualan keliling sudah lebih dari 30 tahun di berbagai kota, bersama sang Paman, keluarga sekaligus partner kerjanya. Bahan kayu didapat dari Pohon Randu yang ia tanam sendiri. Bagi Pak Toha membuat anak-anak kecil tersenyum lebar ketika memegang mainan buatannya adalah kebanggaan, sebuah kebahagiaan.

"Ya mau bagaimana lagi, sudah hobi mas. Eman kalau anak-anak gak kenal dolanan tradisional. Rejeki sudah ada yang ngatur. Yang penting ikhlas berusaha". terangnya.

Di tengah kepungan gadget, mainan modern, serta berbagai gaya hidup 'instan' yg sulit terhindarkan saat ini, ketekunan Pak Toha adalah contoh semangat yang sudah jarang kita temui. Semangat untuk menjaga hal - hal sederhana yang orang lain mungkin anggap remeh, namun berharga, dan memang layak dipertahankan, Ngalamers.

[WA]

comments powered by Disqus

BIOSKOP
DIENG

TRANSFORMERS: THE LAST KNIGHT    
11:30  12:00  14:30  15:00  20:00  20:30    


KOMENTAR

PARTNERS