halomalang.com

Warga Jalan Semeru Harus Menelan Kekecewaan

17-Apr-2012 [00:00]

Pasar Tugu

Rapat antara Pemkot Malang dengan Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu (IPBWT) yang berlangsung di Balai Kota hari Minggu (15/04/2012) kemarin tidak membuahkan hasil sesuai yang diinginkan warga Jalan Semeru.

Hasil rapat yang dipimpin Sekretaris Kota Malang, Dr. H. Shofwan tersebut adalah para pedagang masih diminta melakukan pendekatan kepada warga yang selama ini keberatan dengan keberadaan Pasar Tugu. Warga Jalan Semeru pun heran dengan hasil rapat tersebut. Warga mempersilahkan jika para pedagang ingin musyawarah, namun warga tetap berdiri pada pendiriannya yang menolak Pasar Tugu digelar di Jalan Semeru.

“Kami terbuka jika pedagang ingin berkomunikasi dengan warga. Tapi sikap warga tetap tak menyetujui. Warga punya alasan yang jelas terhadap hal ini,” kata Nurhadi, Ketua RW 07 Kelurahan Kauman kepada Malang Post  kemarin.

Alasan warga menolak keberadaan Pasar Tugu ini yang pertama adalah karena telah melanggar UU Lalu Lintas. Dalam UU tersebut jelas tertulis bahwa jalan tidak boleh digunakan untuk fungsi lain. Nurhadi juga menegaskan pada dasarnya bukan keberadaan Pasar Tugu itu sendiri yang dipermasalahkan. Namun keberadaan Pasar Tugu di Jalan Semeru dinilai menyalahi UU Lalu Lintas dan mengganggu kenyamanan warga.

Warga juga mempertanyakan keputusan Pemkot yang meminta pedagang melakukan pendekatan kepada warga. Menurut Nurhadi, hal tersebut sama saja dengan membenturkan warga dengan pedagang. Padahal sebenarnya tugas Pemkot-lah untuk menyelesaikan persoalan ini, bukan malah mengembalikan lagi ke warga.

Saat ini lanjut dia, warga Jalan Semeru menunggu jawaban pemkot terhadap surat yang diajukan pekan lalu. Dalam surat itu, warga mempertanyakan keseriusan pemkot merelokasi Pasar Tugu menyusul turunnya izin penggunaan Jalan Bela Negara untuk tempat relokasi Pasar Tugu.

Sumber: MalangPost



BACA JUGA