halomalang.com

Warga Semeru Menuntut Supaya Pasar Tugu Segera Direlokasi

10-Apr-2012 [00:00]

Pasar Tugu Malang

Kesabaran warga Jalan Semeru dan sekitarnya rupanya sudah hampir habis. Mereka mulai mendesak Pemkot Malang supaya memindahkan Pasar Tugu dalam pekan ini juga. Apalagi Kodam V Brawijaya juga telah menyetujui Jalan Bela Negara (Rampal) dijadikan lokasi Pasar Tugu yang baru.

”Kodam V Brawijaya menyetujui Jalan Bela Negara digunakan untuk menempatkan pedagang Pasar Tugu. Persetujuan sudah disampaikan melalui surat kepada Pemkot Malang beberapa hari lalu,” ujar Danrem 083/Baladhika Jaya, Kol (Inf) Tatang Sulaiman kepada MalangPost Minggu (08/04/2012).

Pemkot juga diminta memperhatikan beberapa hal penting saat menggunakan Jalan Bela Negara. Salah satunya yaitu mempertihatikan kebersihan lokasi. Pemkot juga akan memperbaiki kondisi Jalan bela Negara sehingga lebih nyaman untuk digunakan.

Padahal warga Semeru sendiri sepertinya sudah gerah dengan keberadaan Pasar Tugu dan mendesak Pemkot Malang untuk memindahkan Pasar Tugu dalam pekan ini juga. Artinya, Pasar Tugu jangan digelar di Jalan Semeru lagi mulai hari Minggu nanti. Desakan ini muncul karena belum adanya kepastian dari Pemkot padahal warga merasa dirugikan atas keberadaan pasar yang digelar setiap hari Minggu ini.

“Sambil tunggu waktu pindah ke Jalan Bela Negara, kami mendesak supaya pedagang dipindahkan ke Bundaran Tugu  terhitung mulai Minggu ini,” tegas Ketua RW 07, Kelurahan Kauman, Nurhadi didukung warga Jalan Semeru. Bundaran Tugu diusulkan menjadi tempat Pasar Tugu supaya namanya lebih tepat. Apalagi kawasan Tugu merupakan ikon kota Malang.

Warga mengatakan sebenarnya warga sudah bersabar dan memberi toleransi sejak tiga tahun lalu. Bahkan sudah melebihi batas waktu terhitung sejak akhir tahun 2011 lalu. Warga Semeru menuntut Pasar Tugu segera dipindah karena pedagang Pasar Tugu tidak pernah mewujudkan komitmen dalam mematuhi sejumlah aturan demi kenyamanan warga. Ada pula warga yang merasa usahanya terganggu dengan adanya Pasar Tugu ini. Apalagi, Jalan Semeru merupakan jalan raya untuk lalu lintas kendaraan. Bukan untuk pasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ida Ayu Wahyuni, meminta kepada warga Semeru untuk sabar karena saat ini pihaknya sedang melakukan berbagai upaya. Ida Ayu belum bisa memastikan kapan pindah, namun pihaknya tetap berupaya.

Ngalamers apakah memiliki pendapat sendiri mengenai hal ini? :)

Sumber: Malang Post

Sumber foto:
foursquare.com
indonesiabox.com
deris.unsri.ac.id



BACA JUGA