halomalang.com

Revitalisasi Ekosistem, Jalur Pendakian ke Semeru Ditutup

21-Nov-2012 [12:00]

Revitalisasi Ekosistem, Jalur Pendakian ke Semeru Ditutup

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) yang berkantor di Malang, resmi menutup jalur pendakian ke Gunung Semeru sejak 20 November 2012, Ngalamers. Penutupan jalur pendakian menuju puncak Mahameru itu sengaja dilakukan demi kelancaran revitalitas ekosistem. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Humas BB TNBTS, Bambang Rudi, Selasa (20/11/2012) di kantornya. "Penutupan total jalur pendakian ke Gunung Semeru sejak tanggal 20 November 2012," katanya.

Penutupan tersebut dilakukan untuk merevitalisasi ekosistem di jalur pendakian yang rusak selama masa pendakian dibuka. Adapun beberapa ekosistem yang rusak di antaranya vegetasi seperti perdu dan vegetasi lainnya yang rusak akibat diduduki pendaki saat berhenti istirahat, Ngalamers. "Sejak hari ini, Kepala BB TNBTS juga tengah melakukan evaluasi dan koordinasi di Pos I Rasanupane. Koordinasi dilakukan untuk mendata rambu-rambu di jalur pendakian yang perlu diperbaiki mulai dari Pos Ranupane hingga vegetasi terakhir yang akan menuju puncak Mahameru," kata Bambang.

Penutupan jalur pendakian di Gunung Semeru juga sengaja dilakukan untuk memberikan keleluasaan bagi satwa untuk bergerak lebih bebas dan tidak terganggu para pendaki yang datang. "Sehingga satwa bisa berkembang biak tanpa terganggu," jelasnya.

Selain itu, lanjut Bambang, penutupan jalur pendakian juga bertujuan untuk mempersiapkan para pendaki yang ingin mendaki di akhir tahun 2012 nanti, Ngalamers. "Saar akhir tahun biasanya akan banyak pendaki yang datang," ujarnya.

Sebelumnya, di awal bulan November, jalur pendakian menuju puncak Mahameru itu juga sempat ditutup. Pasalnya, pihak BB TNBTS perlu melakukan evaluasi kasus pasca hilangnya seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Muhammad Firas Awaludin Iqbal (19) sejak (29/10/2012) lalu.

Nah, tampaknya Ngalamers yang hendak melakukan pendakian dan menaklukkan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dalam waktu dekat harus mengurungkan niat sampai jalur pendakian dibuka kembali.

Sumber: Kompas.com 



BACA JUGA