Saturday, 19 October 2019
halomalang.com

Tiga Hari di Jurang Semeru, Iqbal Hanya Ingat Pesan Ayah

03-Nov-2012 [10:00]

Iqbal bersama Ibu Maria

Muhammad Firas Awaludin Iqbal, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Semeru, kini sudah berada di rumah orangtuanya yang ada di Dusun Demang Jaya RT04/RW01, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, dalam kondisi selamat, Ngalamers.

Setibanya Iqbal di rumah, raut lega dan gembira nampak jelas terlihat dari semua keluarga dan tetangganya. Mahasiswa semester II Fakultas Teknologi Hasil Pertanian UB ini sendiri diantar pulang oleh rombongan tim SAR gabungan, Ngalamers. "Kondisi fisik dan psikologisnya sudah bagus. Jadi, kita tidak perlu bawa ke rumah sakit," kata Lutfi, anggota Lembaga Kesehatan Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya, yang ikut mencari Iqbal.

Selama tersesat di Jurang Puncak Mahameru, Iqbal mengaku bisa bertahan karena hujan, Ngalamers. "Saya bisa hidup, berkat air hujan yang saya minum," katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Jum'at (2/11/2012). Selama tiga hari empat malam, Iqbal hanya minum air hujan.

Untungnya, Iqbal juga membawa cokelat. "Itu sisa bekal saya. Saya juga sempat bermalam di dalam sebuah gua. Di sana, saya bermalam selama dua malam," kata putra pasangan Maria Ulfa (41) dan Eko Haryanto (44) itu.

Menurut Iqbal, dirinya bisa selamat di dalam hutan selama berhari-hari itu karena berpatokan pada pesan bapaknya yang pernah bercerita tentang pengalamannya saat ada di dalam hutan dulu, Ngalamers. "Ayah saya juga pernah hilang enam hari di hutan di Gunung Semeru juga," akunya. Saat Iqbal juga tersesat, ia mengutip pesan sang ayah. Pesan tersebut yakni harus fokus dan optimis. Pikiran harus tenang. "Kalau pikiran tenang yakin akan selamat," sambungnya.

Berita terkait:
Mahasiswa Universitas Brawijaya Hilang di Gunung Semeru 
Cari Mahasiswa Hilang, Dua Tim Pecinta Alam ke Semeru
Mahasiswa Hilang Ditemukan di Jurang Semeru 



BACA JUGA