halomalang.com

Rp 500 Juta untuk 5 Desa Wisata di Kota Batu

29-Jun-2013 [13:00]

Lima Desa Wisata di Kota Batu akan diguyur dana pengembangan wisata dari Pemerintah Pusat, Ngalamers. Lima desa itu akan mendapatkan anggaran masing-masing Rp 100 juta, sehingga totalnya mencapai Rp 500 juta. Aliran dana itu sendiri diperoleh dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Adapun lima Desa Wisata yang akan dikembangkan itu antara lain adalah Desa Punten, Gunungsari, Bulukerto, Pandanrejo, serta Tlekung.

Dipilihnya lime desa itu lantaran masing-masing desa dinilai memiliki potensi wisata berbeda. Namun, untuk Desa Punten dan Gunungsari rencananya akan digunakan Sebagai percepatan desa wisata modern, Ngalamers. Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Mistin, Jumat (29/6/2013).

Menurut Mistin, proposal semua desa sudah diajukan dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Saat ini, sedang menunggu pencairan anggarannya. "Satu lagi desa wisata yang mendapatkan adalah Desa Sumberejo. Desa ini sudah tiga kali ini mendapatkan dana PNPM. Di sana, masyarakat menggunakannya untuk pengembangan wisata petik sayur. Paket pengajuan proposal semua desa kami pada Maret 2013," ujar Mistin.

Ia menjelaskan, potensi Desa Wisata Punten adalah petik apel, flying fox. Sementara Desa Gunungsari yakni petik mawar. Lalu, Desa Bulukerto sebagai pembudidaya kelinci hias. Selanjutnya Padanrejo untuk wisata petik strawberry. Terakhir, Desa Tlekung akan mengoptimalkan wisata alam Coban Putri. "Khusus di Desa Tlekung akan dibuka camping ground dan tempat outbond," imbuhnya.

Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan mengaku dana sebesar itu akan digunakan untuk program 'strawberrysasi' di wilayahnya. Yakni, lebih dulu pengadaan bibit dan dibagikan kepada setiap pemilik rumah, Ngalamers. Nah, dari situlah pembudidayaan strawberry bisa dilakukan di setiap pekarangan rumah.

Lebih lanjut, Manan menegaskan bahwa dirinya akan mewajibkan warga desanya untuk menanam pohon strawberry. Ketika pohon strawberry sudah bisa berbuah, pihaknya akan mengarahkan wisatawan untuk mengunjungi rumah warga. Saat ini, di Desa Pandanrejo sudah memiliki lahan pohon strawberry seluas 4 hekltare. "Ketika wisatawan memetik buah strawberry itu, nanti warga mendapatkan manfaatnya juga berupa kompensasi. Atau, kami bengkitkan home industry untuk mengolah buah strawberry menjadi sari strawberry, selai, dan dodol," harapnya.

Sumber: Tribunnews 
Foto: Kompas



BACA JUGA