Sunday, 23 September 2018
halomalang.com

Tuntut Kompensasi, Warga Demo Penambang Pasir Besi di Pantai Wonogoro

19-Sep-2013 [12:00]

Ratusan warga pesisir Pantai Wonogoro melakukan demonstrasi di lokasi penambangan pasir besi di Pantai Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Rabu (18/9/2013). Mereka menuntut kompensasi penambangan pasir besi, Ngalamers.

Koordnator aksi massa, Untung mengatakan, pihaknya mempertanyakan legalitas perijinan aktivitas penambangan pasir besi itu. "Masyarakat meminta kompensasi sebesar Rp 500 per kilo gram pasir besi yang diangkut untuk pembangunan infrastruktur lingkungan dan fasilitas umum lainnya yang ada di sekitar lokasi penambangan," terangnya, Rabu (18/9/2013).

Selain itu, massa juga meminta pengusaha membeber dasar hukum penambangan yang menggunakan alat berat serta meminta menunjukkan legalitas perijinan yang sudah dikantongi pengusaha, Ngalamers. "Aksi massa ini kita sama pengusaha tadi bersepakat akan ada pertemuan berikutnya yang akan dilakukan pada hari Rabu (25/9/2013) depan di gedung DPRD Kabupaten Malang dengan difasilitasi anggota dewan," jelas Untung.

Sementara itu, Direktur Teknis Managemen Koperasi Tambang Indonesia tiga, Marcus Ronowijoyo saat dikonfirmasi di lokasi penambangan mengaku telah mengantongi ijin penambangan pasir besi di pantai itu. "Seluruh legalitas sudah kita kantongi, sehingga tidak mungkin penambangan pasir besi yang dilakukan itu ilegal," tegasnya.

Sebab, lanjutnya, update informasi pertambangan dan regulasinya sangat ketat, sehingga seluruh perijinan sudah dikantongi pihak managemen, Ngalamers. "Bahkan kita saat ini sudah memiliki Ijin Pertambangan rakyat (IPR), tidak hanya itu managemen juga sudah terdaftar di rekonsiliasi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang artinya, seluruh prosedur sudah sesuai dengan mekanisme," bebernya sambil membuka beberapa dokumen yang dimiliki perusahaan.

Disinggung soal tuntutan warga, Marcus mengaku akan mempertimbangkannya. "Ya tuntutan warga yang meminta kompensasi Rp 500 per satu kilo pasir besi yang ditambang itu kita akan bicarakan di internal perusahaan," tukasnya.

Kata marcus selama ini managemen sudah memikirkan fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi penambangan, seperti pelebaran jalur lintas selatan selebar 24 meter sepanjang 5 kilometer dan sejumlah bantuan bangunan fisik lainnya. "Kita tidak tutup mata kok, pra saja kita sudah beri bantuan untuk fasum, itu belum termasuk serapan tenaga kerja masyarakat sekitar, itu bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat kok," tambah Marcus.

Sumber: RRI 



BACA JUGA