halomalang.com

Survei: Kota Malang Tak Nyaman Lagi

07-Dec-2013 [09:00]

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur menilai Kota Malang tak pantas menerima penghargaan langit biru dari Kementerian Lingkungan Hidup, Ngalamers. Alasannya, Kota Malang kebanggaan Ngalamers ini dinilai sudah tak nyaman lagi seperti sedia kala. Hal itu dilihat dari kualitas udara Kota Malang yang kian menurun dan tingkat kepadatan kendaraan di Malang semakin tinggi. "Malang semakin macet, tingkat polusi emisi gas buang semakin tinggi," kata Purnawan Dwikora Negara, Dewan Daerah Walhi Jawa Timur, Jumat (6/12/2013).

Walhi menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang gagal menyediakan transportasi massal yang murah dan nyaman. Angkutan kota yang tersedia dinilai tak memadai, sehingga banyak warga yang memilih membeli kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.

Selain itu, ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota menyempit. RTH beralih fungsi menjadi kawasan bisnis dan kantor pemerintahan. Misalnya saja RTH di hutan kota bekas kampus Akademi Penyuluh Pertanian. Kini, lahan tersebut telah berubah fungsi menjadi perumahan mewah. Pun dengan jalur utama kota disesaki bangunan rumah toko dan perhotelan, Ngalamers.

Hasil survei Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya (UB) Malang juga menyebutkan, warga Malang tak nyaman lagi dengan kondisi Bumi Arema dewasa ini. Sebab selain polusi udara dan menyempitnya ruang hijau, ada pula faktor suhu udara yang dirasa tambah panas.

Sekedar diketahui, sebelumnya Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Malang, Nuzul Nurcahyo, bersama Wali Kota Malang menerima penghargaan Langit Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pengumuman dibuat kementerian itu pada Kamis (5/12/2013) lalu. Kota Malang mendapat penghargaan dalam kategori kota besar bersama empat kota lain yakni, Bandar Lampung, Manado, Padang, dan Pontianak.

Bagaimana menurut Ngalamers tentang kondisi Kota Malang saat ini?
 
Sumber: Tempo 



BACA JUGA