Sunday, 17 November 2019
halomalang.com

Banyak Pencurian Terumbu Karang di Pantai Selatan Malang

10-Feb-2014 [12:00]

Maraknya kasus pencurian terumbu karang di Pantai Selatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang sangat disayangkan berbagai pihak, Ngalamers. Sebab nilai rupiahnya tidaklah seberapa dibanding dengan kerugian jangka panjang pada kelangsungan hidup biota laut. "Kalau terumbu karang banyak dicuri, kerugiannya adalah ikan tidak bisa berkembang biak. Sehingga nelayan akan kesulitan mencari ikan," jelas Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang, Minggu (9/2/2014).

Baru-baru ini, tepatnya Sabtu (8/2/2014) sebanyak tiga pencuri terumbu karang berhasil dibekuk oleh Polres Malang. Ketiganya kini tengah menjalani proses pemeriksaan di Polres Malang.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka bekerjasama dalam mengambil dan menjual terumbu karang yang diambil dari Pantai Selatan. Harga per kg terumbu karang yang mereka jual ke pasaran yakni sebesar Rp 5.000, Ngalamers. "Terumbu karang yang sudah diambil mereka ya tidak bisa dikembalikan lagi. Terumbu karang kan seperti tanaman hidup," jelas Wahyu.

Terumbu karang yang dicuri komplotan ini banyak yang diambil dari Pantai Bajul Mati, Pantai Wonogoro dan Pantai Goa Cina, Pantai Balekambang, Pantai Kondang Merak, Pantai Ngliyep dan Kondang Iwak.

Selain dicuri, lanjut Wahyu, banyak pula terumbu karang di pesisir Pantai Selatan Malang yang dihancurkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, perlu dibuat terumbu-terumbu baru untuk menjaga habitat biota laut. Dan hal ini tentunya memakan waktu yang tidak sebentar. "Setiap tahun kita menganggarkan Rp 500 juta dari APBD dan APBN untuk membuat terumbu karang yang baru lagi," ujarnya.

Harga terumbu karang baru ini relatif mahal, sehingga tidak bisa didapat banyak. Pasalnya, untuk mendapatkannya Pemkab Malang harus mencarinya ke Bali dan Ancol, Ngalamers.

Sejauh ini, kerusakan terumbu karang terbanyak ada di Pantai Sendangbiru dan Pantai Kondang Merak. "Di sana sudah banyak yang hancur," ungkapnya.

Oleh karena itu, Wahyu berharap agar penggiat pokwasmas yang ada, mau turut serta untuk mengawasi agar kejadian pencurian terumbu karang tak lagi terulang.

Sumber: Tribunnews 



BACA JUGA