Sunday, 17 November 2019
halomalang.com

Pantai Balekambang Punya Fasilitas Baru

09-Apr-2014 [11:00]

Pantai Balekambang akan mempunyai fasilitas baru, yaitu kini dilengkapi gedung pertemuan, namun gedung ini masih belum difungsikan karena belum ada isinya, Ngalamers.

"Nanti akan diisi mebelernya. Anggarannya sekitar Rp 100 jutaan," jelas Made Arya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang kepada Surya Online, Minggu (30/3/2014). Anggaran itu antara lain untuk beli meja kursi agar gedung itu bisa dimanfaatkan. Gedung itu dekat penginapan Wibisono yang dikelola oleh PD Jasa Yasa. Lokasinya berada ketinggian. Sehingga view-nya bisa melihat keindahan Pantai Balekambang, Ngalamers.

"Dinas menambah aset dengan membuat gedung itu. Nanti bisa untuk pertemuan atau kegiatan outbound. Karena itu ada anggaran untuk penambahan mebeler seperti meja kursi," kata Made.

Ditambahkan Asy'arie, Direktur Administrasi PD Jasa Yasa, untuk melengkapi fasilitas di Pantai Balekambang, kini listrik juga sudah masuk. Sementara itu, untuk fasilitas komunikasi wisatawan, sudah ada repeater Telkomsel. "Rencananya, bulan depan akan jadi BTS. Sehingga sinyalnya makin kuat di kawasan Balekambang," ungkap Asy'arie terpisah. Dengan adanya BTS nanti, maka keluhan wisatawan terkait sinyal telepon setidaknya bisa teratasi.

Selama ini, ketika masuk kawasan sekitar hutan menuju Pantai Balekambang, sinyal telepon rata-rata sudah hilang. Selain itu, penataaan parkir juga dilakukan untuk kenyamanan pengunjung. "Parkir nanti akan ditata di belakang bedak-bedak," kata Asy'arie. Ditambahkan Made, Pantai Balekambang adalah andalan objek wisata pantai Kabupaten Malang.

"Acara-acara di pantai kita promosikan. Sebab wisatawan luar negeri juga senang dengan wisata pantai," papar mantan Kadispora Kabupaten Malang ini. Hal ini sudah dilakukan ketika baru-baru ini melakukan pameran ke luar negeri. "Objek wisata lain seperti Pantai Ngliyep juga kita promosikan. Tapi primadona memang Pantai Balekambang," paparnya.

Meski Pantai Balekambang jadi andalan, jumlah pengunjung pantai tidak menentu. Hal itu dirasakan oleh Agus HP (51), pedagang suvernir di dekat Pulau Ismoyo di kawasan pantai itu.

"Ramainya paling saat hari libur dan pas ada acara tertentu," kata Agus kepada Surya Online. Sehingga pendapatannya sebagai penjual suvenir tidak menentu.

"Kalau hari Minggu bisa dapat Rp 200.000 sampai Rp 400.000," kata warga Desa Sumberejo, Kecamatan Bantur itu. Ia menjual suvenir dari kerang. Tapi bahannya ada yang diambil dari Pasir Putih Situbondo dan pantai selatan Malang. Yang dari pantai selatan Malang ada kerang kuwuk. Benda itu ia manfaatkan jadi gantungan kunci.

Kuwuk didapat dari warga harganya Rp 25.000 per kg. Setelah disortir,  1 kg kerang kuwuk bisa dibuat 120 biji. Setelah dibor dan diberi gantungan kunci yang dibelinya di Pasar Turi Surabaya, bisa dijual Rp 2000 per biji atau ditawar Rp 5000/ tiga biji. Ada juga karang blamkem yang dikreasi jadi tempat puntung rokok dijual Rp 5000 per biji. Kadang pengunjung menawar Rp 4000 ber biji, Ngalamers.

"Jualan suvenir itu pasang surut. Apalagi Balekambang situasi pantainya gini-gini aja. Apalagi lokasi jauh," papar Agus yang berjualan sejak 1998. Selain suvenir kerang, di pantai ini juga ada yang berjualan suvenir kaos dan baju-baju.

Sumber : Tribunnews



BACA JUGA