Thursday, 27 February 2020
halomalang.com

Lika-liku Berburu Loakan Di Pasar Comboran

15-May-2014 [03:00]

 

Apa yang Ngalamers bayangkan kalo mendengar kata Malang. Arema, Bakso, Apel, bahasa walikan? Itu semua dah tidak asing ditelinga kita, ada satu lagi yang perlu diingat, Pasar Baru Timur atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Loak Comboran! Iya, sebuah pasar tradisional masih bertahan dan diakrabi oleh banyak warga Kota Malang. Pasar yang berada di Jl. Profesor Mohammad Yamin, yang dikenal sebagai pasar dengan produk-produk barang bekas terbesar di Malang. Di sanalah aneka barang kebutuhan bisa ditemukan dengan harga dijamin super miring!

Sebenarnya barang yang dijual tidak 100 % barang bekas, karena bisa juga kita temukan barang-barang yang masih baru keluaran pabrik yang masih terbungkus rapi dan bersegel. Hampir semua kebutuhan bisa kita temukan, deretan penjual sepeda, barang elektronik, alat pertukangan, alat kelistrikan dan yang utama di dalam lokasi Pasar Comboran adalah onderdil kendaraan mulai dari kendaraan roda dua sampai sekelas truck, karena memang di pasar ini, pehobi otomotif seperti menemukan surganya. Ngalamers juga perlu tau, kalo di Pasar Comboran ini juga menjual pakaian bekas ataupun baru, tapi Ngalamers sekalian harus pintar-pintar memilihnya.

Namun, sebelum berbelanja di pasar loak ini, ada yang harus dipersiapkan terlebih dulu. Pertama, pastikan anda sudah mengetahui kisaran harga barang yang sedang Anda cari sesuai harga resmi toko, bisa membedakan antara barang asli dengan palsu, dan di atas segala-galanya tetililah sebelum memutuskan membelinya. 

Satu lagi, karena namanya saja pasar loak, di Comboran ini cara bertransaksi sudah pasti berbeda dengan berbelanja di mal ataupun pusat perbelanjaan lainnya. Namun justru di situlah letak keunikan pasar Comboran ini. Jangan heran saat pedagang melihat wajah baru, mereka akan menyambut dengan pertanyaan, 'cari apa mas' di pintu masuk pasar Comboran.

Tidak semua yang menyapa adalah pedagang barang yang Anda cari. Bisa jadi mereka hanya menawarkan jasa mencarikan barang yang Anda butuhkan, alias perantara atau makelar! Keberadaan mereka sudah pasti memutus matarantai waktu Anda mengubek pasar Comboran untuk menemukan barang yang Anda buruh. Meski untuk itu Anda memang harus mengeluarkan dana ekstra, sekadar tips untuk si perantara. 

Terkadang barang-barang di sini memang dijual dengan murah jika kita jago menawarnya. Suasana Comboran yang terbilang kumuh dan tidak tertata dengan baik dan berbagai barang bekas yang berserak di sepanjang jalan membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya, Ngalamers.

Semoga saja, kelak Pemkot Malang jika bisa mengemas Pasar Comboran sedemikian rupa sehingga menjadi suatu pasar seni ataupun tempat wisata seperti di pasar seni Sukawati di Bali atau pasar Triwindu di Solo, pasti dapat menambah jumlah pengunjung, bahkan menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

Sumber : djangkies
Foto       : Tempo



BACA JUGA