Friday, 18 January 2019
halomalang.com

[Press Release] Satu Hari Memberi Arti Selamanya Menginspirasi

22-Jul-2014 [19:05]

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh dengan berkah: pahala, karunia, ampunan, dan hidayah. Perbuatan baik oleh Allah pahalanya akan dilipat gandakan. Selain itu akan dipermudah dalam melakukannya. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat: membaca Al-Qur’an, pembagian takjil gratis, zakat, serta berbagi kegiatan sosial lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh kelompok KKN 02 UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dalam kegiatan yang bertema “Satu Hari Memberi Arti Selamanya Menginspirasi.” Kegiatan berupa memberi pengajaran kepada anak-anak setingkat SD dengan penekanan berani untuk bermimpi. Jangka waktu selama 1 bulan dari tanggal 29 Juni-25 Juli 2014. Walaupun dari segi waktu cukup singkat, namun tidak membuat kualitas yang dihasilkan buruk. “Kita KKN hanya 1 bulan lamanya. Maka mari bersama-sama memberikan arti serta manfaat sebesar-besarnya pada masyarakat,” Ucap Huda selaku kordes dalam berbagai kesempatan.

Hingga saat ini, KKN 02 telah melaksanakan beberapa program: mengajar membaca Al-Qur’an dan iqro’, bimbingan belajar; pondok ramadhan, pentingnya UKS (Unit Kesehatan Sekolah), serta dokter kecil. Dari semua program yang ditunjukkan untuk anak-anak hanya bimbingan belajar dan membaca Al-Qur’an serta iqro’ yang dilakukan setiap minggu. Sedangkan kegiatan lainnya dilakukan hanya dalam satu hari/sekali. Setiap pertemuan, selalu menekankan pada berani bermimpi. Kata orang bijak, “Bermimpilah setinggi langit, jangan pernah takut untuk bermimpi.” “Tulis mimpi-mimpi kalian, jangan hanya berada dipikiran. Buatlah mimpi-mimpi itu dalam konsep mind map. Warnai kemudian tempel di dinding/tempat-tempat yang biasa kalian lihat. Bacalah tiap malam sebelum tidur. Maka mimpi itu akan membekas di diri adik-adik,” Ucap Thariq selaku wakordes dan pengajar Al-Qur’an.

Inilah pembeda yang coba kami tawarkan dengan pengenalan dan pemahaman kepada adik-adik akan pentingnya berani bermimpi untuk masa depan yang lebih baik. Cukup banyak yang kami temui dalam sistem pendidikan sekarang, jarang sekali mengenalkan hingga memahamkan akan pentingnya berani bermimpi. Padahal itu adalah hal yang penting, untuk fondasi anak-anak menuju kesuksesan. “Kakak, perkenalkan nama saya Farel bermimpi menjadi pilot. Nama saya Anggun bermimpi menjadi dokter. Nama saya Ayu bermimpi menjadi guru,” Ucap para peserta didik TPA Al-Muttaqin. Itulah mimpi yang muncul dari anak-anak desa dengan jangkauan fasilitas pendidikan yang cukup jauh. Mimpi untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Senyuman dan semangat terpancar dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

Hingga hari ini, banyak pengalaman yang didapat dari mengajar anak-anak SD. Pertama ternyata tidak mudah mengajar anak-anak SD. Anak SD memiliki kebiasaan yang berbeda dari orang-orang dewasa. Sehingga diperlukan kesabaran untuk mengerti serta memahami tingkah laku mereka. Kedua belajar beretorika sesuai sasaran. Ketika sasaran adalah anak-anak SD maka harus menggunakan bahasa yang dipahami dengan mereka. Ketiga mengerti dan memahami mereka. Poin ini termasuk yang terpenting untuk mendidik anak-anak. Karena anak nakal/pendiam itu sebenarnya membutuhkan perhatian. Jadi jangan pernah sekali-kali pendidik berkata keras/kotor. Keempat masa anak-anak merupakan waktu emas untuk menjadikan generasi unggul. Sehingga penting pada masa ini mereka mendapatkan pendidikan yang sesuai serta berkualitas.

Pekerjaan seorang pendidik bukan hanya dibebankan pada profesi “guru” semata. Sepatutnya semua elemen harus menyadari bahwa setiap orang wajib untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang “pendidik.” Ketika semua orang memahaminya, maka setiap yang ditemui oleh anak-anak akan menjadi media pembelajaran baru. Hal ini akan memperkaya ilmu pengetahuan mereka. Serta anak-anak tidak akan terpaku untuk belajar pada sang guru. Indonesia itu besar, dari Sabang sampai Merauke. Maka untuk menjadikan Indonesia besar dan jaya, diperlukan mental pendidik pada setiap orang. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi refleksi bagi setiap orang untuk menjadi seorang pendidik bagi anak-anak Indonesia apapun profesi yang digeluti sekarang.

Penulis: Sandi Iswahyudi. Mahasiswa S1 Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. <[email protected]>



BACA JUGA