Saturday, 22 February 2020
halomalang.com

Sejarah Arema Indonesia

10-Aug-2014 [17:00]

Ngalamers pasti tahu kan kalau tanggal 11 Agustus itu diperingati sebagai ulang tahun Arema? Tapi apakah Ngalamers tahu sejarah klub kebanggaan warga Malang ini?

Menurut wikipedia, nama Arema sudah ada sejak masa Kerajaan Singosari. Pada masa tersebut terdapat Patih Kebo Arema yang hidup pada masa pemerintahan Raja Kertanegara. Ia berjasa kepada kerajaan dengan mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara. Menurut Kidung Panji Wijayakrama, Patih Kebo Arema membuat seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Ia juga bekerjasama dengan Mahisa Anengah dalam menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Bahkan, Patih Kebo Arema juga bisa menguasai Selat Malaka. Sayangnya, sepak terjang Patih Kebo Arema tidak tercatat di buku-buku sejarah Kerajaan Singosari.

Akhirnya, pada tahun 80-an munculah istilah Arema yang merupakan kepanjangan dari "Arek Malang". Tidak diketahui apakah nama ini terinspirasi dari nama besar Patih Kebo Arema. Namun, istilah "Arema" kemudian menjelma jadi identitas, simbol, dan karakter bagi masyarakat Malang.

Klub Sepakbola Arema sendiri lahir pada tanggal 11 Agustus 1987. Pembentukannya tercetus dari pemikiran Acub Zaenal (mantan Gubernur Irian Jaya) bahwa Kota Malang sudah saatnya memiliki klub sepakbola yang berkiprah di kompetisi Galatama, selain Persema Malang. Untuk mewujudkannya, ia bekerjasama dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86 yang memiliki hubungan baik dengan wartawan olahraga di Malang.

Nama Arema awalnya bernama Aremada, gabungan dari Armada dan Arema. Beberapa bulan kemudian klub ganti nama menjadi Arema'86. Sayangnya klub yang berkiprah di Galatama VII ini langkahnya terseok-seok karena kesulitan dana. Di saat krisis inilah Acub Zaenal bersama putranya Lucky Acub Zaenal datang dan mengambil alih Arema'86. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH.

Mengenai simbol singa yang dipakai hingga sekarang, tidak lain tidak bukan berasal dari zodiak yang menaungi bulan Agustus, yaitu Leo yang dilambangkan dengan singa. Simbol singa ini juga kemudian menjadi julukan bagi Arema, yakni Singo Edan atau yang kerap dibalik menjadi Ongis Nade.

Foto: wearemania.net



BACA JUGA