Friday, 18 January 2019
halomalang.com

[Press Release] Curhat Keren Untuk Indonesia Program Lendabook Malang

06-Dec-2014 [10:30]

Tidak selamanya curhat itu negatif? Apalagi yang namanya keren? Di Lendabook Malang, ‘curhat keren’ dijadikan hal yang positif, eksklusif, dan memiliki dampak sangat besar bagi generasi muda. Curhat Keren atau ‘Curahan Hati Kelas Resensi’ merupakan program yang bertujuan untuk menghasilkan resensor-resensor baru, membudayakan membaca, menulis, serta berbagi. Tujuan utama kami adalah bisa memberikan hadiah (buku dan surat) pada adik-adik yang membutuhkan. Di mana hal ini tertuang pada program Surat Untuk Sahabat. Program ini, diadakan setiap 2 bulan sekali minggu keempat. Pada masa 2 bulan sebelum pelaksanaan program, kami berkumpul, curhat, dan meresensi buku. Hasil resensi berupa buku, kami sisihkan minimal 1 buku/bulan. Sehingga dua bulan, masing-masing anggota mempunyai tabungan buku sebanyak 2 buah. Kemudian buku tersebut disampul dan disisipkan surat berisi motivasi, harapan/pengalaman.
(3/12) Angkatan pertama Curhat Keren resmi dibuka, dengan masa pembelajaran 1 bulan, bertempat di perpustakaan UMM. Diikuti oleh 3 anggota: Rohman, Dyah, dan Tini. Di program ini kami tidak menilai dari segi kuantitas, namun kualitas. Satu orang yang berhasil, dibelakangnya akan membawa seribu orang, itulah prinsip manajemen mutu. Selain itu, peserta yang sedikit akan memudahkan dalam pengontrolan serta evaluasi.
    
Prinsip program ini menitikberatkan pada pembangun kesadaran peserta untuk berkarya sedangkan saya hanya sebagai fasilitator. Selain itu, ada 5 prinsip dasar yang harus dimiliki dan dipahami oleh peserta. Pertama kunci kekuatan dari dalam diri adalah kunci kesuksesan. Sehingga walaupun saya memberikan fasilitas hingga dorongan kuat untuk berkarya, tapi ketika peserta tidak mengehandaki. Tentu tidak memiliki dampak apa-apa. Kedua mencari mentor/role model dalam berkarya, baik itu tokoh lokal-nasional. Mereka bisa memberikan peta dan arahan awal sehingga tidak akan tersesat dan bisa berjalan di jalur yang benar demi mencapai mimpi. Ketiga mengetahui ‘kenapa’ dalam berkarya/melakukan sesuatu. Ketika seseorang mengetahui ‘kenapa’ melakukan sesuatu, dia akan mendapatkan energi komitmen dan fokus yang begitu besar. Keempat fokus dalam berkarya akan melahirkan potensi dan kekuatan. Kelima berbagi dengan orang lain, walau hanya sebesar debu. Berbagi adalah tentang ketulusan dan memaknai pengalaman, bukan masalah pantas/tidak, sedikit/banyak. Keenam awali dengan basmalah dan akhiri dengan hamdalah. Karena segala sesuatu berasal dari Sang Pencipta.  

Kemudian sistem program ini mempunyai 3 langkah yang harus dilalui oleh peserta. Di mana masing-masing langkah, saling melengkapi satu sama lain. Langkah pertama mental, tahapan ini menyadarkan akan pentingnya persiapan batin, dari mulai membuat perencanaan hingga deadline. Esensi terpenting di langkah ini, ‘kenapa.’ Kenapa ingin meresensi, apa motivasi, apa mimpi-mimpi setelah bisa meresensi, ingin meresensi di online/offline hingga berapa hari dapat menyelesaikan resensi, adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab.  Langkah kedua fisik. Tahapan ini terkait teknis meresensi, dari mulai membaca, mencuri dari orang lain terkait teknik meresensi, meringkas, hingga mengirimkan ke media. Di sini, peserta akan diberikan soft file EYD, diharapkan tulisannya sesuai dan baik. Langkah ketiga finishing. Tahap ini, menekankan bagaimana kita mengemas suatu karya, agar bisa memberikan manfaat lebih, baik bagi pribadi, orang tua hingga orang lain. Seperti, setelah karya lolos di media, segera ceritakan ke orang tua, kemudian buat arsip pribadi, hingga segera publikasikan kabar baiknya via online dan offline.

Selain itu, setiap langkah terdapat pertanyaan-pertanyaan dan tugas yang harus dijawab. Tugas tersebut adalah CC (Curhat Cinta). Di mana peserta harus mencurahkan perasaan mereka, dari mulai pengerjaan pertanyaan-pertanyaan hingga susah senangnya dalam bentuk sebuah tulisan. Esensinya, setiap peserta akan memahami bagaimana proses kreatif dalam berkarya, susah senangnya mendapatkan hadiah hasil dari jerih payah, mendapatkan pengalaman yang luar biasa, serta kesadaran untuk berbagi ilmu yang diperoleh. Melalui tulisan, pengalaman yang spesial ini akan terus teringat dan mengendap di memori otak. Menulislah, dengannya ilmu akan diikat. Peserta tidak langsung mengerjakan semua tahap secara langsung, namun bertahap. Setalah tahap satu dikerjakan, baru diberikan langkah kedua dan ketiga. Tujuannya, untuk melihat seberapa besar motivasi yang dimiliki. “Saya setuju mas, melalui sistem ini, kita akan menyadari bagaimana manis pahitnya dalam berkarya dan bagaimana format menulis resensi yang benar,” Ucap Dyah. Hal senada disampaikan oleh Rohman dan Tini, “Melalui proses ini, kita akan tahu proses kreatif dalam berkarya serta bagaimana memaknai sebuah prestasi.”

Mungkin menulis resensi adalah hal mudah yang bisa dikerjakan oleh semua orang. Tapi, kami melihat disekitar, masih banyak mereka yang suka membaca namun tidak suka dengan menulis resensi. Padahal, membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Satu kesatuan yang menjadikan seseorang paham akan apa yang dibaca, kemudian diaplikasikan hingga membagikannya pada orang lain.
Melalui program ini, kami ikut ‘turun tangan’ mencetak resensor-resensor baru, menyebarkan ‘virus’ baca dan tulis, hingga indahnya ‘berbagi’ buku pada generasi muda. Kami percaya apa yang kami lakukan tidaklah sia-sia serta bermanfaat untuk Indonesia yang lebih baik. Pohon yang kuat: memberi banyak asupan air, menentramkan makhluk sekitar, dan mencegah dari bencana. Padahal dulu, pohon itu adalah bibit yang kecil dan rapuh. Itulah yang menjadi inspirasi dan keyakinan kami melangkah. Tidak ada yang sia-sia, jika semua untuk kebaikan orang banyak.

Biodata Penulis
Nama    : Sandi Iswahyudi
No. HP    : 085755711079
Status    : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Aktif    : Ambassador Lendabook Malang, komunitas Indonesia Bebas Rokok dan Penulis Peduli
Url Blog : iswahyudi779.wordpress.com & sandiiswahyudi.tumblr.com/
Url Twitter :  @SandiIswahyudi



BACA JUGA