halomalang.com

Alun-alun Malang: Tantangan Besar Menanti Pasca Peresmian

21-Jun-2015 [10:00]

Wajah baru. Pusat Alun-alun Merdeka ketika malam hari. Rabu, (17/06/2015)

"Sebagai wilayah yang berkembang pesat di berbagai sektor kehidupannya, Kota Malang perlu melestarikan dan memaksimalkan ikon-ikon kota," kata Erik Setyo Santoso, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Rabu (17/06/2015) dalam acara pembukaan Alun-alun Merdeka pasca revitalisasi.

Ide itulah yang mendasari 'Face Off' Alun-alun yang dulunya terkesan semrawut karena banyaknya pedagang dan ke-kurang pedulian pengunjung terhadap kebersihan lingkungan. Ide ini kemudian direspon pihak Bank BRI dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) Peduli. Ngalamers, pada 2013 program face off dimulai dengan sayembara konsep desain. Wujud desain final Alun-alun Malang yang diresmikan kemarin, adalah penyempurnaan rancangan pemenang kontes oleh tim desain Pemkot Malang dan BRI.

Meski demikian Ngalamers, upaya ini tetap mempertahankan bentuk lama Alun-alun seperti: empat kios di pojok alun-alun, perlindungan terhadap pohon beringin, dan perluasan area hijau (rumput). Air Mancur 'Menari' juga diletakkan di pusat Alun-alun. Juga ditambahkan play ground, skate board park, open theater, ornamen lampu, kursi taman. Yang perlu dicermati, akses yang layak untuk difabel dan pengendara sepeda juga telah disediakan. Termasuk untuk ruang ibu menyusui.

Wali Kota Malang, Moch. Anton (kiri) dan Kepala Kanwil BRI Malang, Tris Wahyu Herlina (kanan) saat peresmian Alun-alun Merdeka. Rabu (17/06/2015)

"Program CSR ini didanai dari sebagian laba BRI yang diharapkan pula sebagai alat brand image. Bahwa BRI tidak mencari keuntungan semata, namun juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat." jelas Kepala Kanwil BRI Malang, Tris Wahyu Herlina. Manfaat sosial yang dimaksud adalah sebagai tempat berkumpulnya warga, alun-alun diharapkan akan mempererat tali persaudaraan.

Senada dengan Herlina, Wali Kota Malang Moch. Anton menjelaskan, "Sudah lama diimpikan masyarakat bumi Arema, bahwa Alun-alun Kota Malang ini adalah tempat berinteraksi warga, untuk keluarga, anak-anak khususnya di Kota Malang Ini untuk bisa menikmati dengan nyaman."

Tantangan Menanti

Wajah baru Alun-alun Merdeka Malang dibangun dengan biaya yang tidak sedikit Ngalamers, sekitar Rp.5,9 miliar. "Tantangan terbesar akan segera hadir setelah hari ini. Manajemen pengelolaan adalah bagian yang harus kita sikapi bersama." terang Kepala DKP, Erik S. Santoso.

Apa yang disebut tantangan ini cukup beralasan Ngalamers, kawasan Alun-alun kini cukup terbuka dan tanpa pagar. Dengan aneka wahana dan fasilitas, area ini menjadi magnet besar bagi orang untuk berkunjung. Area parkir menjadi sorotan. Termasuk kekhawatiran sebagian netizen halomalang akan munculnya pedagang yang berjualan di tempat tersebut.

Magnet besar. Alun-alun Merdeka, malam pertama setelah pembukaan. Rabu (17/06/2015).

"Nantinya parkir hanya di Merdeka Selatan (jalan sisi Kantor Pos) dan Barat (depan Masjid Jami'). Merdeka Utara dan Timur Clear. Kalau spacenya sudah penuh kita arahkan ke Ade Irma Suryani." terang Handi Priyanto, Kepala Dishub Kota Malang kepada halomalang di sela-sela peresmian.

Penindakan juga akan dilakukan pada pengendara motor atau mobil yang nekad menyerobot jalur khusus pesepeda di lingkar Alun-alun Merdeka. Di area Alun-alun pengunjung dilarang untuk: berjualan, buang sampah sembarangan, menangkap/menembak burung, membawa dan meminum miras, maupun merokok di area taman. Tempat sampah dan kamar mandi permanen sudah disediakan.

Area rumput, menurut Kepala DKP sebenarnya bukan area untuk diinjak-injak pengunjung. Pada pembukaan kemarin, toleransi masih diberlakukan Ngalamers. Sementara itu untuk penjagaan kawasan Alun-alun rencananya akan dilakukan 24 jam.

"Rencananya gitu, akan ada pergantian shift jaga dari Satpol PP." pungkas Erik.

[WA]



BACA JUGA