Saturday, 19 October 2019
halomalang.com

Serangan Ubur-ubur di Pesisir Pantai Malang

23-Jul-2015 [10:10]

Selama libur lebaran, banyak warga Malang yang memanfaatkan untuk berwisata ke pantai. Tapi sayang, lima hari terakhir sebanyak 31 orang disengat ubur-ubur di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang, diantaranya Pantai Balaikambang, Pantai Kondang Merak dan Ngliyep sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan wisatawan, Ngalamers.

"Wisatawan harus waspada dan berhati-hati," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setyono. Ubur-ubur, katanya, menepi ke pantai terutama saat sore hari. Fenomena alam ini terjadi setiap tahun.

Namun, BPBD belum mendata total wisatawan yang tersengat ubur-ubur. Untuk itu, pengelola wisata pantai untuk memasang papan peringatan dan pengumuman bahaya ubur-ubur. Mereka menurunkan tim kesehatan untuk mengantisipasi dan mengobati korban sengatan ubur-ubur. BPBD juga mengajak semua potensi masyarakat sekitar untuk memberikan peringatan dini dan pertolongan.

Palang Merah Indonesia (PMI) menurunkan sembilan personil mengantisipasi korban sengatan ubur-ubur. Petugas memasang tenda pengobatan di pantai Balekambang. "Korban tahun lalu lebih banyak," kata Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto.

Bahkan pada tahun lalu relawan PMI saban pagi menyisiri pantai. Membersihkan ubur-ubur yang menempel di karang dan pasir pantai. Korban yang tersengat mengalami gatal-gatal dan kepanasan. "Panas seperti terbakar," ujarnya.

PMI juga menurunkan tim water rescue untuk mengamankan wisatawan di pantai. Tim dilengkapi perahu karet dan peralatan selam. Wisatawan dilarang mendekati daerah berbahaya, lantaran pantai selatan dikenal berombak besar dan ganas, Ngalamers.

Sumber : Tempo



BACA JUGA