Sunday, 15 September 2019
halomalang.com

[Ngalamers Harus Tahu] Malang Empat Kali Ganti Lambang Kota

04-Sep-2015 [17:00]

Kota Malang resmi berkembang menjadi kota pemerintahan secara resmi dibentuk pada 1 April 1914. Namun, lambang dan semboyan Kota (Gementee) Malang baru ditetapkan pada 1937. Selama 100 tahun ini, Kota Malang mengalami empat kali ganti lambang dan semboyan kota.

Menurut arkeolog Kota Malang Suwardono, pergantian empat kali lambang kota ini disebabkan pengaruh dari sejarah yang melatarbelakanginya.

1. 7 Juni 1937

Dulu, Malang ini bagian dari Kerajaan Belanda. Kali pertama lambang Kota Malang ada pada 7 Juni 1937. Gambarnya berupa perisai berwarna biru dengan mahkota kuning emas berdasar merah di bawahnya sedang dibawa oleh dua ekor singa. Ada pita yang menjuntai yang berbunyi: Malang Nominor Sursum Moveor, artinya Malang Namaku Maju Tujuanku. ”Makna lambang ini merupakan bagian dari Kerajaan Belanda, singa di dalam perisai adalah simbol kepahlawanan. Bunga teratai putih berarti kesucian,” ujar guru SMAN 7 Kota Malang.

2. 30 Oktober 1951

Lalu, kata Suwardono, lambang kota diganti pada 30 Oktober 1951 lagi sesuai semangat kemerdekaan. Bentuk lambangnya, berupa burung Garuda berwarna kuning emas yang membentangkan sayapnya. Di dadanya tergantung sebuah perisai berwarna hijau yang berlukiskan Tugu dengan untaian padi dan kapas, harimau, dan bunga teratai putih yang berkembang. Di bawah telapak kaki harimau ada pita yang berjuntai dengan semboyan ’Malang Namaku Maju Tujuanku’.

3. Tahun 1964

Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkucecwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal-usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara. 

4. 14 Juli 1970

”Enam tahun kemudian, lambang Garuda dengan semboyan ’Malangkucecwara’ inipun diganti lagi pada 14 Juli 1970,” jelas Suwardono. Lambang yang baru ini berupa bersudut lima dengan warna merah putih. Dasar perisai berwarna hijau. Bintang bersudut lima berwarna kuning. Monumen Tugu di tengah berwarna biru serta pita putih dengan semboyan ’Malangkucecwara’.

Apa makna semboyan Malangkucecwara? Dosen IKIP Budi Utomo ini mengungkapkan, makna Malangkucecwara ini bermakna Tuhan Yang Maha Esa, menghancurkan yang batil. Semboyan ini, pendek dan padat, namun mengandung makna yang ekspresif. Semboyan ini diusulkan Prof Dr Poerbatjaraka yang diambilnya dari bahasa Sansekerta,” ujar dia. Setelah mengetahui 4 kali pergantian lambang KOta Malang, Ngalamers juga wajib tahu arti dari lambang Kota Malang

Sumber : radarmalang



BACA JUGA