Saturday, 19 October 2019
halomalang.com

Erupsi Bromo, Ini Kerugian yang Dialami Jasa Pariwisata

23-Jan-2016 [10:16]

Pintu masuk ke Gunung Bromo via Pos Njemplang di Poncokusumo, Kab. Malang. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Dampak erupsi Gunung Bromo dalam rentang tiga bulan terakhir juga mencatatkan penurunan pendapatan bagi jasa pariwisata yang beroperasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut, Ngalamers.

43 persen adalah angka turunnya kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo selama tiga bulan erupsi.

"Dalam tiga bulan terakhir mengalami penurunan, pasti. Terutama di pintu masuk Cemoro Lawang, Wonokitri, sama Tumpang. Itu tiga pintu masuk asal muasal wisatawan yang akan berkunjung ke laut pasir dan Gunung Bromo," terang Fariana Prabandari, Kepala Bidang Wilayah 1 Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), di Surabaya, Kamis (21/01/2016) seperti dirilis rri.co.id

Dari ketiga pintu masuk tersebut, jika dirupiahkan, kerugian materiil dari penurunan jumlah wisatawan mencapai Rp.21 Miliar. Tiga pintu masuk tersebut berada di wilayah kabupaten yang berbeda Ngalamers, yakni Cemoro Lawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan) dan Tumpang (Malang).

"Total dari semua jasa wisata, Probolinggo itu Rp 10,2 M; Malang Rp 5, M; dan Pasuruan Rp 4,8 M, total dari tiga pintu masuk itu Rp 21 Milyar," imbuhnya.

Nilai sebesar itu, kata Fariana, disebabkan banyaknya jasa wisata yang saling terhubung, seperti jasa penyewaan Jeep, jasa penyewaan Kuda, dan serta jasa penginapan (hotel/homestay).

Sumber: rri



BACA JUGA