halomalang.com

[Foto] Banjir Bandang di Coban Rondo: Akses Wisata Ditutup, Pasokan Air Bersih Terganggu

04-Feb-2016 [19:19]

Ruang informasi kawasan Wisata Coban Rondo yang rusak diterjang banjir pada Selasa (02/02) petang. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Banjir bandang melanda kawasan wana wisata Coban Rondo di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Selasa petang (02/02/2016).

Air bah yang datang dari aliran air terjun bercampur material batu besar, balok kayu, dan pasir meluluh lantakkan sedikitnya 6 kios, 3 sepeda motor, dan termasuk bangunan milik pengelola wisata yang berdiri di sekitar aliran sungai di bawah air terjun. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Ngalamers.

"Pada Selasa kemarin, hujan lebat turun mulai pagi, siang hingga malam hari. Akhirnya sekitar pukul 17.30 WIB terjadilah banjir bandang. Sudah sore jadi teman-teman sudah turun semua, tinggal beberapa pedangang yang sudah siap-siap turun," kata Lesmono, perwakilan Manajemen PT. Palawi Resorsis, pengelola kawasan Wana Wisata Coban Rondo kepada halomalang, Kamis (04/02/2016).

Jalanan paving menuju air terjun yang rusak parah. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Kuatnya terjangan material dan air juga mengakibatkan hancurnya jalan paving di bawah air terjun, hilangnya shelter dan dam untuk tubing, jembatan akses ke depot, emper kios koperasi di ruang informasi dan area parkir roda 2 yang hilang tertimbun material seperti batu dan kayu. Kerugian ini ditaksir Lesmono mencapai 75 Juta rupiah.

Dari pantauan halomalang di lapangan, puluhan orang baik dari petugas kawasan wisata, warga, dan Dinas Bina Marga masih berupaya membersihkan material bawaan di sekitar area parkir. 1 Backhoe bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kab. Malang masih berupaya membersihkan akses jalan dari timbunan tanah. Beberapa penjaga warung juga tampak mengais beberapa benda yang ditinggalkan air bah di bekas tempat mereka dulu mencari nafkah.

Petugas mulai membersihkan timbunan material di sekitar ruang informasi yang rusak parah. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Hari ini kami sudah menurunkan petugas untuk memeriksa kondisi di atas (sekitar Coban Manten yang menjadi hulu aliran). Perkiraan saya disebabkan hujan sangat deras, terjadi longsoran di tebing sungai dan membendung aliran. Akhirnya jebol," terang Lesmono. Kondisi hutan lindung di atas Coban Rondo dikatakannya masih bagus, meski sempat terjadi kebakaran di bagian bawah, namun pihaknya mengaku sudah melakukan penghijauan.

"Kami selalu melakukan prosedur buka tutup untuk akses ke air tejun manakala cuaca hujan deras. Untuk mengantisipasi hal demikian. Saat ini keseluruhan kawasan wisata ditutup total hingga kondisi kami nyatakan aman," tegasnya. Pihaknya berencana akan membuka kawasan wisata permainan dan labirin mulai 7 - 8 Februari yang berada jauh dari aliran air terjun. Termasuk area camping. Sedangkan untuk kawasan air terjun masih belum ditentukan kapan akan dibuka kembali.

Merusak. Balok kayu besar seperti ini banyak terbawa aliran banjir. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Tak hanya area wisata Coban Rondo, kerusakan parah juga terjadi di kawasan Coban Tengah yang dikelola Perhutani. Coban Tengah berada di atas Coban Rondo, satu jalur air dengan Coban Manten di tingkat paling atas. Justru di kawasan Coban Tengah inilah terdapat instalasi pipa dan bak tampung PDAM yang mensuplai air bersih ke warga Desa Pandesari Kec. Pujon dan sekitarnya, termasuk kawasan wisata Coban Rondo. Instalasi ini rusak diterjang air, kata Lesmono.

"Kami saat ini tanpa aliran air bersih, termasuk untuk warga di Pandesari dan sekitarnya," pungkasnya.

Hal tersebut dibenakan Adi Prasetyo (25), warga Sebaluh Pujon yang tak jauh dari lokasi banjir. "Bahkan untuk minum ternak sapi, warga harus beli air mas. Kalaupun ada dari pipa itu warnanya coklat tak bisa dipakai," terangnya kepada halomalang.

Akses wisata ke Coban Rondo ditutup sementara hingga kondisi aman. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Adi mengaku baru kali ini melihat banjir besar di Coban Rondo. Ia memiliki pendapat lain tentang salah satu penyebab banjir. "Di atas coban sudah banyak yang gundul karena digunakan bertani sayur. Karena dekat alira air, tiap tahun selalu panen tak kenal musim," imbuhnya. Pengelola lahan sayur ini adalah juga warga sekitar, tidak banyak kata Adi, namun lahannya luas. Ia menyayangkan tak ada penindakan tegas hingga kemudian terjadi banjir besar.

Pihak PT. Palawi Resorsis mengaku tengah bekerjasama dengan pihak BPBD Kabupaten Malang untuk segera memperbaiki instalasi ini.

Ngalamers, menurut data PT. Palawi Resorsis peristiwa banjir bandang sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan Coban Rondo, yakni pada tahun 1983: ketika Coban Rondo masih menjadi wisata petualangan. Penyebab kala itu tebing besar di sisi sungai di atas Coban Manten Longsor hingga terjadi banjir material di bagian bawah.

Area di sisi selatan parkir bus yang terdampak banjir. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Alat berat bantuan BPBD Kab. Malang membersihkan jalan yang tertutup material banjir. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Rusak berat. Area parkir kendaraan roda 2. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Beberapa warung milik warga juga hancur diterjang banjir. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Cekungan besar karena tergerus air di sisi area parkir roda 2. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Sisa material di belakang Ruang Informasi . Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Tumpukan sisa material di belakang koperasi yang mulai dibersihkan. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Ruang Informasi yang rusak parah. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Aliran sungai di bawah air terjun yang melebar karena banjir. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Jalan menuju air terjun yang hampir terputus karena terjangan banjir. Kamis, 04/02/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

[WA]



BACA JUGA