halomalang.com

Open SAR Pendaki Asal Swiss Dimulai, Jalur Pendakian Semeru Ditutup Sementara

09-Jun-2016 [13:00]

Ranu Kumbolo dengan latar belakang Tanjakan Cinta yang populer. Kawasan ini menjadi lokasi favorit para pendaki untuk mendirikan tenda. Minggu, 05/06/2016 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Mulai hari ini, Kamis (09/06/2016) pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup sementara jalur pendakian ke Gunung Semeru untuk upaya pencarian Lionel Du Creaux (26) pendaki asal Swiss yang dilaporkan hilang sejak 07 Juni 2016.

"Hari ini sudah dimulai Open SAR, pendakian ke Semeru ditutup sementara," terang John Kennedie, Kepala BB TNBTS, Kamis (09/06/2016) seperti dirilis suarasurabaya.net

Untuk kepentingan Open SAR, para pendaki yang sudah berada di kawasan diperintahkan turun. "Yang jelas, jalur pendakian harus steril sementara untuk kepentingan Open SAR. Hanya personel SAR gabungan saja yang diperbolehkan masuk kawasan," imbuh John.

Ngalamers, upaya pencarian survivor tersebut sebenarnya sudah dilakukan Tim Advance sejak Rabu (08/06/2016) kemarin. Tim terdiri dari 20 personil gabungan yang telah diberangkatkan menuju Pos Kalimati. Selanjutnya Tim Advance dipecah menjadi 3 regu.

"Sasaran tim 1 melakukan pencarian di areal Arcopodo, tim 2 pencarian di kawasan Sumbermani dan tim 3 pencarian ke wilayah Blank 75 yang dikenal sebagai jurang kematian dengan kedalaman 75 meter yang kerap menjadi lokasi hilangnya pendaki," tegasnya.

Menurut John, tim 3 telah menemukan jejak-jejak baru dan patahan ranting pohon mengarah ke lokasi hilangnya dua pendaki (asal Cirebon) yang belum lama ini sempat tersesat dan akhirnya ditemukan selamat. Pencarian terpaksa dihentikan karena kondisi alam tidak memungkinkan untuk dilanjutkan penyisiran. Ketiga regu akhirnya kembali ke Kalimati.

Open SAR hari ini beranggotakan sekitar 24 personil, terdiri dari BPBD Lumajang dan Basarnas. Kini total 44 personil SAR yang terdiri dari porter, Saver, Gimbal Alas, TNBTS, Basarnas, BPBD dan potensi SAR lain.

"Posko Pencarian terbagi 2 yaitu di Kalimati dan Tawon Songo, untuk Tim Basarnas sebanyak 13 orang bergerak ke Kalimati bergabung dengan tim sebelumnya. Penyisiran dilakukan melalui titik Kalimati. Sedangkan 7 orang personil SAR lainnya melakukan penyisiran melalui Tawon Songo, sekaligus bergabung dengan personel BPBD dan TNBTS. Dengan persebaran personel SAR ini, diharapkan survivor bisa segera ditemukan," ujarnya.

Lionel Du Creaux melakukan pendakian ke Semeru sejak Jumat (03/06/2016) bersama rekannya asal Prancis, Alice Guignard. Belakangan diketahui keduanya mendaki secara ilegal, tanpa registrasi ke petugas di Pos Ranupani.  

Alice melaporkan hilangnya Lionel kepada petugas TNBTS pada Selasa sore (07/06/2016). Keduanya berpisah di Watugede. Alice mengaku tidak kuat, namun Lionel melanjutkan perjalanan ke puncak hingga dikabarkan hilang. Alice cukup beruntung Ngalamers, ia ditemukan pada Senin (06/06/2016) oleh Heri Sumantri dari Haspala Malang saat memandu tamu.

Sumber: suarasurabaya



BACA JUGA