Saturday, 19 October 2019
halomalang.com

Pengembangan Pantai Malang Selatan Terganjal Perhutani

13-Jun-2016 [11:00]

Pasir kecoklatan yang dimiliki Pantai Perawan. Rabu, 06/01/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Meskipun memiliki potensi wisata pantai yang luar biasa banyak, pariwisata Malang Selatan masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Banyuwangi, Ngalamers. Padahal kawasan Malang Selatan sebagian besar sudah bisa diakses melalui Jalur Lintas Selatan (JLS). Ternyata penyebab utamanya adalah pengembangan pantai yang terganjal oleh lahan Perhutani.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo kendala utama pengembangan pariwisata Malang Selatan adalah Perhutani, karena itu komunikasi yang baik antara Dinas Pariwisata dan Perhutani harus digiatkan. Harapannya agar eksplorasi wisata pantai Malang Selatan bisa berjalan dengan maksimal.

Menurutnya, sepanjang bibir pantai hingga menjorok ke daratan merupakan lahan yang dikelola oleh Perhutani. Persoalan pun muncul ketika Pemkab ingin mengembangkan wisata suatu pantai maka harus mendapat persetujuan dari Perhutani sebagai pengelola lahan.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, Kusmantoto akan mengajak Pemkab Malang untuk meminta pendapat pemerintah pusat maupun DPR RI pada bulan Agustus mendatang. Supaya mendapatkan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang maupun meningkatkan infrastruktur jalan dan fasilitas umum.

"Setidaknya ada sebuah kebijakan dari pemerintah pusat untuk menyerahkan sebagian lahan Perhutani untuk bisa dikelola dan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang sehingga bisa memberikan kontribusi kas daerah," ujarnya.

Sebelumnya, Rendra Kresna selaku Bupati Malang sudah mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan grand design pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang. Dimana untuk wisata pantai Rendra sudah menghimbau kepada pemerintah desa untuk bekerjasama dengan Perhutani. Apabila Pemkab diberi kewenangan untuk mengembangkan sektor pariwisata, maka mereka akan menjaga agar tidak merusak ekosistem di kawasan tersebut.

Sumber: Detik



BACA JUGA