halomalang.com

[Foto] Kirab Para Dewa: 191 Tahun Kelenteng Eng An Kiong

Tak hanya budaya Tionghoa, panitia acara juga menggandeng seniman lokal dengan kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat Malang.

Peserta Kirab Kiem Sien dari T.I.T.D Kim Hin Kiong saat membuat '3 kali putaran' di depan Aula Skodam V Malang. Minggu, 17/07/2016. 

Kirab Ritual dan Budaya menjadi momen puncak ulang tahun ke-191 Kelenteng Eng An Kiong Malang pada Minggu, (17/07/2016). Lima kilometer lebih rute kirab (kawasan Klojen) ditempuh sekitar 2.200 peserta dari 50 kelenteng di pulau Jawa, Madura, dan Bali yang memastikan hadir. Dan tentunya Ngalamers, mereka membawa patung-patung dewa (Kiem Sien) untuk diarak di atas tandu.

Tak hanya budaya Tionghoa, panitia acara juga menggandeng seniman lokal dengan kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat Malang seperti,  Kelompok Petruk Gareng Semar Bagong, Reog Ponorogo, Beleganjur, Kuda Nari, Tumpeng Hasil Bumi, Pencak Cimande, maupun Sakera.

[Teks & Foto: W.Arief/Halomalang]

Semenjak Sabtu (16/07/2016) pagi hingga malam, ribuan umat maupun warga sekitar mendatangi Kelenteng untuk beribadah, maupun sekadar melihat-lihat.

Peserta dari Kelenteng Kwan Im Bio Bogor mempersiapkan dekorasi untuk tempat Kiem Sien. Sabtu, (16/07/2016).

191 tahun. Kelenteng Eng An Kiong berdiri dan menjadi bagian dari Kota Malang. Sabtu, (16/07/2016).

Pengunjung berfoto di depan tandu yang tersemat bendera bendera Merah Putih dari Tjoe Tik Kiong Pasuruan. "Ini adalah keikutsertaan kami yang ke-3 di Kelenteng Eng An Kiong. Dewa yang akan kami kirab besok adalah Mak Co, kalau orang Jawa seperti Mbah Buyut," kata Sudjono (65) umat Tjoe Tik Kiong kepada halomalang. Sabtu, (16/07/2016).

Merangkai bunga untuk Dewa. Sabtu, (16/07/2016).

Rehat sejenak karena tandu telah siap untuk kirab. Sabtu, (16/07/2016).

Menghormat sebelum masuk altar. Peserta dari Jakarta dengan membawa Kiem Sien disambut panitia. Sabtu, (16/07/2016).

Penghormatan untuk para Dewa. Umat Tridharma beribadah di depan altar utama Kelenteng Eng An Kiong. Sabtu, (16/07/2016).

Ada sekitar 32 Kiem Sien yang berada di altar utama Kelenteng Eng An Kiong. Keseluruhannya akan dikirab pada Minggu pagi. Sabtu, (16/07/2016).

Aneka buah-buahan yang menjadi persembahan. Sabtu, (16/07/2016).

Hingga pukul 22.30 umat masih berdatangan di Kelenteng Eng An Kiong. Sabtu, (16/07/2016).

Sejumlah peserta bermain musik untuk menghibur rekan lain yang sedang menyelesaikan tandu untuk kirab keesokan harinya. Sabtu, (16/07/2016).

Di luar Kelenteng, pengunjung bisa membeli aneka baju maupun souvenir bernuansa Tionghoa. Sabtu, (16/07/2016).

Sang Naga yang dibawa oleh Prajurit Arhanud membuka Kirab Ritual dan Budaya HUT ke-191 Kelenteng Eng An Kiong. Minggu, (17/07/2016).

Peserta kirab melintas di depan Kantor DPRD Kota Malang. Event ini dilaksanakan tiga tahun sekali, Ngalamers. Minggu, (17/07/2016).

Area Alun-alun Tugu termasuk Balai Kota menjadi lokasi favorit warga untuk melihat kirab. Minggu, (17/07/2016).

Tak hanya pria, pemikul tandu Kiem Sien juga banyak diikuti kaum perempuan. Minggu, (17/07/2016).

Tak hanya pria, pemikul tandu Kiem Sien juga banyak diikuti kaum perempuan. Minggu, (17/07/2016).

Sejumlah penari melintas di depan Balai Kota Malang. Minggu, (17/07/2016).

Jaran Kencak, Kuda Menari khas Suku Tengger juga ikut ambil bagian. Minggu, (17/07/2016)

Barongsai yang ramah. Tak hanya atraksi, mereka juga 'melayani' sesi foto bersama penonton. Minggu, (17/07/2016).

Melintas di depan landmark Gedung Balai Kota Malang. Minggu, (17/07/2016).

Tandu yang diusung T.I.T.D Kim Hin Kiong ini membutuhkan sekitar 8 orang pemikul. Minggu, 17/07/2016.

Peserta Kirab Ritual Budaya dari Bali ketika melintasi perempatan Basuki Rachmat. Minggu, 17/07/2016.

Sapu yang dibawa peserta sebagai simbol 'membersihkan jalan' yang dilalui Kiem Sien. Minggu, 17/07/2016.

Berbagi dengan pengguna jalan lain. Kemacetan di sekitaran pusat kota memang tak terelakkan selama prosesi kirab. Petugas melakukan upaya buka tutup arus di beberapa simpul, seperti di kawasan Kayu Tangan ini. Minggu, 17/07/2016.

Melintas di depan Gereja Kayu Tangan yang ikonik. Minggu, 17/07/2016.

Memutar 3 kali sebelum masuk kawasan Pecinan Kota Malang. Minggu, 17/07/2016.

Kawasan Pecinan (Pasar Besar) berada di wilayah Kecamatan Klojen. Minggu, 17/07/2016.

Semangat meski matahari sedang terik-teriknya. Peserta kirab dari Yayasan Dwi Kumala Tjoe Hwie Kiong Hok Tik Bio Rembang. Minggu, 17/07/2016.

Pemikul tandu dari Kelenteng Kwan Im Bio Bogor saat melintasi kawasan Pecinan Kota Malang. Minggu, 17/07/2016.

[WA]



BACA JUGA