halomalang.com

Kabar Duka, Pendaki Asal Depok Meninggal di Gunung Semeru

08-Oct-2016 [19:00]

Pendaki Semeru saat menapaki tanjakan menuju pos 4 Ranu Kumbolo pada 05/06/2016 lalu. (Foto W.Arief/Halomalang)

Kabar duka kembali datang dari dunia pendakian tanah air. Belum genap sepekan setelah meninggalnya Chandra Hasan (33), pendaki asal Jakarta di Gunung Semeru pada Senin (03/10/2016), Sabtu dini hari (08/10/2016) pendaki atas nama Sahat M. Pasaribu (23) meninggal dunia saat perjalanan evakuasi ke Pos Ranu Pani.

Korban beralamatkan di Sidamukti, RT/RW 003/022, Kel/Desa Sukamaju, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Tempat dan tanggal lahir, Jakarta 14 November 1993.

"Informasi terlapor ke Pos Ranu Pani hari Jumat, 07 Oktober 2016 jam 17.10 WIB," ujar John Kenedie, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kepada halomalang.

Berikut kronologis kejadian menurut TNBTS:

1. Rabu (05/10/2016), korban bersama rombongan sebanyak 13 orang tiba di Pos Ranu Pani dan melakukan register pendakian. Setelah mengikuti briefing dengan persyaratan lengkap, pada jam 16.00 WIB rombongan berangkat melakukan pendakian ke Ranu Kumbolo dan sampai di sana sekitar pukul 21.30 WIB. Selanjutnya mendirikan tenda di sekitar shelter 4 di dekat Ranu Kumbolo. Rombongan kemudian memasak dan beristirahat.

2. Kamis, (06/10/2016) pukul 11.00 WIB, rombongan melanjutkan pendakian ke Kalimati. Sampai di Cemoro Kandang tim terbagi 2, rombongan pertama 1 orang melakukan pendakian terlebih dahulu. Rombongan ke-2 sebanyak 12 orang menyusul, sekitar pukul 16.00 WIB rombongan ke 2 sampai di Kalimati. Selanjutnya rombongan mendirikan tenda dan istirahat. Sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan makan bersama dan korban mengeluh sakit, hanya sedikit makan. Korban sempat dikerik sebelum istirahat.

3. Jumat (07/10/2016), sekitar pukul 08.00 WIB korban keluar tenda dan langsung muntah-muntah berupa air dan korban mengeluhkan kepala pusing serta perut mual. Selanjutnya rombongan berkemas dan siap kembali ke Pos Ranu Pani. Sekitar pukul 10.30 WIB rombongan sarapan termasuk korban, tetapi korban hanya makan sedikit dan kembali muntah.

Sekitar jam pukul 12.30 WIB rombongan melanjutkan perjalanan turun ke Ranu Pani, tetapi sekitar 200 meter dari Kalimati korban tidak kuat berjalan. Rombongan berusaha menggendong korban sejauh 15 meter namun tidak kuat, sehingga diutus 3 orang untuk minta bantuan ke Ranu Pani dan sisanya berupaya membawa korban dengan tandu ke daerah Jambangan.

Dalam perjalanan korban kembali muntah. Sekitar 16.00 WIB rombongan bersama korban istirahat di jambangan dan memberikan pertolongan dengan memberi minyak kayu putih. Selama menunggu bantuan korban diberi makan, namun hanya sedikit yang dimakan. Untuk pertolongan dibantu obat parasetamol tetapi korban masih mengalami mual dan pusing.

"Selama di Jambangan kondisi korban semakin memburuk. Nafas mulai serak seperti ada lendir yang menghalangi pernapasan, badan panas, kepala pusing dan tidak bisa diajak komunikasi, sehingga korban hanya berbaring dengan memakai 2 rangkap sleepingbag," sambung Kenedie.

4. Sabtu, (08/10/2016), pukul 00.09 WIB tim evakuasi sebanyak 4 orang yg dikirim oleh pos Ranu Pani (sesuai laporan rombongan sebelumnya yang meminta bantuan). Bantuan oxygen diberikan untuk pernafasan korban. Termasuk air hangat untuk kompress di bagian belakang leher.

Sekitar pukul 00.15 WIB nafas korban mulai tidak teratur, dan sekitar pukul 00.20 WIB tiba-tiba nafas korban terhenti, rombongan dan tim evakuasi melakukan cek denyut nadi dan tidak diketemukan. Sekitar pukul 01.30 WIB korban dievakuasi dengan tandu dan tiba di Ranu Pani sekitar 09.40 WIB.

"Di Ranu Pani dilakukan pengecekan oleh bidan desa Ranu Pani. Korban dinyatakan meninggal dunia, korban selama di Ranu Pani sementara disemayamkan di musholla sambil menunggu proses evakuasi ke RSUD Lumajang untuk proses pemeriksaan (visum/otopsi)," pungkas Kenedie.

Untuk selanjutnya pihak TNBTS juga telah menghubungi keluarga korban di Depok, dan menunggu penjemputan jenazah.

Semoga kejadian ini tidak kembali terulang, Ngalamers. RIP

[WA]



BACA JUGA