halomalang.com

Gandeng MUI dan Perguruan Tinggi, Pemkot Malang Seriusi Wisata Halal

26-Nov-2016 [09:00]

Ilustrasi. Sumber Maron memiliki air terjun yang ikonik di bawah PLTMH. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Pemkot serius menjadikan Malang sebagai destinasi wisata halal dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan perguruan tinggi (PT) untuk merealisasikannya, Ngalamers.

Wali Kota Malang Mochamad Anton mengatakan, menjadi kota destinasi wisata halal kini sedang terus diupayakan Pemerintah Kota Malang. “Terpilihnya Malang sebagai salah satu daerah yang dianggap konsekuen membangun wisata halal dari Kementerian Pariwisata menunjukkan jika kami sangat serius dalam hal tersebut,” katanya di sela-sela audiensi dengan MUI dan kalangan PT, Jumat (11/11/2016).

Hasil audiensi disepakati kerjasama antara pemerintah ulama dan akademisi untuk bersama mewujudkan kota wisata halal. Nantinya, akademisi dari UB akan melakukan penelitian dan pengujian, selanjutnya MUI akan memfasilitasi pemberian halal dengan cara memberi logo kepada hasil produk kuliner itu.

Menurut dia,  pencanangan kota wisata halal sesuai dengan visi besar pemerintah yakni “Malang Kota Bermartabat.” Sebagai implementasi dari program tersebut, Pemkot Malang melalui Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata, akan menjadikan Pasar Senggol di Jalan Sutan Sjahrir  menjadi sentra wisata kuliner halal.

Selain itu, dia minta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memfasilitasi pemberian serifikat halal pada produk usaha mikro kecil menengah sehingga umat Islam tidak ragu mengkonsumsinya. "Ini juga sejalan dengan model program pembangunan di Pemkot Malang yang sifatnya bottom up, yakni kami memfasilitasi apa saja keinginan masyarakat," ujarnya.

Ketua MUI Kota Malang, KH. Baidlowi Muslich, menyambut baik inisiasi Pemkot Malang terkait dengan kota wisata halal, Terutama terkait dengan produk kuliner karena  dalam ajaran Islam sendiri ada batasan mengenai makanan, ada makanan halal dan makanan yang haram. "Ada juga makanan yang tidak jelas, apakah halal atau tidak itu namanya subhat, dan ini masih banyak, sehingga dengan adanya sertifikasi halal makanan ini sangat penting agar konsumen menjadi yakin," katanya.

MUI juga mendorong terwujudnya Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Kota Malang, sehingga permasalahan sertifikasi makanan halal bisa segera diselesaikan bersama.

Dia berharap Kota Malang menjadi contoh kota wisata halal sehingga wisatawan yang datang ke kota ini ketika  makanan tidak ragu lagi terkait kehalalannya, Ngalamers.

Sumber : Bisnis



BACA JUGA