halomalang.com

2017, Sektor Pariwisata Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Malang

27-Dec-2016 [17:00]

Pertumbuhan ekonomi di Malang pada 2017 diperkirakan dipacu sektor pariwisata dan properti, Ngalamers.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Dias Satria mengatakan secara prosentase angka pertumbuhannya diperkirakan sama dengan 2016. “Hal itu terkait dengan memburuknya kinerja perusahaan manufaktur, industri rokok yang sedang mengalami sunset,” ujarnya .

Padahal industri rokok merupakan faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Malang. Dengan kondisinya yang sunset, maka sulit bagi sektor industri tersebut dapat memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Namun “berkah” dari terus berkembangnya Kota Batu, sebagai destinasi wisata nasional, maka ekonomi Kota Malang ikut menggeliat. Sektor perhotelan, kuliner, dan pusat oleh-oleh tumbuh pesat di Kota Malang. “Dengan belum terlihatnya modal besar masuk ke Kota Malang, maka saya memperkirakan pertumbuhannya tidak terlalu berbeda dengan tahun 2016,” ujarnya.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi di 2016, dia memprediksikan tidak terlalu berbeda dengan pertumbuhan ekonomi di 2015. Jika pun ada kenaikan, maka kenaikannya sangat kecil. Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Stastik Kota Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada 2015 mencapai 5,61%, lebih tinggi dari Jatim yang mencapai 5,56% dan nasional yang mencapai 5,18%.

Menurut Dias, jika bandara di Malang berhasil ditingkatkan menjadi bandara internasional dan jalan tol resmi beroperasi, maka pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut bisa lebih baik lagi. Dengan adanya fasilitas tersebut, maka akses ke Malang akan lebih mudah sehingga dapat menggerakkan sektor pariwsata pendukung.

Yang diharapkan dapat mengambil manfaat lebih besar jika bandara internasional dibangun dan tol Pandaan-Malang sudah beroperasi, mestinya Kab. Malang. Daerah tersebut dapat mengakselerasi pembangunan sektor pariwisata sehingga menjadi destinasi wisata yang penting di Jatim bahkan nasional.

Karena itulah, Pemkab Malang perlu memberikan insentif bagi investor yang menanamkan investasi di daerah tersebut. Untuk Kota Malang, kata dia, yang mendorong pertumbuhan ekonominya selalu positif karena faktor mahasiswa. Dengan banyaknya mahasiswa yang kuliah di Kota Malang, maka mendorong industri kuliner yang masuk subsektor ekonomi kreatif dapat berkembang stabil.

Pertumbuhan ekonomi kreatif seperti kuliner dan pariwisata lebih tahan terhadap adanya krisis. Ekonom dari Institute fot Development of Economic and Finance Aviliani dalam suatu kesempatan di Malang sudah tepat. Dampak dari sektor pertumbuhan sektor pariwisata sangat positif bagi penerimaan devisa negara.

Namun Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univestias Brawijaya Prof Candra Fajri Ananda mengingatkan perlu mengantisipasi pertumbuhan Malang sebagai destinasi wisata agar nantinya tidak menjadi kawasan kumuh baur, Ngalamers.

Sumber : Bisnis

 



BACA JUGA