Sunday, 15 September 2019
halomalang.com

Dari Malang yang Mendunia: 'GEMAR' Konservasi Air ala Kampung 3G

"Dari selokan, air masuk sumur injeksi. Ditabung. Agar cadangan air tanah meningkat. Suhu micro climate menurun. Ini Inovasi luar biasa. Mengatasi banjir tak harus mengalirkan air, tapi menanamkan,"

Inovatif! Kampung Glintung Go Green (3G) di kawasan Jl. Letjend S. Parman Gg.IV, RW 23, Kel. Purwantoro - Blimbing di malam hari. Rabu, 09/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Tak hanya menginspirasi banyak kampung dan kota dengan Glintung Go Green (3G), kampung yang berada di RW.23 Kel. Purwantoro, Blimbing Kota Malang ini tengah mengusung nama Kota Malang dan Indonesia, di ajang Guangzhou Award for Urban Innovation 2016. Bersama 15 finalis lain dari berbagai negara

Hari ini, Sabtu (03/12/2016) tim Kampung 3G yang dimotori Bambang Irianto (ketua RW) bersiap berangkat ke Tiongkok. Tema Guangzhou Award 2016 adalah 'Water Banking Movement for Empowering Local Economic Development'. Kampung 3G akan mempresentasikan GEMAR (Gerakan Menabung Air) di ajang ini, Ngalamers.

"Saat ini peringkat 3 (untuk voting online)," ujar Bambang ketika dihubungi halomalang beberapa saat lalu. Kampung 3G Kota Malang masih di bawah Ramallah (Palestina) dan Luleburgaz (Turki). Voting ini adalah untuk Kota Terpopuler selama Guangzhou Award yang ketiga ini.

Pemilihan online akan ditutup pada 05 Desember mendatang, dan diumumkan saat seremonial pada 07 Desember.

Manfaatkan hampir seluruh space di setiap gang untuk area penanaman sayur organik. Jumat, 11/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

"(voting ini) Tidak ada kaitan dengan inovatornya. Vote itu untuk memilih 5 kota terpopuler selama Ajang Guangzhou Award," sambung Bambang.

Lantas, seperti apa Gerakan Menabung Air ini hingga mengantarkan Kampung 3G ke Tiongkok?

"Karena RW.23 Kelurahan Purwantoro dinilai memiliki good practice terkait GEMAR dalam implementasi SDGs. Sehingga diharapkan mampu berbagi informasi dan pengalaman tentang isu-isu pembangunan, peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan agenda global (Suistainable Development Goals & New Urban Agenda)," terang Bambang saat ditemui awak media di rumahnya, menjelang Festival Kampung Glintung 3G pada (09/11/2016) lalu.

Di kesempatan tersebut, ia juga menyebut peranan Karang Taruna, generasi muda Glintung yang mau untuk berubah lebih baik menghadapi masalah sosial, terutama kriminalitas di kampungnya. Anomali cuaca dan perubahan iklim global akhir-akhir ini juga menjadi latar belakang GEMAR.

"Global warming juga mempengaruhi jumlah air tawar layak konsumsi. Banjir di mana-mana, tak hanya dimonopoli daerah perkotaan. Bandung, Garut, adalah salah satu contohnya sekarang," sambungnya.

Ir. Bambang Irianto (kiri) Ketua RW 23. Kelurahan Purwantoro, sekaligus inovator Kampung 3G menyampaikan materi presentasi untuk Guangzhou Award kepada para tamu dan warga Glintung. Sabtu, 03/12/2016 (Credit: Bambang Irianto)

Penanganan masalah banjir yang umum seperti dengan perbaikan saluran, pembuatan gorong-gorong, kanalisasi, menurut Bambang sejatinya hanyalah 'memindahkan' masalah dari satu tempat ke tempat lain. Melalui GEMAR, ia tawarkan hal baru. Dan sudah dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.

"Dari selokan, air masuk sumur injeksi. Ditabung. Agar cadangan air tanah meningkat. Suhu micro climate menurun. Ini Inovasi luar biasa. Mengatasi banjir tak harus mengalirkan air, tapi menanamkan,"

Selain sumur injeksi, Kampung 3G, gerakan menabung air didukung dengan pembuatan lubang biopori dan parit resapan. GEMAR pertama kali digagas oleh Prof.Dr.Ir. Muh. Bisri (Universitas Brawijaya) bersama Ir. Bambang Irianto (ketua RW 23) pada saat diskusi di Malang Post awal Februari 2013. Sebagai tindak lanjut, dibuat 4 sumur injeksi dan 100 biopori dari FT UB. Pembaca Malang Post membantu 1 sumur injeksi, lalu pada 2015 Rektor UB membantu 1 sumur. Ikatan Alumni UB membantu 1 sumur yang diserahkan Djarot Saiful Hidayat (Wagub DKI) selaku Ketua Ikatan ALumni UB. Saat ini sedang dibangun 5 sumur lagi bantuan dari FT UB dengan rincian 1 sumur dibangun di RW 23 dan 4 sumur oleh RW 23 dihibahkan ke RW 10 Purwantoro.

Cantik dengan tambahan lampu. Salah satu gang masuk di permukiman RW. 23 Kelurahan Purwantoro Blimbing. Jumat 11/11/2016. (Foto: W. Arief/Halomalang)

"Glintung RW 23 sudang membuat 675 biopori, dan sumur resapan (injeksi) 7 buah. Bisa menampung air sebanyak 33 ribu liter ketika hujan," terang John Arif 'Kopi Rock', Seniman Kendang asal Malang, Sabtu (03/12/2016).

Seniman yang kini menetap di Cikarang, Bekasi ini mengaku sudah 3 minggu melakukan penelitian di Kampung 3G. Menurtunya, biopori dan sumur resapan tersebut efektif mencegah banjir di kawasan Glintung saat ini. "Dan sumur-sumur penduduk terisi semua. Sumur dengan kedalaman 15 meter bisa terisi hingga 10 meter. Saat musim kemarau airnya terjaga, tidak kering seperti dulu," pungkasnya.

Ubah Mindset

Bambang menambahkan, model pembangunan ala 3G mengedepankan perubahan mindset, berbasis pada gotong royong dan berorientasi SDGs. "Kita tidak akan terperosok pada pola Development dis empowering yang banyak dilakukan pemerintah maupun swasta melalui program CSR," sambungnya pada (09/11/2016).

Seniman dari Japung Nusantara yang salah satu di antaranya Trie Utami, mengisi kegiatan Festival Kampoeng Glintung 3G. Jumat, 11/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Tak hanya dampak ketersediaan air dan kehidupan sosial warga sekitar yang meningkat, manfaat GEMAR inovasi Kampung 3G ini mengangkat kehidupan ekonomi masyarakat Glintung. Karena kampung ini telah menjadi kampung wisata edukasi, di mana wisatawan dapat melakukan study komparatif dan study replikasi.

"Bangunlah jiwanya...Bangunlah badannya," pungkas Bambang.

[WA]



BACA JUGA