halomalang.com

Sejenak Berpetualang, di Antara Pohon Pinus Dengan Iringan Musik Folk dan Off-Road

"Kita travelling dengan musik. Bermain di tempat-tempat yang kita singgahi. Kita kalau travelling kalau bisa jangan menginap di hotel atau tempat-tempat sejenis. Menginap di rumah warga setempat akan lebih seru, terasa petualangannya,"

Wake Up Iris! dia antara peserta Campcoustic di Lambau, Camping Ground Coban Tengah - Pujon. Jumat 25/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Salah satu tour operator di Malang, Ciliwung Camp, menawarkan pengalaman baru bagi Ngalamers pecinta kegiatan alam bebas. Menyenangkan, namun tidak butuh persiapan yang 'berat'.

Camp Coustic pada 25-26 November lalu di Lambau Camping Ground - Coban Tengah, Pujon menjadi pengalaman pertama bagi 11 peserta untuk merasakan suasana perkemahan di tepi hutan pinus plus hiburan musik, lepas lampion, dan tentu saja: off road. Di antara kepungan tenda, hangatnya api unggun semakin terasa tatkala hujan tak kunjung reda, bahkan hingga tengah malam.

Tenda di antara Pohon Lambau dengan bentuk dahan yang unik. Jumat 25/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Persiapan kami sebenarnya nggak sampai 2 minggu. Awalnya dari hobi camping, suka musik juga. Kan seru jika digabungin. Apalagi band pengisinya Wake Up Iris!," ujar Vita, dari Ciliwung Camp.

Menggunakan kendaraan 4x4, peserta berangkat pada Jumat sore (25/11/2016). Satu jam kemudian, setelah melewati jalanan licin di tengah hutan pinus Pujon Kidul sampailah di Lambau. Sebuah dataran yang terbilang sedikit luas di tepi jurang, dengan tiga pohon Lambau di tengah-tengahnya. Pohon ini terbilang unik, hanya ada tiga, namun bentuk rantingnya yang mencakar ke atas memberikan keteduhan bagi siapapun di bawahnya. Konon, pohon ini ditanam sejak jaman Belanda, dan hanya ada tiga di wilayah Kabupaten Malang. Di sisi Timur adalah punggung Gunung Panderman yang selalu dinaungi kabut, sabuk pepohonan masih cukup bagus.

Duo Folk-Pop-Rock Wake Up Iris! hangatkan suasana Campcoustic di antara hujan dan api unggun. Jumat 25/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Duo Folk-Pop-Rock Malang Wake Up Iris! membuka #CampCoustic dengan lagu-lagu bertemakan alam. Rain's tale, Moon Song tentu akrab di telinga pecinta musik Malang. Tak lupa Duet pasangan Bie Paksi (vocal-rhythm guitar-kickdrum) & Vania Marisca (vocal-violinist) turut menyapa peserta camp.

"Telepatinya nyampe, ya. Kita dulu ikut Ciliwungcamp bareng Ditto dan Risma di sini, asyik ya kalau bisa main musik di sini. Bareng temen-temen, terima kasih sudah mewujudkannya," terang Vania.

Tak lengkap tanpa bakar jagung. Jumat 25/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Bie tak ketinggalan. Ia juga bercerita sedikit tentang pengalaman travellingnya. "Kita travelling dengan musik. Bermain di tempat-tempat yang kita singgahi. Kita kalau travelling kalau bisa jangan menginap di hotel atau tempat-tempat sejenis. Menginap di rumah warga setempat akan lebih seru, terasa petualangannya,"

Musik yang dimainkan Wake Up Iris! banyak dipengaruhi unsur folk, etnik, blues, rock dan sedikit klasik. Di kesempatan #CampCoustic mereka juga membuat video klip.

Menerbangkan lampion di penghujung malam, dilakukan oleh peserta dan panitia. Sabtu 26/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Jujur selama saya ikut camping di Coban Rais atau di sini, ini perjalanan yang luar biasa. Berangkat hujan, sedikit fun off road juga licin-licin, nyampe di sini dengan suasana asyik plus musik," kata Andre, Owner Ciliwungcamp. "Semoga tahun depan kita bisa mewujudkan event seperti ini dengan skala nasional," pungkasnya.

Di tengah makrab melingkari api unggun, kejutan kecil diberikan kepada Vita yang tengah merayakan ulang tahun. Setelah potong tumpeng dilanjutkan dengan menerbangkan beberapa lampion oleh peserta.

Permainan seru untuk lebih mengakrabkan di antara peserta dan kru Ciliwungcamp. Sabtu 26/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Keseruan tak berakhir di sini. Pagi hari sebelum packing, Andre mengajak peserta untuk 'Ice Breaking'. Permainan kecil untuk menambah kekompakan. Ujian akhirnya adalah kompetisi memasak dengan bahan utama mie instant dan sayuran.

Di akhir 'ice breaking' tiga kelompok berkompetisi membuat menu sarapan. Yang paling enak dan cantik. Sabtu 26/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Yang tak kalah seru, adalah sesi off road dalam perjalanan pulang. Melalui tantangan jalan licin, sempit dan beberapa sedikit ekstrem di antara pohon pinus. Tak lupa, tim dokumentasi membuat sebuah video Mannequin Challenge. Seru!

Kabut dan mendung menaungi hutan di sisi Barat Gunung Panderman, depan lokasi Lambau. Di ujung jauh tampak Gunung Semeru yang gagah menjulang. Sabtu 26/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Lokasi Lambau Camping Ground terletak 1 kilometer sebelum wana wisata Coban Tengah, Pujon. Sabtu 26/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Kru Ciliwungcamp bersama peserta Campcoustic 2016. Tahun depan rencananya akan digelar event dengan konsep serupa yang lebih besar dan seru. Sabtu 26/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Fun Offroad dengan kendaraan 4x4 di jalur pulang. Di antara pepohonan Pinus dan ladang rumput. Sabtu 26/11/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

[WA]



BACA JUGA