Saturday, 19 October 2019
halomalang.com

Malang Bebas Sampah #2: Tak Hanya Kota, Sampah Juga Masalah di Kawasan Wisata

17-Feb-2017 [11:00]

Andi 'Kodok' Hardiansyah (dua dari kanan) Kapel Malang Bebas Sampah #2 dalam sesi press conference #ResikResekNgalam. Selasa, 31/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Bulan peduli sampah nasional yang jatuh setiap Februari direspon masyarakat dengan berbagai cara. Di Malang, untuk kali kedua gerakan Malang Bebas Sampah #ResikResekNgalam akan dilaksanakan di berbagai titik. Tak hanya wilayah perkotaan, tapi meliputi kawasan Malang Raya dan beberapa kawasan penyangga, seperti: sungai, gunung, termasuk kawasan wisata pantai.

Event tahunan kedua ini dimulai pada 05 Februari. Dan akan bergulir tiap akhir pekan hingga 26 Februari 2017.

"Gerakan ini beraliansi dengan Indonesia Bebas Sampah 2020. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari adalah untuk mengenang tragedi longsornya TPA Leuwigajah Bandung pada 2005. Dua desa adat tertimbun, ratusan orang meninggal dunia," kata Andi 'Kodok' Hardiansyah, Ketua Pelaksana Malang Bebas Sampah tahun 2017.

Menurut Kodok, event Malang Bebas Sampah #ResikResekNgalam tahun ini akan berkolaborasi dengan 180 lebih komunitas, pemerintah daerah, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sekolah, pihak swasta, seniman, dan juga masyarakat umum.

"Tahun lalu kami sudah melaksanakan gerakan serentak diikuti 88 komunitas di Malang Raya. Dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pantai Perawan dan CFD Ijen," sambungnya.

Secara Nasional, HPSN 2016 diikuti 1024 komunitas dari 155 kota/kabupaten. Kodok menyebut, puncak acara Malang Bebas Sampah #ResikResekNgalam tidak dilaksanakan pada 21 Februari, melainkan 26 Februari di Brawijaya Edu Park. "Karena kebetulan tanggal 21 adalah hari kerja. Di puncak acara akan dimeriahkan 1st anniversary Ngalam Community, colaborator Malang Bebas Sampah yang dari awal kami sudah saling membantu,"

Berikut rangkaian acara Malang Bebas Sampah #ResikResekNgalam:

  • 05 Februari: Bersih Sungai, Workshop Daur Ulang Sampah di Kemantren - Jabung.
  • 11 - 12 Februari: Bersih Salvinia Molesta di Ranu Pane Lumajang dan diskusi penyelesaian sampah di gunung.
  • 18 - 19 Februari: Pantai Kondang Merak (Bersih Pantai, Tanam Mangrove, Isu Sampah Pesisir) & Gunung Panderman (bersih gunung)
  • 24 - 26 Februari: Jambore Bebas Sampah di TPA Talang Agung, Kepanjen.
  • 26 Februari: Puncak Event #ResikResekNgalam di Brawijaya Edu Park. Edukasi petik sampah di kawasan Jodipan - Pasar Besar - CFD Ijen dan diakhiri flash mob di Balai Kota. Selanjutnya acara kolaborasi dengan Ngalam Community (Booth komunitas, panggung hiburan, kuliner sehat, dll).

"Dengan banyaknya acara konser di Malang yang tentunya menimbulkan sampah, event puncak dengan Ngalam Community ini kami jadikan pilot project Zero Waste Event di Malang," tegas Kodok.

Sedangkan pemilihan beberapa lokasi seperti gunung dan pantai, keduanya merupakan titik-titik yang 'lagi hits' untuk dikunjungi. Apalagi Malang Raya terkenal sebagai tujuan wisata utama di Indonesia. Sampah adalah masalah yang ditinggalkan. Menurut Kodok, saat ini masalah sampah di gunung atau pantai tak hanya didominasi plastik, tapi juga tisu basah bekas,  juga tabung gas kosong yang dibuang begitu saja oleh pengunjung.

"Ini gawenya orang yang tinggal di Malang. Siapapapun silakan bergabung, bergerak bersama. Harapan terbesarnya, di 2020 nanti paling tidak masalah sampah di Malang sudah terselesaikan 80 persen. Tapi yang terpenting adalah pengelolaan sampah sejak dini, dimulai dari rumah. Sampai kapan mau membuang sampahnya ke TPA?," pungkasnya.

Ngalamers yang ingin berpartisipasi baik tenaga ataupun donasi, silakan hubungi CP:

  • Wondo  (+62 896-3574-4290)
  • Aya (+62 857-3263-5571)
  • Diaz (085646786214).

Donasi dapat langsung dilakukan melalui: Rek Mandiri : 144-00-1592316-9 a.n. Annis Sadella Taufan.

Ngalamers juga bisa meng-update informasi melalui instagram @mlgbebassampah

[WA]



BACA JUGA