Saturday, 19 October 2019
halomalang.com

Operasi Simpatik Semeru Digelar Selama 21 Hari

01-Mar-2017 [09:00]

Kepolisian Daerah Jawa Timur beserta seluruh jajarannya menggelar Operasi Simpatik Semeru 2017 selama 21 hari mulai 1-21 Maret 2017, Ngalamers.

Kombes Pol F. Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim melalui siaran persnya mengatakan, operasi ini bertujuan untuk menciptakan keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas di wilayah Jawa Timur. Sasaran operasi ini adalah segala bentuk gangguan lalu lintas yang kasat mata.

Dengan mengedepankan pembinaan, pencegahan, serta penegakan hukum secara selektif untuk mewujudkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang lalu lintas jalan raya. Sejumlah 2.537 personel dilibatkan dalam operasi ini, dengan rincian 240 personel Polda Jatim dan 2.297 personel satuan wilayah.

Daftar pengendara di bawah ini akan terkena denda bukti pelanggaran (tilang) :

  • Melawan arus
  • Menerobos traffic light (lampu merah)
  • Tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) atau masa berlakunya habis
  • Tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau masa berlakunya habis
  • Kendaraan tak memiliki plat nomor polisi atau masa berlakunya habis
  • Alat standar keamanan tak lengkap (spion, lampu, dll)
  • Tak memakai helm (khusus pengendara sepeda motor)
  • Tak mengenakan sabuk pengaman (khusus pengendara mobil)
  • Tak menyalakan lampu saat siang hari
  • Khusus angkutan umum, polisi mengincar pengemudi yang ngetem sembarangan
  • Kendaraan yang menggunakan rotator serta sirine bukan peruntukannya
  • Plat nomor kendaraan tidak sesuai dengan spektek/aturan
  • Geng motor/balap liar
  • Kendaraan bak terbuka bukan untuk memuat orang
  • Pengemudi di bawah umur
  • Angkutan umum tidak layak pakai
  • Kendaraan bus/truk kelebihan muatan baik orang/barang

Bagi pelanggar akan dijatuhi sanksi berdasarkan Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksi berupa denda hingga ancaman pidana kurungan. Berikut Rinciannya.

  • Pengendara yang tidak memiliki SIM terancam pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta
  • Pengendara yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dikurung paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu
  • Pengendara yang tidak memasang tanda nomor kendaraan bermotor alias plat nomor polisi terancam kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu
  • Pelanggaran syarat teknis laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, lampu mundur, pengelap kaca, bumper, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu untuk sepeda motor dan Rp 500 ribu untuk mobil
  • Pengendara mobil yang tidak membawa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu,
  • Melanggar rambu lalu lintas terancam kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu,
  • Melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu
  • Pengendara yang tidak membawa STNK atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu
  • Tidak memakai sabuk keselamatan dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu
  • Pengendara atau penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda Rp 250 ribu
  • Pengemudi yang tidak menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu dipidana dengan kurungan satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu
  • Mengendarai sepeda motor tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari dipenjara paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu
  • Berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu

Sumber : Tribunnews



BACA JUGA