halomalang.com

36 Daerah Sumbangkan Alat Musik Khas-nya Untuk Museum Musik Indonesia

21-Jul-2017 [16:30]

Pawai Budaya Nusantara APEKSI 2017 di Jl. Semeru Kota Malang. Rabu, 19/07/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Momen Pawai Budaya Nusantara APEKSI XII Malang, Rabu (19/07/2017) kemarin sepertinya benar-benar dimanfaatkan sekitar 55 delegasi Kota di Indonesia untuk unjuk kekhasan daerahnya. Tarian, baju adat, alat musik, hingga pengumuman rencana event berskala nasional, disajikan kepada ribuan masyarakat Malang dan 98 pimpinan daerah yang hadir. Pawai budaya ini sekaligus meramaikan gelaran Rakernas APEKSI dan Indonesia City Expo ke-15.

Satu yang mencuri perhatian adalah penyerahan alat musik masing-masing daerah kepada Museum Musik Indonesia yang notebene berada di Kota Malang. Ada 36 daerah yang menyumbangkan alat musik khasnya. Total ada 47 item alat musik.

"Ini sangat membanggakan, tak hanya untuk MMI, tapi juga Malang secara luas. Bukti pengakuan dan kepercayaan kepada kami. Terima kasih untuk para delegasi dan Pemkot Malang yang telah memfasilitasi," ujar Ciciel Sri Rejeki, perwakilan MMI saat ditemui halomalang pada Kamis malam (20/07/2017).

Para Kepala Daerah/Walikota menyerahkan langsung kepada Moch. Anton (Walikota Malang) saat prosesi pawai budaya. Salah satunya Bima Arya, Walikota Bogor yang membawa alat musik Langgir Badong/Bambu Gendong ciptaan seniman Ade Suarsa. Alat musik ini mampu menghasilkan melodi dari harmonisasi suara pukulan bambu yang merdu.

Walikota Bogor Bima Arya (kiri atas) menyerahkan instrumen Langgir Badong kepada Moch. Anton (Walikota Malang) saat Pawai Budaya Nusantara Apeksi XII. Rabu, 19/07/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Menurut Ciciel, 36 daerah tersebut ada yang menyerahkan lebih dari satu alat, seperti Banjarbaru, Gorontalo, Bengkulu, Depok, atau Ternate.

"Bahkan Ternate menyerahkan seusai gelaran pawai budaya. Informasi yang mereka terima terlalu mepet, sedangkan banyak kota yang sangat antusias untuk menyumbang ketika informasinya menyebar. Last minute," terangnya.

Para delegasi wilayah berpikir untuk memperkenalkan budaya musiknya di MMI, ada hal lain yang lebih penting. "Malang adalah kota pelajar dan wisata. Ada ribuan mahasiswa dari berbagai daerah, dengan mengenal alat musik tertentu di MMI, mereka berharap para mahasiswa/wisatawan lalu berkunjung ke wilayah asal alat musik tersebut. Berpikir jauh ke depan," jelas Ciciel.

Lantas bagaimana dengan teknis display di MMI? "Ini tentu saja menjadi PR besar kami. Area di MMI kan tidak luas, dan lokasinya masih ikut di Gd. Kesenian Gajayana. Kami akan berkoordinasi dengan Abah Anton (Wali Kota) untuk prosesnya,"

Ke depan, ia berharap ada alat musik khas Malang yang berada di ruang display MMI. Setelah alat musik daerah, Museum Musik Indonesia akan merambah koleksi baju adat maupun hal yang terkait kebudayaan nusantara.

Museum musik pertama di Indonesia ini awalnya dirintis dengan nama Galeri Malang Bernyanyi sekitar 8 tahun lalu. Setelah beberapa kali berpindah tempat, saat ini MMI berada satu kompleks dengan Gedung Kesenian Gajayana. Hingga kini, MMI telah mengkoleksi sekitar 20.000 rekaman fisik lagu dari hampir 100 negara. Ada juga memorabilia peralatan musik nusantara, termasuk kostum legendaris penyanyi Indonesia. Yang terbaru, MMI telah mendigitalkan 14.000 judul lagu, & bisa Ngalamers akses gratis melalui smartphone di lokasi museum.

[WA]



BACA JUGA