Saturday, 21 September 2019
halomalang.com

Festival Budaya 2 Kampung Sinau: Tiket Masuknya Buku, Atau Bibit Tanaman

Festival Budaya merupakan wahana ekspresi bagi pemuda, anak-anak, komunitas, taman baca, insan yang berkesenian, serta seluruh masyarakat.

Kampung Sinau Cemorokandang saat gelaran Pelangi Nusantara #2. Jumat, 29/01/2017. (Foto: W.Arief/Halomalang]

Kampung Sinau Cemorokandang kembali menggelar event rutin Festival Budaya yang menyajikan pameran lukisan, tulisan, dan karya mural kampung di tahun 2017 ini.

Event yang akan digelar sepekan penuh mulai 19 – 26 Agustus ini juga akan diramaikan ragam perlombaan, workshop, dan beberapa stand hasil karya dan produksi warga sekitar, dan tentu saja banyak komunitas di Malang.

“Fokus tema kita adalah Topeng Malangan. Adik-adik pegiat maupun pengunjung akan kami ajak mengenal pembuatan topeng lebih mendalam, mencetak, hingga mewarna. Bahannya non kayu yang lebih praktis, tapi edukasinya dapet,” ujar M. Toha Mansyur Al Badawi, inisiator Kampung Sinau ketika ditemui halomalang, Sabtu (12/08/2017).

Pemuda asli Cemorokandang ini menyebut kali ini menyebut ada sekitar 20 rumah warga yang akan dihias mural warna-warni. “Kali ini menyebar di gang samping Kampung Sinau, karena yang terdekat sudah penuh. Kawan dari Serikat Mural Surabaya bahkan sudah ‘inden’ 3 rumah untuk mereka lukis,” sambungnya.

Kegiatan persiapan mural sudah dimulai sejak awal pekan ini, dan akan bisa dinikmati mulai 20 Agustus. Selain Serikat Mural Surabaya, mural kampung ini juga diramaikan Komunitas Turu Kene, Ndraset, Gambarispo, dan beberapa kawan seniman. Dalam rilis tertulisnya, Festival Budaya merupakan wahana ekspresi bagi pemuda, anak-anak, komunitas, taman baca, insan yang berkesenian, serta seluruh masyarakat.

Festival Budaya 2 dilaksanakan di Jl. Untung Sudiro RT 04, RW 04 No. 29 Cemorokandang. Dengan tujuan meningkatkan apresiasi dan kecerdasan estetika masyarakat, guna mendorong berkembangnya industri kreatif.

Baca Juga: Kampung Sinau: Semangat Adik - adiklah Kekuatan Terbesar Kami

Rangkaian event akan dimulai dengan perlombaan dan workshop kreatif: membuat lampion kertas motif batik, scrapbook, cetak topeng malangan, dll. “Konsep membudayakan keanekaragaman yang telah ada dengan melibatkan warga, anak-anak, ibu PKK, mahasiswa, juga warga negara asing,” ujar Mansyur.

Mahasiswa asing yang dimaksud adalah mereka para pegiat di AIESEC Universitas Brawijaya . Kolaborasi AIESEC UB dan Kampung Sinau akan bisa Ngalamers saksikan pada puncak Festival Budaya, 26 Agustus 2017 dengan pameran seni.

Tak ketinggalan bintang tamu band dan teater seperti Tani Maju, Ratapan Anjing Liar, Celoteh, Malang Fire Dance, Rumah Serem, dll. Ada juga penampilan Tari Grebeg Sabrang dari adik-adik Cemorokandang.

Seluruh rangkaian event Festival Budaya Kampung Sinau 2017 terbuka untuk umum. Tiket masuknya hanya 1 buku bacaan (bebas) yang nantinya akan dipergunakan di perpustakaan. Ngalamers juga bisa membawa 1 pohon (buah/tanaman hias) yang nantinya untuk menjaga keasrian lingkungan Cemorokandang.

[WA]



BACA JUGA