Monday, 20 November 2017
halomalang.com

Homestay dan CBT: Dua Tulang Punggung Desa Wisata

"Kalau dulu sampingan, sekarang (homestay) menjadi utama untuk memenuhi kebutuhan wisata"

Homestay dan pengelolaan wisata berbasis masyarakat lokal kian jadi poros kekuatan pariwisata nasional yang diperhitungkan. Rabu, 23/08/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang).

Kementerian Pariwisata RI memulai penilaian lomba Apresiasi Usaha Masyarakat Bidang Wisata 2017 terhadap homestay-homestay desa wisata di Indonesia. Jawa Timur adalah provinsi pertama yang dikunjungi Tim Penilai Kemenpar.

"Hasil apresiasi ini nantinya 3 besar Desa Wisata, dan 5 besar homestay ini nanti akan kita bawa ke ASEAN Tourism Forum. Di sana, nanti kita (Indonesia) akan sama standar nya dengan ASEAN," ujar Doto Yugantoro, tim Juri Kemenpar yang berkunjung kala berkunjung ke homestay Elfany, Desa Bumiaji Kota Wisata Batu, Selasa (22/08/2017). Doto hadir bersama Tri Wibowo.

Homestay ini adalah milik Adi Supriono yang berada di Jalan Kastubi. Homestay ini adalah salah satu yang diajukan Disbudpar Jatim untuk mengikuti lomba Apresiasi Usaha Masyarakat Bidang Pariwisata 2017. Pengunjung Elfany akan mendapatkan pengalaman belajar pertanian bunga (mawar, krisan), termasuk membawa pulang secara gratis bunga dari lahan perkebunan di depan homestay. Adi saat ini juga menjabat sebagai ketua BUMDes Bumiaji.

Doto menyebut dari 10 provinsi, Jawa Timur mendapat kesempatan pertama penilaian. Selain Bumiaji, ada dua desa wisata lain yang dinilai di Malang Raya, yakni Gubuk Klakah dan Pujon Kidul.

"Pengumumannya nanti di Malam Anugerah bertepatan Hari Pariwisata Nasional 27 September. Ada Apresiasi Homestaty, CBT (Community Based Tourism), Pokdarwis, dan Indonesian Sustainable Tourism Awards," sambung Doto.

CBT sendiri adalah pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat lokal di tiap desa wisata. Kemenpar menilai, keberadaan homestay dan CBT sangat berpengaruh terhadap kemajuan pariwisata di destinasi wisata sekitarnya.

Dalam urutan 10 prioritas Kemenpar, homestay masuk dalam urutan kedua, di bawah e-tourism, kemudian airlines, branding, top-10 originasi, top destinasi utama (destinasi branding), pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas, sertifikasi kompetensi SDM dan gerakan sadar wisata, peningkatan investasi pariwisata dan pengelolaan crisis centre.

"Kalau dulu sampingan, sekarang (homestay) menjadi utama untuk memenuhi kebutuhan kunjungan 20 juta wisman & 275 juta domestik tahun 2017. Target ada 100 ribu homestay, tak harus membangun, tapi mengembangkan yang sudah ada seperti ini (homestay rumahan),"

Ada tiga kategori homestay menurut Doto: Homestay rumahan (yang ada tuan rumahnya tinggal bersama), pondok wisata (harus ada tenaga kerja yang mengurus), dan rumah wisata (yang didesain oleh pusat bertemakan karakter kelokalan).

Selain homestay Elfany, Tim Kemenpar yang juga didampingi Komunitas Batu Local Guides, Batu Guide Community, Amazing Bumiaji, BUMDes Bumiaji, Forum Pokdarwis Kota Batu, Cube Pictures, Popo Nopo Art Project, Hatict Wear, Kampus Desa, ROB Ojek, BEH TsHirt & Batu Creative Hub) mengunjungi Omah Koe No yang dikelola Miftahul Munir.

Homestay kedua ini menyewakan 2 kamar. Yang menarik, rumah yang didirikan buyut Munir sudah berusia ratusan tahun-dan masih dipertahankan keasliannya hingga kini. Di depan rumah juga terdapat kebun apel dan sayur.

"Kita juga punya paket Amazing, 250 sehari semalam sudah include homestay, 2x coffee break, 2x makan dan 3 destinasi wisata (seperti: edukasi, pertanian, budaya, dll) bebas di Bumiaji," terang Imelda Erlans, Marketing Tourism Bumiaji Village kepada halomalang.

Tim Kreatif Unit Pariwisata Bumiaji ini bermarkas di Homestay Omah Koe No. Di meja resepsionis terdapat sebuah plakat kayu bertulis H. Makali yang menurut Imelda adalah yang pertama kali membangun rumah bernomor 32 di Jl. Kop Kasdi, Dusun, Banaran ini.

"Omah Koe No lebih disukai wisatawan mancanegara, dari Italia, Jerman, juga Korea. Kebetulan saat ini ada pasangan asal Mr James & Hani (Inggris-Indonesia) yang menginap," kata Imelda. James dan Hani tampak asyik memasak di outdoor kitchen yang disediakan tuan rumah. Aneka bahan organik tampak di meja masak. Menurut Imelda, ini adalah welcom service dari Omah Koe No.

Apresiasi juga datang dari Batu Local Guides, dan ini bukan pemandu 'biasa'.

"Kami lebih seperti pemandu virtual via Google Maps. Kegiatan kita jalan-jalan, foto, lalu Add Place sebuah lokasi. Salah satunya Omah Koe No ini," ujar Fandi Rahman, anggota Batu Local Guide.

Fandi bisa menambahkan lokasi tertentu dan mereview tempat tersebut, tapi dengan syarat sudah diverifikasi oleh Google. Pihak raksasa internet inilah yang memberi nama 'Local Guide'.

"Kerja kita lebih berkelompok sih, apalagi untuk validitas sebuah lokasi dibutuhkan beberapa review. Data yang diinputkan akan diverifikasi. Google akan mengulas sendiri, memberi poin. Agar informasinya benar, tidak menipu. Jadi tidak bisa sembarangan Add Place," kata Fandi.

Foto-foto maupun data inilah yang nantinya akan masuk SEO Google untuk pencarian sebuah tempat yang terpercaya. Kebetulan, menurut Fandi, di Batu anggota Local Guide Virtual ini sudah ada di setiap desa. Kehadiran mereka sangat membantu geliat wisata berbasis kelokalan seperti di Bumiaji. "Fokus kita sekarang memang mengangkat usaha kecil menengah untuk ditandai, direview," pungkasnya.

Usai dari Omah Koe No, Tim Kemenpar menuju Kebun Organik SAWUNG yang terkenal akan pertanian purba. Kunjungan berakhir di Omah Budaya Slamet untuk melihat kelas seni, dan sajian kuliner Mie Organik.

[WA]


PROMO KULINER HARI INI

Student Day Promo
Dapatkan discount 10% dengan menunjukan Kartu Pelajar atau KTM.
Student Day Promo
Dapatkan discount 10% dengan menunjukan Kartu Pelajar atau KTM.

Student Day Promo
Dapatkan discount 10% dengan menunjukan Kartu Pelajar atau KTM.

Pasar Numplek Lagi
Makan malam all you can eat hanya Rp. 59.000/orang
Pasar Numplek Lagi
Makan malam all you can eat hanya Rp. 59.000/orang

Pasar Numplek Lagi
Makan malam all you can eat hanya Rp. 59.000/orang

Promo November Skyroom Rooftop Cafe The 1O1 Malang OJ
Nikmati aneka makanan berbahan salmon dengan harga Rp. 65.000,++
Promo November Skyroom Rooftop Cafe The 1O1 Malang OJ
Nikmati aneka makanan berbahan salmon dengan harga Rp. 65.000,++

Promo November Skyroom Rooftop Cafe The 1O1 Malang OJ
Nikmati aneka makanan berbahan salmon dengan harga Rp. 65.000,++

JCO Promo #JCOFFEEMONDAY
Harga Spesial JCOCCINO atau V60 Uno Hanya Rp. 20.000
JCO Promo #JCOFFEEMONDAY
Harga Spesial JCOCCINO atau V60 Uno Hanya Rp. 20.000

JCO Promo #JCOFFEEMONDAY
Harga Spesial JCOCCINO atau V60 Uno Hanya Rp. 20.000

OVO Amaxxing Treats
Diskon 50% untuk semua minuman setiap hari Senin.
OVO Amaxxing Treats
Diskon 50% untuk semua minuman setiap hari Senin.

OVO Amaxxing Treats
Diskon 50% untuk semua minuman setiap hari Senin.

Yoshinoya Chicken Roll Promo
Harga spesial Chicken Roll 4 pcs hanya Rp. 10.000
Yoshinoya Chicken Roll Promo
Harga spesial Chicken Roll 4 pcs hanya Rp. 10.000

Yoshinoya Chicken Roll Promo
Harga spesial Chicken Roll 4 pcs hanya Rp. 10.000


PROMO LIFESTYLE HARI INI

Ladies Day 20% Off
Discount 20% for ladies every monday
Ladies Day 20% Off
Discount 20% for ladies every monday

Ladies Day 20% Off
Discount 20% for ladies every monday

Promo Grand Opening Happy Puppy
Promo Grand Opening Happy Puppy

Gaudi Bundling Price Promo
​Dapatkan harga spesial khusus bundling
Gaudi Bundling Price Promo
​Dapatkan harga spesial khusus bundling

Gaudi Bundling Price Promo
​Dapatkan harga spesial khusus bundling

Living Room Set Discount
Set ruang keluarga diskon besar-besaran hanya di bulan November hanya Rp. 4.500.000
Living Room Set Discount
Set ruang keluarga diskon besar-besaran hanya di bulan November hanya Rp. 4.500.000

Living Room Set Discount
Set ruang keluarga diskon besar-besaran hanya di bulan November hanya Rp. 4.500....


BACA JUGA