halomalang.com

Mural Masuk Kampung Dalam Geliat Festival Budaya

"Mural masuk kampung bukan hanya persoalan aktivitas kesenian anak muda dan euforia semata, bukan pula persoalan mengangkat kampung menjadi hits..,"

Festival Budaya #2 Kampung Sinau, sekaligus merayakan bulan Kemerdekaan RI. 27/08/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

"Biasakan anak-anak bertindak dan berperilaku layaknya seorang anak, bukan berperilaku seperti orang dewasa. Biarkan mereka dewasa dengan sendirinya, jangan dewasa sejak dini," Adalah gambaran 'Anak-anak adalah Anak-anak' yang dituangkan Komunitas Turu Kene dalam sapuan mural di salah satu tembok permukiman warga RT.04/RW.04 Cemorokandang, Kota Malang.

Meski tak tertulis langsung, mural dengan latar dominan kuning ini cukup memberi gambaran. 15 anak dengan baju warna-warni, dan gestur tanpa jarak. Di atasnya terdapat tulisan singkat Kampung Sinau.

19 - 26 Agustus 2017 kemarin adalah waktunya Festival Budaya #2 Kampung Sinau. Artinya, ini seperti hari raya bagi warga di lingkungan Kampung Sinau, sebuah ruang baca dan kreasi yang dimotori oleh Mansyur, pemuda Jl. Untung Sudiro, Cemorokandang.

Baca Juga: Kampung Sinau: Semangat Adik - adiklah Kekuatan Terbesar Kami

"Kampung Sinau sendiri adalah media perantara di mana anak-anak dapat belajar, bermain, dan juga berkreasi. Namun kami juga menyadari bahwa kampung adalah milik seluruh lapisan warga," terang Mansyur dalam rilis tertulis yang diterima halomalang.

Untuk itu, panitia Festival Budaya mengajak seluruh aspek masyarakat terlibat. Dalam lomba-lomba, workshop kreatif, menyumbangkan ide dalam mural kampung, hingga terlibat dalam event puncak pada 26 Agustus.

Rangkaian euforia sepekan ini bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba, atau sekadar event tahunan. Festival Budaya #2 Kampung Sinau, menurut Mansyur adalah cara merespon ruang publik dengan kerja nyata. Ruang publik yang dimaksud adalah kampung, tempat di mana interaksi individu/sosial Kampung Sinau terbentuk.

Xgo W, seniman dari Serikat Mural Surabaya (SMS) dalam catatannya untuk event Festival Budaya ini berjudul 'Makaryo Mural Dalam Wilayah Ruang Publik Sebenarnya' menulis: Kota sudah lupa bahwa kampung adalah cerminan Indonesia dalam skala kecil.

"Bagi saya kampung adalah manifestasi dari ruang publik sebenarnya dengan identitas budaya gotong-royong, kerja bakti dan tepo seliro di dalamnya," terang Xgo. Jika ruang publik adalah ruang terbuka yaang harus bebas dari kepentingan-kepentingan korporasi yang bersifat mempengaruhi, maka kampung adalah tempat yang dimaksud, imbuh Xgo. Namun ia juga menyayangkan ketika kini banyak kampung urban perkotaan yang disusupi untuk 'berjualan', menjadi suatu komoditas bagi pencari kepentingan.

Permasalahan ini ia pandang mirip ketika kesenian, khususnya mural, masuk ke ruang publik bernama kampung. "Seni harusnya mampu dan peka terhadap suatu persoalan dan bisa membuat sebuah perubahan. Kita masih ingat bagaimana gerombolan Apotik Komik dari Jogja mampu membuat kampung kumuh 'Kalicode' menjadi hidup kembali dengan karya muralnya. Pendekatan kepada warga memberikan pemahaman tentang seni publik di era 98-an,"

Menurut X-Go hal ini sejalan dengan SMS dengan project mural kampung yang dimulai sejak 2011, edukasi diberikan kepada warga tentang pentingnya menjaga budaya kelokalan dan wilayah melalui mural dan pendekatan sosial. Mereka menggandeng karang taruna, pemuda, warga, dan lembaga yang konsen dalam pemberdayaan masyarakat. Sama dengan apa yang mereka kerjakan di Kampung Sinau, Cemorokandang.

"Mural masuk kampung bukan hanya persoalan aktivitas kesenian anak muda dan efooria semata, bukan pula persoalan mengangkat kampung menjadi hits dan dikunjungi ribuan anak-anak gaul tiap harinya untuk ber-selfie ria, menjadi viral tanpa memikirkan dampak jangka panjang dari warga kampung sendiri," kritiknya terhadap semakin banyaknya kota yang latah menjadikan kampung sebagai komoditas wisata belaka.

Jalanan dan kampung memang sama-sama ruang publik, namun keduanya memiliki aturan main sendiri. Ia ingat, ketika kejadian 2 tahun lalu di sebuah kampung di daerah Malang. Ketika sang muralis dengan bangga telah menyelesaikan karyanya dengan mosnter cumi 'pyschedelic-nya harus dikritisi dan dikomplain pemilik rumah. "Kita musti ingat, di ruang publik, kurator sebernarnya adalah warga dan masyarakat itu sendiri," pungkas XGo.

Apa yang dituangkan Xgo ini adalah satu hal yang tengah digiatkan dalam gelaran Festival Budaya Kampung Sianu. Kolaborasi bersama sejumlah seniman Malang, Bali, Jogja, dan Tulungagung mempersembahkan karya mural dengan pesan baik utuk perubahan. 'Susah Senang Pokok Bareng', 'Belajar itu Menyenangkan', 'Live-Life-Love', adalah sejumlah pesan yang menghias apik di dinding warga.

Di momen puncak Festival Budaya, Kampung Sinau menghadirkan sejumlah penampil dari beberapa generasi: Tari Beskalan, Tari Massal Grebeg Sabrang (SMPN 22 Malang), Pencak Silat (MTSN 2 Malang), Band Anak, Teater, Puisi, band indie Malang, hingga Kolaborasi dengan mahasiswa luar negeri dari AIESEC Universitas Brawijaya.

Baca Juga: Festival Budaya 2 Kampung Sinau: Tiket Masuknya Buku, Atau Bibit Tanaman

Beberapa hari sebelumnya juga dilaksanakan aneka perlombaan merayakan HUT RI ke-72, workshop membuat topeng, scrapbook, membuat lampion, atau kreatif dengan bahan bekas yang melibatkan banyak komunitas yang sudah terjalin sejak Festival Budaya pertama.

Mansyur juga menyadari, salah satu fenomena yang terjadi adalah dinamika budaya, khususnya Malang yang didatangi ribuan mahasiswa dari berbagai daerah tiap tahunnya. "Namun bukan berarti kami juga harus kehilangan budaya kami, sebagai salah satu subjek yang merasakan perubahan tersebut, hal sederhana yang kami ingini ialah: para adik-adik kami sebagi the agent of change juga dapar merasakan budaya asli milik nusantara. Cara sederhana ialah dengan mengadakan Festival Budaya 2 tahun ini," pungkas pemilik nama lengkap Mohammad Toha Mansyur ini.

[WA]



PROMO KULINER HARI INI

Paket Pelajar dan Mahasiswa Chicken Crush
Sekarang nongkrong di Chicken Crush makin asyik dengan promo Paket Pelajar
Paket Pelajar dan Mahasiswa Chicken Crush
Sekarang nongkrong di Chicken Crush makin asyik dengan promo Paket Pelajar

Paket Pelajar dan Mahasiswa Chicken Crush
Sekarang nongkrong di Chicken Crush makin asyik dengan promo Paket Pelajar

Wendy's Rp. 20.000 Puas
Kini Paket PUAS tersedia dengan 5x lebih seru!
Wendy's Rp. 20.000 Puas
Kini Paket PUAS tersedia dengan 5x lebih seru!

Wendy's Rp. 20.000 Puas
Kini Paket PUAS tersedia dengan 5x lebih seru!

Pizza Hut - Beli 1 Makanan Gratis 1 Minuman
​BELI 1 makanan* GRATIS 1 minuman* di Pizza Hut!
Pizza Hut - Beli 1 Makanan Gratis 1 Minuman
​BELI 1 makanan* GRATIS 1 minuman* di Pizza Hut!

Pizza Hut - Beli 1 Makanan Gratis 1 Minuman
​BELI 1 makanan* GRATIS 1 minuman* di Pizza Hut!


PROMO LIFESTYLE HARI INI


BACA JUGA