Monday, 17 December 2018
halomalang.com

Sinyal Baru Itu Bernama ‘Flaw’

“Iya, kami cuma punya ini. Tapi tidak mengapa, setidaknya kami bersungguh-sungguh dalam setiap prosesnya, dan kami menikmatinya,”

'Flaw' : Apakah ini pertanda bahwa intenna akan berjalan lebih jauh lagi?

Jarang tampil, juga tidak terdengar isu-isu lain sejak album perdana Helter Skelter (2015), unit Showgaze asal Malang, Intenna kembali menyalakan sinyal.

Satu kompilasi karya terbaru berjudul ‘Flaw’ sepertinya menjadi pertanda band yang digawangi Kiki (vokal), Obing (gitar), Antok (gitar), Pugud (bass), dan Hendra (drum) ini akan berjalan lebih jauh lagi.

“Meski sinyal itu redup, empat nomor dalam rilisan ini merupakan karya paling baru. Baru 3 kali dibawakan di atas panggung dan telah mengalami sejumlah revisi. Meskipun hasil akhirnya juga masih jauh dari kesempurnaan,” terang Intenna dalam rilis tertulisnya (16/08/2017).

Diakui memang, selepas album perdana, Intenna tampak seperti tidak berbuat sesuatu. Hanya undangan untuk ikut dalam sejumlah proyek kompilasi. “Tapi sekecil apapun isu itu, masih patut disyukuri,” sambung mereka.

Personel formasi terbaru ini rupanya sibuk ‘mengembangkan’ alter-egonya masing-masing. Namun dalam beberapa bulan terakhir, geliat mulai tumbuh. Materi baru terkumpul satu per satu. Termasuk terbentuknya kolega dan tim produksi.
“Iya, kami cuma punya ini. Tapi tidak mengapa, setidaknya kami bersungguh-sungguh dalam setiap prosesnya, dan kami menikmatinya,” pungkas Intenna.

Tiga lagu dalam album pertama Intenna ‘Helter Skelter’ ini bisa didengarkan di bandcamp Intenna. Sebelumnya, mereka juga telah mengeluarkan rilisan split dengan band Malang lain bernama Guttersnipe dibawah label For The Records dalam format kaset.

Kaset ini pun telah mulai dilepas ke publik sejak bulan Februari 2014. Intenna menyumbangkan dua lagu dalam proyek split ini, yakni ‘Flowery’ dan ‘Thirst’. Ada juga ‘Little Miss Sunshine’ dan ‘Dansa Hujan’ yang direkam tahun 2010.

Band yang usai menggelar Tour OK ke Jakarta pada Juli lalu ini juga sempat terlibat dalam beberapa proyek kompilasi, baik lokal maupun internasional. Seperti kompilasi lokal Malang, Burn The Line, dan proyek kompilasi dari Indonesian Shoegazer.

Untuk kompilasi internasional, kami turut serta dalam Shoegaze Revival Compilation dan A Homage to Slowdive, kompilasi tribut buat band pioner shoegazing yang baru rilis Februari 2017 lalu.




BACA JUGA