Wednesday, 17 October 2018
halomalang.com

Bahana Badhut: Ekspresi Seni Budaya Dari Candi Tertua di Jawa Timur

Perhelatan seni-budaya di pelataran candi tertua di Jawa Timur melibatkan Filastine & Nova, Totok Tewel, Arrington de Dionyso, Iksan Skuter, dan banyak lagi.

Kolektif show-organizer Malang Sub Pop bekerjasama dengan Rumah Opa Foundation, Houtenhandgarten, Legipait, serta berbagai komunitas lokal bakal mengagas pertunjukan seni dan budaya bertajuk Bahana Badhut yang mengambil lokasi di Kawasan Cagar Budaya Candi Badut/Badhut Malang, pada tanggal 08 September 2017, Ngalamers.

Sejumlah pengisi acara telah dikonfirmasi bakal memeriahkan perhelatan tersebut, antara lain Filastine & Nova featuring Totok Tewel, Arrington de Dionyso (USA), Iksan Skuter, Monohero, Redy Eko Prastyo (Dawai Nusantara), Mystical Bumi Nusantara, Celoteh Sastra, serta masih banyak lagi. Aksi para musisi itu tadi juga bakal dikolaborasikan dengan budaya lokal seperti Seni Jaranan dari Batu Aji Art Community dan Karinding Ensemble.

Rangkaian kegiatan Bahana Badhut ini bakal berlangsung sejak sore melalui aktifitas Jelajah Jejak Peradaban Kanjuruhan, Saresehan Budaya bertema Konservasi dan Fungsionalisasi Cagar Budaya di DAS-Metro, dan prosesi pengambilan air sumber (tirthamreta) di Kali Metro. Pada sesi sore ini bakal melibatkan pemerhati budaya dan arkeolog, M. Dwi Cahyono, bersama Patembayan Citralekha, Jelajah Jejak Malang, Sahitya Community, Akar Air, A Day To Walk, serta beragam komunitas budaya dan anak muda lainnya.

Sementara malam harinya, bakal diawali dengan prosesi seremonial Mbulan Ndadari ri Badut yang kebetulan bertepatan dengan malam bulan purnama, dilanjutkan pertunjukan musik dari para performer. Di tengah-tengah acara juga bakal ada orasi budaya dari M. Dwi Cahyono dan kejutan-kejutan lain yang sudah disiapkan oleh penyelenggara. Kegiatan Bahana Badhut ini gratis alias tidak memungut tiket masuk serta terbuka untuk semua umur.

Candi Badut merupakan sebuah candi yang terletak di kawasan Tidar, di bagian barat kota Malang. Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun, serta merupakan candi yang tertua di Jawa Timur. Sebagai peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo (760 Masehi), Candi Badut ini meninggalkan jejak purbakala yang panjang dan kaya akan sejarah peradaban.

Konon riwayat pembangunan Candi Badut merupakan wujud darma bakti Prabu Gajayana terhadap ayahnya, Dewasingha. Kisah tersebut juga bakal menjadi highlight spesial dan akan digambarkan oleh Nova Ruth (Filastine) yang malam itu akan berkolaborasi dengan ayahnya, Totok Tewel, gitaris rock legendaris di tanah air yang pernah bermain bersama Elpamas, Swami, Kantata Takwa, Iwan Fals, dan banyak lagi.

Lebih jauh lagi, rangkaian kegiatan Bahana Badhut ini dikonsepkan bukan sekedar aktivitas hiburan yang 'menjual' eksotisme semata, melainkan juga sebagai sarana apresiasi seni dan budaya, serta edukasi bagi publik. Kegiatan ini bakal mengkolaborasikan pertunjukan seni, wisata budaya, dialog serta edukasi publik tentang pentingnya kepedulian dan pelestarian situs cagar budaya. Dalam kegiatan ini juga akan banyak melibatkan para seniman, musisi, pemerhati budaya, komunitas anak muda, serta warga masyarakat sekitar.

Menurut Aga Diwasanta dari Malang Sub Pop, kegiatan Bahana Badhut ini digarap bareng-bareng dengan berbagai pihak seperti musisi, seniman dan komunitas setempat. Biaya produksinya pun swadaya alias patungan – tanpa bantuan dari pihak pemerintah atau korporat besar. Paling tidak, secara mandiri mereka sudah menunjukkan apresiasi dan komitmennya terhadap perkembangan kancah seni-budaya di kota Malang.

Kebetulan momen Bahana Badhut ini dirancang bertepatan dengan jadwal Filastine & Nova dan Arrinton de Dionyso yang sedang melakoni tur di Indonesia. Pertunjukan ini makin menarik lagi sebab Iksan Skuter telah merilis album barunya, dan Monohero juga baru saja melepas singel anyarnya. Penampilan musisi-musisi tersebut diharapkan bisa menarik minat dan animo anak-anak muda.

“Semoga Bahana Badhut ini menjadi lembar pertama yang bakal membuka kembali lembar-lembar perhelatan seni-budaya di situs candi yang lokasinya terbilang sangat dekat dengan pusat Kota Malang,” harap M. Dwi Cahyono. “Sungguh disayangkan bila situs Candi Badut yang menjadi pertanda awal mula peradaban klasik (masa Hindu-Buddha) di Malang Raya tersebut tidak didayagunakan untuk ajang ekspresi seni-budaya, terutama di kawasan yang kaya akan pelaku ragam cabang seni, baik itu seni tradisi maupun non tradisi.”

[Malang SubPop]




PROMO KULINER HARI INI

A&W Paket Hari-hari Untung
​Paket spicy aroma chicken hanya 30ribu rupiah saja.
A&W Paket Hari-hari Untung
​Paket spicy aroma chicken hanya 30ribu rupiah saja.

A&W Paket Hari-hari Untung
​Paket spicy aroma chicken hanya 30ribu rupiah saja.


BACA JUGA