halomalang.com

Foto: Ekspresi Kontemporer di Situs Cagar Budaya Candi Badut

"Baru kali ini saya merasakan 'soul' sebuah pertunjukan. Dan jangan lupa, mereka ini Arek Malang,"

Bahana Badhut digelar Kolektif show-organizer Malang Sub Pop bekerjasama dengan Rumah Opa Foundation, Houtenhandgarten, Legipait, dan berbagai komunitas lokal. 08/09/2017 (Foto: W. Arief/Halomalang)

"Sebenarnya, Candi Badut sebagai sebuah situs bisa digunakan sebagai ajang untuk mengekspresikan apapun," kata Dwi Cahyono, Arkeolog Universitas Negeri Malang, (14/02/2016) lalu saat gelaran Ring of Performance - Performatif Nusantara.

Kala itu sejumlah seniman olah gerak tubuh menyajikan teatrikal, mengupas nusantara dengan beragam ekspresi seni. Candi Badut tak hanya menjadi arena yang sakral, dari bangunan era raja Gajayana ini, penonton diajak memasuki mesin waktu kesejarahan Malang Raya dan Nusantara secara umum.

Jumat (08/09/2017) kemarin, masih dalam nuansa purnama,karya monumental sebelum abad ke 10 ini kembali menjadi titik mandala- pusat perhatian di mana pertunjukan kontemporer 'Bahana Badhut' menghipnotis ratusan penonton.

Sang naga yang meyemburkan api, kolaborasi Jaranan Batu Aji-Redy Etnicholic-Saxophone Arrington, Folk Iksan Skuter, teatrikal khas Celoteh, Karinding Ensemble, orasi budaya Dwi Cahyono. Proyeksi multimedia Monohero ke bangunan Candi menciptakan ambience unik. Show apik malam itu ditutup oleh kolaborasi keluarga musisi Filastine-Nova-Toto Tewel.

"Baru kali ini saya merasakan 'soul' sebuah pertunjukan. Dan jangan lupa, mereka ini Arek Malang," ujar Dandung Prasetyo, perupa asal Malang yang hadir menonton.

"Filastine-Nova (USA x Malang) sudah berkeliling dunia mengkampanyekan musik mereka. Toto Tewel masih menunjukkan kualitasnya. Bisa dilihat tadi reaksi penonton," sambung Dandung.

Selain Grey Filastine, ada satu seniman negeri Paman Sam lain Arrington de Dionyso. Arrington adalah musisi eksperimental yang tertarik dengan musik 'trance' di Indonesia.

Bahana Badhut juga dilengkapi dengan sesi jelajah situs dan kesejarahan Candi Badut - Kali Metro yang diikuti beberapa komunitas pegiat sejarah di Malang.

Rangkaian kegiatan Bahana Badhut ini dikonsepkan bukan sekedar aktivitas hiburan yang 'menjual' eksotisme semata, melainkan juga sebagai sarana apresiasi seni dan budaya, serta edukasi bagi publik. Kegiatan ini bakal mengkolaborasikan pertunjukan seni, wisata budaya, dialog serta edukasi publik tentang pentingnya kepedulian dan pelestarian situs cagar budaya. Dalam kegiatan ini juga akan banyak melibatkan para seniman, musisi, pemerhati budaya, komunitas anak muda, serta warga masyarakat sekitar.

[WA]



BACA JUGA