halomalang.com

Foto: Festival Pesona Gunung Kawi, Agenda Wisata Tahunan Kabupaten Malang

Digelar rutin dan dihadiri puluhan ribu penonton, ini adalah salah satu wisata festival terbesar di Malang Raya.

Agenda wisata tahunan. Festival Pesona Gunung Kawi. 21/09/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Diawali dengan tarian beskalan, kolosal oleh para delegasi di Wonosari, selanjutnya Asisten Deputi Jasa Kemaritiman RI Okto Irianto membuka Karnaval Festival Pesona Gunung Kawi Kabupaten Malang 2017 secara simbolis.

Ritual tahunan mengawali 1 Suro / 1 Muharram ini diikuti 14 RW dari Desa Wonosari, Kec. Ngajum sebagai tuan rumah. Start dari Terminal Wonosari dan finish di area Makam Gunung Kawi. Ogoh-ogoh beraneka tema menjadi sajian yang menarik. Dari Macan Loreng, Burung Rajawali, Hanoman, hingga Ken Dedes. Satu ogoh-ogoh berwujud Buto 'bertaring' yang mengendarai Singa dibakar pada acara puncak, di area makam Eyang Djugo dan RM Imam Soedjono.

Masing-masing delegasi juga turut menunjukkan kebolehan dengan perkusi dan koreografi cantik. Menembus jalanan sempit di antara ribuan para peziarah Kawi, ini adalah wisata festival tahunan yang harus Ngalamers kunjungi.

"Ini adalah bentuk syukur melestarikan budaya (adat Suroan). Menumbuhkan rasa kebersamaan warga desa, dan pengunjung. Sekaligus sekaligus memperingati wafatnya Eyang Djugo (Kiai Zakaria II) ke-151 dan menyongsong Haul Ke-146 RM Imam Soedjono, dua tokoh yang sangat dihormati masyarakat Gunung Kawi," ujar Kuswanto ketua panitia Gumebyar Festival Gunung Kawi (21/09/2017).

"Beliau-beliau ini adalah tokoh yang welas asih, tidak membeda-bedakan golongan,"

Ia menyebut, event ini juga mendukung potensi produk unggulan lokal Wonosari dengan ragam bazaar dan atraksi kesenian. Termasuk pemberdayaan potensi warga dalam mengembangkan desa wisata yang telah dikenal luas.

Kementerian Pariwisata RI juga mengapresiasi event ini. Hadir langsung Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti.

Festival Pesona Gunung Kawi digelar selama 3 hari, 19 - 21 September 2017. Dimulai dengan anek lomba olahan Telo Gunung Kawi, FInal Lomba Cipta Tari Khas Gunung Kawi, dan ditutup dengan Kirab Budaya Ritual 1 Suro, sekaligus Grand Final Lomba Cipta Tari.

"Ini membuktikan bahwa Gunung Kawi memiliki daya saing yang cukup tinggi sebagai destinasi wisata. Event tahunan yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara," kata Rendra Kresna, Bupati Malang.

Tak lupa ia mengajak pengunjung yang hadir untuk menjadikan momentum 1 Suro / Tahun Baru Hijriyah ini sebagai momentum perbaikan diri dan lingkungan. Sekaligus mempererat hubungan masyarakat - pemerintah - pelaku industri wisata untuk meningkatkan citra pariwisata di Kabupaten Malang.

[WA]







BACA JUGA